
Sisil dan Raka membahas kampus cinta yang mereka jalankan saat ini tiba tiba ada yang masuk kedalam ruangan nya Sisil, cowok tampan dengan oufit formalnya langsung berdiri didepan sofa
" maaf anda siapa yah" ucap Sisil berusaha ramah dan lupa
" saya Satria anaak temen om Eriko" ucap Satria menyambut uluran tangannya Sisil dan Raka
" oh kamu, silahkan duduk" lanjut Sisil berusaha ramah
" bagaimana perusahaan kamu lancar lancar saja" ucap Raka Ramah karena dirinya tadi dikasih tahu kalo sisil nolak perjodohan tapi menerima anak temennya jadi temen Sisil tanpa embel-embel pernikahan
" Alhamdulillah lancar bro, saya dikasih tahu kalo sisil, Michel,dan kamu lagi mendirikan universitas hebat loh masih muda mau mendirikan kampus" puji Satria matanya tertuju sama Sisil yang bersikap santai bukan menyambutnya sebagai calon suaminya
" Alhamdulillah melihat peluang sih kita dan kita proses semuanya dengan cepat juga" lanjut Sisil berusaha santai
" laki laki ini kapan kembali ke kantor sih heran nempel amat duduknya sama sisil" batin Satria kesel
" kapan kapan saya lihat kampus kalian apa boleh" lanjut Satria berusaha akrab
" boleh saja sih mungkin bulan depan kita memantau kesana" lanjut Raka yang bosan basa basi
" sil nanti malam makan malam yuk mau kan" ajak Satria akhirnya mengeluarkan jurusnya
__ADS_1
" boleh saja Satria nanti malam" lanjut Sisil terpaksa
" ya sudah saya kembali ke kantor sampai ketemu nanti malam" lanjut Satria menatap sinis ke Raka
" iya satria" lanjut Sisil singkat
ketika satria pergi Raka langsung melihat Sisil dan kasih tahu apa yang dia rasakan membuat Sisil berfikir ada bener juga sih harus waspada apa lagi tadi sisil melihat Satria menatap sinis kearah Raka sebelum pergi
" apa nanti malam aku jagain kamu" ucap Raka yang peduli sama Sisil
" enggak usaha Raka semoga fikiran kita salah menilai Satria dia kan anak temen ayah saya enggak mungkin dia berbuat jahat sama saya" ucap Sisil optimis
" baiklah sil tetap hati hati yah" lanjut Raka merasa enggak tenang
" kalian lagi kerja malah jalan jalan" protes sisil iri
" memantau proyek kan enggak sampai sore sil" ucap Michel terkekeh
" ada apa nelepon saya vi" lanjut Sisil kesel
" yang mau mantau proyek baru siapa sil" lanjut Viona bingung dan sadar Michel enggak selalu bersamanya setiap ada pekerjaan
__ADS_1
" proyek yang di Bandung kamu yang mantau selama seminggu kalo saya yang di Bogor Vi seminggu juga" lanjut Sisil serius
" sepertinya memang sudah waktunya kita kembali ke perusahaan masing-masing Viona" ucap Michel pasrah dan sedih
" iyah sudah terlalu lama kita di Makassar" lanjut Viona terkekeh
" vi kamu ingat Satria anak temen ayah" lanjut Sisil mengganti topik
" iyah Ingat cowok playboy yang suka panjat pinang bebas waktu kuliah dulu kan" lanjut viona
" dia di jodohkan sama saya vi saya tolak dan mengijinkan dia berteman sama saya dan nanti malam ngajak makan berdua Vi" lanjut sisil bingung
" tolak sil atau terima tapi kamu minta bodyguard mengawasi kamu kalo Satria macem macem sama kamu bisa dilindungi" lanjut Michel kwartir
" boleh juga ide kamu Michel tadinya Raka mau temani saya tapi saya tolak mending bodyguard saja deh biar aman" lanjut Sisil bahagia Michel mengkwatirkan nya
" baju kamu jangan terlalu seksi sil" lanjut viona ikut cemas juga
" Iyah terimakasih yah saran kalian saya matikan telepon nya lanjutin pekerjaan" lanjut Sisil mematikan telepon nya
" aku saja enggak berani unboxing sisil aku enggak terima orang lain unboxing sisil sebelum menikah enak saja" lanjut Michel kesel
__ADS_1
" ternyata kamu mencintai kita berdua dengan cara berbeda sayang" batin Viona sedih ada rasa cemburu yang dirasakannya
" iyah sayang semoga aman aman saja" lanjut Viona berusaha tegar