TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
nginap di rumah satria


__ADS_3

keluarga Sisil selesai menjalani tahlilan pengajian buat neneknya Sisil, kini Michel bingung mau tidur dimana malam ini membuatnya bingung penginapan jauh apartemen enggak ada apa lagi hotel enggak ada sama sekali, ayah nya satria dan Eriko yang melihat Michel bingung menawarkan Michel nginep di rumahnya satria yang lumayan luas karena rumah peninggalan neneknya sangat sempit dan enggak baik memperbolehkan lelaki lain tinggal bareng


" satria nolak orang itu nginep semalam, satria ngalah masih ikut tahlilan sudah bagus ayah" bentak satria kesal sama ide ayahnya


" jangan begitu satria kalo rumah neneknya Sisil luas juga enggak akan minta ke ayah kamu lagian kan kalian berteman kan dan kami sudah maafkan kejahatan kamu sama Sisil jadi mau kan menerima Michel nginep malam ini saja" ucap Eriko melihat satria


" om jangan begitu om" protes satria kesel


" ayah setuju Michel nginep yuk pulang sudah malam, kami turut berdukacita yah Eriko semoga keluarga yang ditinggal kan selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan" lanjut ayahnya satria nepuk bahunya Eriko


" terimakasih" ucap Eriko singkat


Michel yang dikasih tahu untuk nginep di rumahnya satria tersenyum licik melihat satria, dengan terpaksa satria setuju dari pada debat enggak penting karena Michel doang, selama perjalanan ke rumahnya satria ayahnya satria basa basi sama Michel

__ADS_1


" kok bisa membangun kampus bareng Sisil" ucap ayahnya satria basa basi


" setelah proyek saya selesai sama pak Eriko mendadak Sisil menawarkan pembangunan tiga apartemen sekaligus akhirnya saya setuju menerima nya saat memantau proyek sisil punya ide buat kerjasama membangun kampus cinta saya rasa ide yang bagus menjadi proyek besar untuk saya dan sisil akhirnya saya terima ajakan kerjasama dan kini kampusnya sudah berjalan menggunakan gedung sementara selama pembangunan berlangsung" cerita Michel Bangga sambil tersenyum sinis ke satria


" kamu menerima tawaran dari Sisil apa karena jatuh cinta" tebak satria penasaran


" cemburu yah hahaha" ledek Michel tertawa


" enggak kok satria santai saja saya menerima karena melihat peluang yang lumayan dan bisa memiliki karyawan sendiri dari mahasiswa sendiri saya fikir enggak masalah" sambung Michel terkekeh


" ya terserah lah karena proyek ini jadi saya bisa lebih deket sama Sisil pak" lanjut Michel melihat ayahnya satria


" beruntung nya Sisil mengajak CEO tampan masih muda seperti anda sebagai patner Sisil" puji ayahnya satria melihat spion mobil

__ADS_1


" ah masih suksesan anda pak saya masih banyak belajar jadi orang sukses" lanjut Michel pura pura merendah


" cih belagunya" batin satria semakin kesel


ayahnya satria ingin sekali anaknya seperti Michel yang mau bekerja keras dan membanggakan keluarga


dilain sisi, Miftah dan Raka menikmati liburan hari ke limanya saat asik jalan jalan Miftah merasa mual dan kepalanya pusing sekali Raka yang melihat Miftah enggak enak badan langsing panik dan membawa Miftah duduk di kursi taman


uek uek" suara muntahan Miftah tiba tiba mengeluarkan isi perutnya membuat Miftah semakin pucet


" sayang kamu kenapa" ucap Raka cemas melihat Miftah muntah dan pusing


" mungkin kecapekan sayang kita ke hotel yuk nanti malam kita lanjut jalan jalan yah" ucap Miftah lemes masih merasakan pusing dan muntah muntah

__ADS_1


" iyah sayang kita kembali ke hotel sekarang" lanjut Raka membantu Miftah berdiri


Raka mulai berfikir kemana mana dan menduga kalo Miftah lagi ngisi tapi fikiran itu langsung dimusnahkan sama Raka optimis kalo Miftah cuman sakit biasa yang membutuhkan istirahat


__ADS_2