TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
masalah baru


__ADS_3

Michel dan Raka yang mendapatkan laporan dari bodyguard nya langsung panik dan lega karena mereka lebih dulu merapihkan barang barangnya, Michel dan Raka kini bingung dengan kebiasaan buruknya tentunya selama sebulan atau dua bulan dirinya enggak bisa nginep seenaknya di apartemen Sisil selama mendapatkan pengawasan


" gila pak Eriko curiganya bikin ribet begini" ucap Raka bingung


" sekarang kita main aman saja buat bermesraan sama Sisil dan Viona kita masih ada proyek ke luar kota bisa aman" ucap Michel yang muter muterin pulpen nya


" saran saya jangan dulu buat gelut gelut dimana pun tuan karena mereka pasti mengikuti kemana pun nona Sisil dan nona Viona kemanapun mereka pergi selama dua bulan" ucap bodyguard


" bener tantangan juga sih ya buat kita ya sudah kita bisa ketemu mereka alasan membahas kampus itu ide yang lebih baik saya setuju" puji Michel pusing baru kali ini mendapatkan temen kencan yang seribet ini


" apa kalian mundur deketin nona Sisil dan nona Viona walaupun kalian sudah gulet sama mereka" lanjut bodyguard kwartir sama masalah yang dihadapi sama bosnya


" enggak lah seru sih walaupun ribet ya kita tahu konsekuensinya deketin sama mereka toh selama ini mereka baik dan enggak banyak tingkah patut dipertahankan" lanjut Michel yang entah kenapa enggak mau kehilangan Sisil ataupun Viona


" ya sudah kita sudah siaga pasukan kita usahakan kalian tetap aman" lanjut bodyguard


dilain sisi, bodyguard Michel yang selalu nongkrong dipos satpam tentunya sudah terbiasa menggantikan tugas satpam aslinya yang mau ketemu sama keluarga nya, disaat bersamaan bodyguard Eriko datang buat korek informasi soal Sisil dan Viona tentunya bodyguard Michel langsung bersandiwara dengan pertanyaan yang diberikan


" kalian yakin Majikan kita enggak pernah bawa temen laki laki" ucap bodyguard Eriko menatap bodyguard Michel


" yakin lah kita kan kerja disini sudah lama, dan penghuni disini yang kalian tanyakan enggak pernah bawa temen laki laki" ucap bodyguard Michel nahan ketawa


" memangnya siapa kalian" ucap bodyguard Michel yang lain


" kita disuruh ayahnya nona Sisil buat jagain anaknya selama dua bulan, kalo begitu kami permisi dulu" lanjut bodyguard Eriko dengan polos


kepergian bodyguard Eriko membuat bodyguard Michel tertawa puas berhasil membohongi bodyguard Eriko


dilain sisi, Eriko Viona dan Sisil lagi menghadiri rapat sama client di ruangan rapat, kali ini Eriko yang memimpin rapat sedangkan Sisil sebagai pelengkap saja


" kami harap kan bapak bapak menerima kerjasama yang kami berikan" ucap Sisil antusias


" iyah nanti kita kabarin selengkapnya" ucap client menjabat tangannya Eriko, Sisil, dan Viona

__ADS_1


setelah usai rapat Eriko ngobrol santai sama anak anaknya yang semakin lama semakin profesional sesuai harapannya


" hari ini gajian kalian jangan lupa sedekahkan gaji kalian. ya anak anak" ucap Eriko melihat anak anaknya


" iyah ayah pasti dong bagaimana kalo nanti kita makan sekeluarga dan kebetulan kita diteraktir sama Michel dan Raka sekalian bahas pembangunan kampus" ucap Sisil mematikan laptopnya


" kalian saja besok bareng ayah dan bunda enggak masalah, ayah enggak sabar mau lihat hasil pembangunan kampus cinta kalian semewah apa" lanjut Eriko yang mengalah


" yakin ayah enggak mau jalan jalan sama kita" ucap Viona yang kangen pergi sama orang tua angkatnya


" iyah enggak masalah nak bagaimana hubungan kalian sama Michel dan Raka seperti nya mereka lebih dari rekan kerja" lanjut Eriko menyelidik memperhatikan ekspresi wajah anak anaknya


" temen biasa ayah memangnya kenapa" lanjut Sisil berusaha tenang


" ayah berharap mereka bisa jadi jodoh kalian kedekatan kalian dan kalian cocok sama sama karirnya lagi bagus" puji Eriko yang semakin curiga sama anak anaknya ekspresi wajah mereka enggak bisa dibohongi


" amin ayah kita berteman biasa tanpa berharap kita enggak tahu hati mereka kan ayah" lanjut Viona jujur karena memang dirinya mulai labil


Sisil, Viona,dan Eriko langsung melanjutkan pekerjaannya di ruangan masing masing Viona ke ruangannya Sisil memberikan berkas berkas yang harus sisil periksa


" sil dapet WhatsApp enggak dari michel dan Raka" ucap Viona memberikan berkas yang dipegangnya


" iyah dapet mereka ngajak makan siang di kantornya" ucap Sisil yang menerima berkas yang dikasih Viona


" padahal ayah kan pulang cepet kenapa enggak disini saja yah" protes Viona langsung duduk di kursi


" entahlah mungkin mau suasana baru kali mereka ya sudah lanjut kerja dulu kita nanti siang baru kesana" lanjut Sisil yang memeriksa berkas berkasnya


" baiklah permisi" lanjut Viona langsung jalan keluar ruangan Sisil


dilain sisi, Eriko mendapatkan laporan dari anak buahnya merasa lega kalo anak anaknya enggak melakukan kesalahan apapun saat anak buahnya melaporkan apa yang mereka dengar


" tetep awasin mereka selama dua bulan" ucap Eriko saat sambungan telepon terhubung

__ADS_1


" baik pak tapi anda belum transfer pak buat kebutuhan kita" ucap bodyguard yang minta bonus kerjaan


" astaga saya lupa baiklah akan saya tambahkan buat kalian buat bergadang awas kalo teledor" ancam Eriko tegas


" anda jangan kwartir pak yang penting buat kopinya ada" lanjut bodyguard antusias


" ya sudah saya matikan telefon nya sebentar lagi saya transfer" lanjut Eriko mematikan telefon nya


Eriko langsung mentransfer untuk bodyguard nya kebutuhan selama mengawasi anak-anak nya


" apa bener ya enggak ada yang datang ke apartemen anak anak kok saya ragu sama laporan mereka" batin Eriko langsung jalan ke ruangannya Sisil


dilain sisi, Sisil yang sibuk sama pekerjaannya langsung kaget ternyata yang ketuk pintu nya Eriko yang langsung duduk disofa


" eh ayah ada apa" ucap Sisil yang pandangan nya fokus ke Eriko


" ayah cuman mau lihat anak ayah bekerja saja" ucap Eriko santai


" oke ayah" lanjut Sisil langsung melanjutkan pekerjaannya


" bagaimana kampus cinta aman aman saja" lanjut Eriko melihat laporan keuangan dan hasil kerja karyawan di kampus cinta di laptop anaknya


" Alhamdulillah enggak ada kendala apapun ayah di kontrakan juga mahasiswa dan karyawan kampus juga biasa saja" lanjut Sisil gugup sama pertanyaan Eriko


" peresmian kampus ayah dan bunda ikut yah nak mau lihat proyek kamu dan Michel yang baru hebat bisa dapet ide pembangunan kampus" puji Eriko yang kagum anaknya mempunyai ide cemerlang


" ide dadakan saja ayah dan beruntung nya Michel pas diajak kerjasama langsung Nerima dengan senang hati" lanjut Sisil gugup


" yah sudah ayah langsung pulang ya nak kasihan bunda di rumah sendirian kamu semangat bekerja nya ya nak" lanjut Eriko menepuk bahunya Sisil


" siap ayah ttitip salam buat bunda" lanjut Sisil


" oke nak" lanjut Eriko langsung pergi

__ADS_1


__ADS_2