
Sisil, dan Miftah fokus sama pekerjaan yang sudah numpuk di meja kerjanya Sisil, Miftah di tugaskan memeriksa email masuk dari kampus cinta, lagi sibuk-sibuknya satria masuk begitu saja keruangan nya sisil menenteng makanan satria ingin makan siang berdua di ruangannya Sisil dan beruntungnya enggak ada Raka yang gangguin kebersamaan fikir satria
" selamat siang Sisil cantik" ucap satria ramah
" siang satria silahkan duduk" ucap Sisil ramah
" dia siapa sil baru lihat asisten kamu" lanjut satria melihat Miftah dari ujung kepala sampai ujung kaki terlihat seksi dan menggoda Satria mengedipkan mata ke arah Miftah di sambut senyum manisnya
" iyah satria, oh ya tunggu sebentar disini yah saya mau ke ruangan ayah dulu" lanjut Sisil pura pura
" iyah sil" lanjut satria tetep melihat Miftah
Sisil langsung meninggalkan kursi kebesaran nya, saat sisil pergi satria mendekati Miftah untuk menggodanya
" nama kamu siapa" ucap satria matanya fokus melihat kerah blazer nya yang membuat nya seksi dan menggoda
" saya Miftah pak" ucap Miftah lembut
" oh ini lelaki gila itu beraninya bermain sama Sisil hancur kamu sat" batin Miftah
" nama yang cantik seperti orangnya duduk di sofa yuk biar lebih santai ngobrol nya" lanjut satria pegang tangannya Miftah
__ADS_1
" baik pak, saya akan bantu membuka bungkusan anda" lanjut Miftah melancarkan aksinya
mata nakal nya satria enggak pernah lepas memperhatikan p4h4 mulusnya Miftah dan pelan pelan tangannya pegang p4h4 nya Miftah
" maaf saya lancang habisnya Bening banget sih dan wangi lagi" ucap satria mencium rambutnya Miftah tanpa rasa malu
" maaf pak jaga sikap anda saya takut bu Sisil datang" lanjut Miftah pura pura
" sisil pasti lama sama om Eriko, Miftah mau enggak nanti malam kita makan bareng" lanjut satria tangan nakalnya masih betah m3r3m45 p4h4 nya Miftah
" maaf pak tangan anda Bener bener enggak sopan anda ajak makan malam saya jadi takut sama niat anda pak" bentak Miftah
diam diam Sisil menyalakan handphone nya dan disembunyikan jadi aksi liarnya satria terlihat dengan jelas
" anda Bener bener Kurang ajar keluar dari ruangan ini" bentak Miftah yang mulai emosi
" bibir kamu manis, nanti malam kita makan malam plus plus yah" lanjut satria mengeluarkan uang dari kantongnya dan disimpan dimeja
" apa itu cukup, nanti malam saya tambahkan lagi oke cantik" lanjut satria yang mulai candu
" anda gila bawa uang anda dan keluar dari ruangan ini" bentak Miftah yang mendalami aktingnya
__ADS_1
" ada apa ini kenapa Miftah teriak suaranya terdengar sampai luar" ucap Sisil pura pura baru masuk kedalam ruangannya padahal Sisil duduk di kursi sekretaris nya sedangkan sekretaris nya cuman diam dan patuh untuk enggak menceritakan apapun yang dia dengar
" enggak ada apa apa sil cuma salah faham saja" ucap satria berusaha santai
" saya masih ada rapat lebih baik kamu keluar dari ruangan saya dan terimakasih atas makanannya" lanjut Sisil nahaan amarahnya
" nanti malam makan bareng lagi yah sil sebagai ganti makan malam kemarin mau kan please" lanjut satria memohon tapi matanya melihat Miftah
" baiklah sampai ketemu nanti malam" lanjut Sisil sinis
satria yang puas akhirnya ngalah untuk pergi dari ruangan Sisil dan setelah satria keluar Sisil langsung mematikan rekamannya
" bagaimana dia seliar itu kan" ucap Sisil menatap Miftah
" parah sil liar banget ih serem, untungnya kamu nolak lamarannya sil bisa hancur kamu sil kalo bareng cowok liar itu" ucap Miftah serius langsung jalan ke meja kebesaran Sisil
" enggak sudi saya Miftah, terus nanti malam bagaimana makan malamnya
" saya ikut sil kalo dia menjebak kamu biarkan saya yang berkorban yang penting bodyguard selalu siaga" lanjut Miftah yang berfikir dirinya sudah rusak lebih baik ladenin satria dari pada Sisil perempuan terhormat
" terimakasih Miftah mau berkorban setelah makan malam kita akhiri saja didepan ayahnya biar tahu kebusukan anaknya" lanjut Sisil
__ADS_1
" kamu bener biar ayahnya tahu sejahat apa anaknya sama perempuan, biar ayahnya enggak mudah jodohin anaknya seenaknya" ide Miftah merapihkan bajunya