TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
makan malam romantis


__ADS_3

setelah pulang dari bandara Michel diam diam suruh bodyguard nya memindahkan barang-barang nya ke apartemen Sisil dan mempersiapkan makan malam romantis, Michel ingin membuat wanita kencannya selalu bahagia didekatnya. Michel dan Viona langsung pulang ke apartemen ada rasa lega yang dirasakan Viona karena bisa bebas kembali bermesraan sama Michel tanpa ada rasa takut sama sekali.


" sayang akhirnya kita bisa bebas lagi" ucap Michel mengelus lembut rambutnya Viona


" iyah sayang tanpa om dan Tante curiga sama kelakuan kita aku bahagia sekali" ucap Viona menempel kan kepalanya di bahunya Michel manja


" tapi aku sedih Sisil ikut pulang mendadak sayang jadi enggak bisa bermesraan bertiga dan tangan aku enggak bisa menari dengan indah lagi dibadan sisil" lanjut Michel sedih


" walaupun tanpa sisil kan masih ada aku sayang yang lebih puas kan lagian sisil kan masih baru jadi CEO jadi harus lebih banyak waktu di kantor dibandingkan aku sayang" lanjut Viona berusaha enggak menunjukkan rasa sedih


" bener sih sayang sisil masih banyak belajar menjalankan perusahaan dengan baik, ada Raka yang akan bantu Sisil tapi kasihan Raka engga bebas pegang sisil tanpa seijin sisil" lanjut Michel


" bener kalian jangan memaksakan keinginan untuk unboxing Sisil, dia belum siap" lanjut Viona merasa malu


setibanya di apartemen Viona kaget melihat apartemen milik sisil banyak sekali bunga indah di setiap sudut apartemen, saat Viona sampai di dapur kaget melihat susunan meja makan terlihat indah sungguh romantis sekali


" sayang aku menyiapkan ini untuk malam ini kita berkencan di apartemen" bisik Michel memeluk Viona


" terimakasih sayang aku terharu sekali melihatnya" ucap Viona tersenyum

__ADS_1


" pakai baju seksi yah pas makan malam oke sayang" bisik Michel


" iyah sayang aku pakai tengtop bawahnya polos apa kamu mau" goda Viona melihat Michel


" mau banget sayang yuk mandi bareng bergelut dan baru makan bareng" goda Michel yang tiba tiba gendong Viona


" ya ampun sayang so sweet sekali" lanjut Viona mencium Michel dengan lembut


pelan pelan Michel jalan ke dalam kamar tanpa melepaskan ciuman mereka bahkan Viona sama ingin berlama lamaa ciuman sama Michel yang dicintainya


dilain sisi, Raka mengajak Sisil minum di salah satu cafe setibanya di Bandara internasional Soekarno Hatta Tangerang, orang tuanya Sisil mengijinkan Sisil makan bareng Raka di salah satu caffe, Raka mengajak Sisil buat minum sebenarnya Raka malas setiap tangannya mau menari dengan indah harus selalu Dengan minum seperti ini tapi Sisil sungguh berbeda sama Viona yang mau bebas dipegang sama dirinya kalo sisil masih jaim dan tentunya Raka takut sama Eriko yang jago bela diri dan anak buahnya lebih sangar


" iyah sil, tapi Michel masih mau mantau kampus cinta itu, mantau proyek pembangunan apartemen dan proyek pembangunan kampus mewah kalian" ucap Raka yang tersenyum melihat Sisil sudah mulai setengah sadar


" kamu pusing sil" lanjut Raka pijit lembut kepalanya Sisil


" iyah Raka kebanyakan minum saya mau istirahat di kamar di cafe ini" lanjut Sisil pegang kepalanya


Raka menuntun Sisil masuk kedalam kamar yang sudah di pesannya untungnya mereka minum masih sore jadi masih ada beberapa jam sampai pusing sisil hilang, Raka mulai aksinya Raka membiarkan sisil minum empat gelas lagi Sisil langsung mencium Raka begitu saja tanpa diminta dengan senang hati Raka menerimanya, tangan Raka mulai m3r3m45 gunung kembarnya sisil dengan lembut Raka meng hi sap pucuk gunung kembarnya Sisil dengan lembut membuat Sisil semakin mende sah sama sentu han yang diberikan Raka

__ADS_1


" aaahhh sayang enaknya geli" desa han Sisil merasakan sensasi geli di pucuk gunung kembarnya


" aku suka sayang andaikan kita punya anak tentu aku akan merebutnya sayang" ucap Raka ngelantur


" ya sudah yuk" ucap Sisil mendorong badannya Raka sampai jatuh ke atas kasur


" sil aku cuman bercanda dan kamu setengah sadar aku enggak mau kamu menyesal karena setengah sadar" ucap Raka menyesal bercanda sama orang yang setengah sadar


" beneran juga boleh sayang" goda Sisil kini polos didepan Raka


" aku suntik ****** jadi kamu enggak akan ngisi sil" lanjut Raka bingung


" jangan bohong Raka aku yang memimpin yah" lanjut Sisil tiba tiba langsung ambruk diatas badannya Raka dan membuat Sisil tidur nyenyak engga kuat nahan ngantuk luar biasa


" maafkan aku sil janji setiap tangan aku menari dengan indah bisa jaga ucapan aku supaya enggak sembarangan" sesal Raka


Raka menjalankan aksinya tangannya menari dengan indah dengan puas dibadannya Sisil yang kini polos didepannya, setelah puas pegang pegang dari ujung kepala sampai ujung kaki Raka berusaha memakaikan kembali baju sisil dengan susah payah setelah baju sisil terpasang sempurna kini Raka masuk kedalam kamar mandi menjalankan aksi solo karirnya dan entah kenapa Raka menyesal membuat sisil siap di unboxing dalam keadaan setengah sadar


" aarrrghhh maaf kan aku sil maafkan aku sil" ucap Raka menyesal sama ucapannya sendiri

__ADS_1


__ADS_2