
rombongan Sisil tiba di bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar, rombongan sisil dijemput sama mobil sewaan yang sudah dipesan sama Eriko, perjalanan dinas pertama kali yang dilakukan viona sangat bahagia sekali mendapatkan tugas pergi jauh seperti ini, perjalanan dari bandara ke apartemen membutuhkan waktu dua jam perjalanan, setibanya di apartemen Viona sekamar sama Sisil begitu juga dengan Michel sekamar sama Raka yang awalnya Raka ingin tinggal di hotel akhirnya pasrah ikut nginep bareng dikamar masing-masing dilengkapi kamar mandi dan di dapur ada kamar mandi juga rencananya buat ART kalo butuh butuh ke kamar mandi
Michel tampak frustasi selama tujuh hari enggak bisa menjalankan aksi panasnya sama wanitanya Raka yang melihatnya cuman bisa geleng-geleng kepalanya heran biasanya Michel enggak ada malunya melakukan aksi panasnya kini berbeda sama Viona Michel enggak berani seliar seperti sama Miftha dulu
" kenapa Sisil pakai ikut segala sih"protes Michel tiduran di kasur
" karena Sisil wakil CEO pak dan yang punya ide proyek ini wajar dong kalo dia ikut memantau awal pembangunan pak ngecek barang barang pak anda aneh deh" protes Raka heran
" tadinya saya bayangin hal indah bareng Viona awal datang kesini tapi saya juga pengen sama Sisil juga bagaimana ini main cantik juga tetap enggak mudah" lanjut Michel frustasi
__ADS_1
" yah sudah nanti kan kita minum minum saya usahakan sisil sama saya minum anda bisa eksekusi Viona tapi jangan lama loh pak" ide Raka yang enggak tega melihat bosnya frustasi begini
dilain sisi, Sisil dan viona sibuk merencanakan masak apa saja selama sisil ada di Makassar tentunya Sisil ingin menjamu cowok idamannya dengan masakan sendiri, Sisil dan Viona akhirnya memutuskan untuk merapihkan dapur dan siap siap ke supermarket saat lagi bersih bersih Michel dan Raka ke dapur mencari makanan yang bisa dimakan
" kalian pasti cari makanan yah" ucap Sisil yang keringetan dan menghapus keringatnya yang membanjiri wajahnya
" cewek tajir masih mau kotor kotoran luar biasa " puji Michel melihat Sisil dan Viona
" Iyah dong Michel walaupun tajir yah enggak boleh males dong kodrat seorang perempuan" ucap Viona malu
__ADS_1
" rencananya habis bebers kita baru mau beli makan dan bahan masak jadi kita bisa masak selama disini, sudah lama enggak masak di apartemen ini" lanjut Sisil lancar dengan aksi bohongnya
" yah sudah yuk kita beli makan dan penuhi isi dapur kalian" ajak Raka yang kagum sama kesederhanaan Sisil dan Viona yang nyatanya palsu
setelah ngobrol Michel dan Raka nunggu diruang tamu sedangkan Viona dan Sisil melanjutkan aksi beberesnya Viona menggoda Sisil Karena mendapatkan pujian dari Michel walaupun hatinya sedikit cemburu tapi berusaha untuk ditahan kedekatan diirinya demi Sisil bukan keinginan sendiri
setelah rapih dan bersih Raka bawa mobil sedangkan disampingnya Michel yang sibuk main handphone kirim WhatsApp ke handphone Viona yang di pegang sisil untungnya Michel enggak curiga sama sekali, ada rasa kesel atas kiriman WhatsApp dari Michel sekuat tenaga Sisil tahan bisa bisanya Michel enggak ingin sisil ikut karena mau menjalankan aksi panasnya, Sisil ikut karena tanggung jawabnya yang menjalankan proyek ini memantau langsung awal pembangunan karena ayahnya yang kasih tahu tugas seorang CEO, Viona yang melihat Sisil nunduk sedih merasa enggak enak
" maaf yah sil" bisik Viona sedih
__ADS_1
" santai saja Viona berarti Michel sudah ketagihan sama kamu" ucap Sisil senyum sinis seenggaknya Sisil masih dipandang baik sama Michel enggak seperti Viona yang dianggap kurang baik jebakan yang luar biasa menurut Sisil