TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
berkunjung ke kampus


__ADS_3

Sisil, Viona, Michel,dan Raka berkunjung ke kampus setelah peresmian sedangkan Eriko dan Elma melihat pembangunan kosan buat mahasiswa nya Sisil dan Michel yang semakin mewah dibandingkan awal pembangunan nya lebih luas dan tiga lantai


" Alhamdulillah yah anak kita mendapatkan kepercayaan buat jagain mahasiswa putri yang kuliah di kampus cinta" ucap Elma bangga


" bener bunda enggak menyangka anak kita bisa melihat peluang saat mendirikan kampus itu dan ngekos kan lumayan pemasukannya ayah bangga sama anak kita yang bisa lebih berkembang" ucap Eriko melihat lihat kamar kamar kosan yang sudah jadi maupun yang dibangun


" katanya mau dikasih life dari lantai satu sampai lantai tiga supaya membuat mahasiswa nyaman dan aman" lanjut Elma


" iyah bener takutnya mahasiswa dan dosen yang mau beli kulkas,tv, maupun mesin cuci supaya enggak susah susah membawanya" lanjut Eriko Ingat keinginan anaknya


" Iyah bener ayah bener bener mahasiswa di manja ya ada WiFi gratis ada kendaraan dan lift bener bener Sisil dan Michel" puji Elma melihat lihat sekeliling nya


dilain Sisi, Michel Sisil Raka dan Viona duduk santai di kantin kampus dua tahun lalu Viona memberikan uang untuk mahasiswa yang dulu dibantu sama Viona kini ketemu lagi di kantin kampus tentunya membuat mahasiswa yang dibantunya menghampiri Viona yang lagi makan


" maaf mengganggu waktunya bu Viona" ucap mahasiswa Ramah


" iyah enggak apa apa ada apa yah" ucap Viona bingung sama yang dirasakan Michel Raka dan Sisil


" saya mau ucapkan terimakasih sama bu Viona yang dua tahun lalu memberikan saya uang untuk jualan di kantin kampus lama dan memberikan saya makanan yang saya inginkan dulu" lanjut mahasiswa dengan haru melihat Viona


" oh kamu iyah iyah saya baru ingat bagaimana bisnis kamu dan kamu bisnis apa" lanjut Viona yang bangga bisa berguna untuk orang lain


" saya bisnis aksesoris perempuan bu dan beberapa baju bu di rumah sudah berkembang terimakasih ini semua atas kebaikan bu Viona sekarang saya kalo mau makan atau beli apapun sudah enggak sulit seperti dulu sekali lagi terimakasih bu" lanjut mahasiswa bahagia


" kalo saya tahu anda kesini saya kasih buah tangan buat anda" sambung mahasiswa yang beruntung

__ADS_1


" saya tertarik sama bisnis kamu mau beli kamu pulang jam berapa" ucap Sisil yang dari tadi mendengarkan obrolan Viona


" dua jam lagi bu habis mata kuliah ini saya pulang beneran ibu mau datang ke rumah saya" lanjut mahasiswa dengan bahagia


" iyah, kita tunggu di ruangan dosen ya kita pulang bareng ke rumah kamu" lanjut Viona setuju sama idenya Sisil


" kalo begitu saya pamit dulu permisi pak Michel pak Raka bu Sisil dan bu Viona" lanjut mahasiswa bahagia


setelah makan Sisil, Raka, Michel dan Viona duduk santai di ruangan dosen yang memang disengaja disediakan kamar untuk dosen yang kurang enak badan tapi masih mau melanjutkan mengajar


" Alhamdulillah bisa berguna buat mahasiswa sendiri" ucap Viona bahagia


" bagaimana kalo kita kasih pinjaman mahasiswa yang mau bisnis juga kita enggak usah pembagian hasil cukup modal dikembalikan setelah berkembang tentunya diawasi sama pihak kampus" ide nya Sisil mendadak melihat kebaikan Viona tadi


" batas modal yang dipinjam kan dalam program berapa" ucap Michel yang mau membantu


" lima puluh juta maksimalnya tentunya ada jaminan untuk mahasiswa belajar tanggung jawab pengembangan bisnis dan pengembalian modal soal yang mengawasi nya kita kasih gaji sesuai UMR disini beberapa orang untuk nagih dan mendata siapa saja yang membutuhkan bantuan" lanjut Sisil yang bahagia bisa membantu ekonomi mahasiswa nya


" oke deal sisil nanti kita bahas sama rektor, bagian bendahara,dan dosen disini besok" lanjut Michel bahagia dengan ide Sisil yang selalu ingin sukses bareng Michel


setelah kunjungan di kampus Sisil, viona, Michel dan Raka menemani mahasiswa yang diberikan bantuan modal usaha sama viona kini rumah nya disulap menjadi tempat usaha yang maju. Sisil dan viona melihat lihat apa saja yang dijual nya jiwa perempuan nya meronta ronta saat melihat aksesoris perempuan terpampang di dinding bangunan kecil dan beberapa. baju baju perempuan sedangkan Michel dan Raka memilih duduk di kursi menjadi penonton setia melihat aktifitas wanita nya yang bahagia untuk belanja


" kita jarang bayarin belanjaan mereka sekarang waktunya kita yuk yang bayarin setengah setengah" ide Raka saat melihat apa saja yang dibeli Sisil dan viona


" boleh Raka saya juga ingin membelikan mereka baju dan aksesoris disini juga" ucap Michel yang akhirnya mulai ikut belanja

__ADS_1


setelah puas milih milih waktunya Michel dan Raka membayar belanjaan mereka saat mau dibayar dilarang sama mahasiswa mereka karena usaha nya atas bantuan Viona jadi enggak enak kalo merepotkan


" kamu harus profesional sama pekerjaan kamu jangan kasih harga temen harga keluarga atau alasan apapun yang bikin kamu rugi" ucap Viona memberikan saran


" tapi bu saya enggak enak" ucap mahasiswa sungkan


" profesional itu penting cantik harus hilangkan rasa enggak enak sama kita ataupun siapapun yang nawar jangan mau karena kamu buka usaha karena butuh uang" nasehat Sisil dulu waktu kecil pernah membantu orang tuanya viona jualan tanpa dilarang sama Eriko dan Elma


" baik bu semuanya dua juta lima ratus ribu terimakasih sudah memborong banyak dagangan saya" lanjut mahasiswa dengan bahagia


Michel pun langsung mengeluarkan uang sesuai harga belanjaan yang mereka beli Sisil dan Viona langsung bahagia dibelanjakan karena selama ini Sisil dan Viona memang sengaja menghindari belanja saat bareng Michel dan Raka


" kapan kapan kita kesini lagi buat borong banyak" ucap Raka ramah dan langsung membantu Michel membawakan belanjaan Sisil dan Viona


" baik terimakasih bapak dan ibu sudah belanja di tempat saya" lanjut mahasiswa bahagia


setelah puas belanja Sisil, viona, Michel dan Raka melanjutkan perjalanan ke kosan yang mereka bangun karena Elma dan Eriko masih ada disana


" semakin yakin membantu mahasiswa buka bisnisnya sayang aku bahagia dan bangga kalo mereka bisa berkembang seperti ini" ucap Sisil yang kepalanya nempel di bahunya Michel saat bawa mobil


" iyah sayang aku juga bangga kita bisa berguna untuk orang lain" ucap Michel yang mengelus rambutnya Sisil


" aaahhh ayah dan bunda pasti semakin bangga sama kita sil" desa han Viona yang merasakan gunung kembarnya di r3m45 sama Raka


" bener biar ayah juga enggak kecewa membiarkan kita hidup mandiri tapi bisa berkembang karirnya" lanjut Sisil

__ADS_1


__ADS_2