
satria yang sudah kelelahan langsung tidur dalam keadaan polos disamping perempuan yang dibayar sama Miftah si perempuan duduk santai sambil menunggu satria bangun dari tidurnya
" dilihat cowok ini ganteng juga kenapa perempuan tadi suruh saya temani laki laki ini sampai sadar dan ladenin keinginan panjat pinang dia ya sampai rela kasih uang banyak" ucap perempuan cantik yang masih duduk disampingnya satria sambil memainkan tongkat sakti satria dengan lembut tentu sudah dibersihkan dan membiarkan satria gulet dirinya sepuasnya toh dikasih uang secara cuma cuma
satria perlahan membuka matanya dan kepalanya pusing sekali akibat minum terlalu banyak satria melihat sekeliling nya dan betapa kagetnya ada perempuan cantik di sampingnya duduk dengan keadaan polos begitu dengan dirinya satria yang kaget langsung duduk sambil pegang kepalanya
" kamu siapa dan apa yang terjadi" ucap satria sambil pegang kepalanya
" kamu lupa tadi kita habis gulet panas berkali kali disini kamu ganas juga ternyata" ucap wanita itu dengan tersenyum manis
" gulet panas saya enggak ingat sama sekali perasaan saya sama temen saya kesini kemana mereka" lanjut satria ingat kesini sama Raka dan Miftah kenapa tiba tiba muncul perempuan ini setelah dirinya bangun tidur
" seperti nya mereka pergi dan mereka memberi saya uang satu juta menemani kamu disini sampai sadar tanpa disangka-sangka kamu kepanasan Dan minta direndam kan rasa panasnya berkali kali" lanjut wanita itu santai
" oh yah saya ingat tadi memang badan saya terasa panas sialan mereka menjebak saya" bentak satria kesal tapi lupa apa saja yang diobrolkan sama Raka dan Miftah tadi
" mau selesai aksi panas kita atau mau lanjut sampai pagi" goda wanita itu sambil membersihkan gunung kembarnya dengan tissue
__ADS_1
" lanjut lah sampai pagi walaupun saya dijebak tapi saya mau puas saat sadar bareng kamu" lanjut satria melupakan rasa kesalnya
satria langsung melancarkan aksi panasnya wanita yang menemaninya menerima dengan senang hati tanpa menolak apapun yang dilakukan satria padanya, gelutan panase berakhir dengan gelutan ke enam dan membuat satria lemes puas bergelut dengan gratis walaupun kesal dan pemasaran apa saja yang diobrolkan sama Raka tadi
" terimakasih saya sangat puas kamu temani saya sampai pagi disini" perintah satria setelah membersihkan badannya
" Iyah tenang saja ternyata Akibat obat dan saat sadar beda ya rasanya" goda wanita itu sambil tiduran disampingnya satria
" jelas lah beda rasanya, waktu kamu dikasih uang mereka bicara apa" ucap satria memainkan pucuk gunung kembarnya wanita itu
" enggak bicara apapun cuman kasih uang bawa kamu kesini dan mereka langsung pergi begitu saja oooh" desa han wanita itu
" keliatannya mereka merencanakan ke kamu saat mereka mau pergi bisik bisik dan pergi dengan senyum bahagia seperti misi mereka berhasil" lanjut wanita itu sejujurnya penasaran apa yang terjadi lelaki ganteng didepannya dijebak seperti ini
dilain sisi, Raka ketemu bodyguard yang berjaga-jaga di rumah sakit tentunya ada beberapa polisi yang menunggu kedatangan Raka dan Miftah
" hasilnya bagaimana" ucap Raka penasaran
__ADS_1
" hasil sidik jarinya sudah keluar pak hasilnya sidik jari di kabel dan rem milik satria pak" ucap bodyguard menunjukkan hasilnya
" sesuai yang kita dapatkan tadi menjebak satria dia mengakui semuanya" ucap Raka menunjukkan handphone nya
" apa kita tangkap sekarang" ucap polisi
" tunggu sampai Michel sadar dan pulang ke rumah biarkan satria bebas beberapa hari sebelum mendapatkan hukumannya" lanjut Raka
" bagaimana kalo pelakunya kabur" lanjut polisi kurang setuju sama idenya Raka
" kalian tenang saja kami akan menjamin pelakunya enggak akan kemana mana kita mau bos kita tahu siapa yang mencelakai nya sebelum dibawa kalian" bujuk Raka
" maaf pak enggak bisa prosedur polisi pak, kami siapkan surat penangkapan mengamankan bukti dan penangkapan" lanjut polisi tegas
" baiklah pak kalo itu prosedur nya" lanjut Raka pasrah menyerahkan handphone nya tentunya rekaman satria sudah di bluetooth ke handphone nya Miftah
" tersangkanya lagi di cafe pak tadi kami menjebak nya membuat tersangkanya setengah sadar" ucap Miftah
__ADS_1
" penangkapan kemungkinan besok kami lakukan terimakasih sudah membantu tugas kami" lanjut polisi menjabat tangannya Raka dan Miftah
" sama sama pak" lanjut Raka bahagia akhirnya orang yang mencelakai temennya terungkap juga