
Sisil dan Viona masak buat sarapan sedangkan Elma dan Eriko merapihkan apartemen milik anaknya, Michel dan Raka yang diajak sarapan bareng tentunya bahagia menerimanya, selama enggak ada Sisil dan Viona apartemen nya Michel kotor karena dasarnya Michel dan Raka males beberes. Michel dan Raka menikmati makan masakan Sisil dan Viona, Elma yang melihat kedekatan Michel dan Raka ke anak anaknya tersenyum bahagia berharap mereka bisa berjodoh sama Sisil dan Viona dimata Elma mereka calon menantu yang sempurna buat Sisil dan Viona masih muda sudah sukses, kaya, ganteng,dan baik lagi.
" sepertinya mereka harus selalu bersama apa rencana jalan jalan ke Bali ajak mereka juga yah supaya mereka semakin banyak waktu bersamanya" batin Elma bahagia dan berharap Michel ataupun Raka bisa jadi salah satu jodohnya Sisil walaupun Elma juga berharap Viona juga mendapatkan pendamping hidup juga
" bu Elma kenapa senyum senyum sendiri" ucap Raka enggak sengaja melihat Elma senyum sendiri
" saya bahagia anak anak saya bisa berteman baik sama kalian pemuda sukses, anak anak saya enggak salah pilih temen dan patner juga" puji Elma
" anda berlebihan muji kami, kami masih dibawah pak Eriko kok bu" ucap Michel merasa belum sukses
" jangan dibandingkan sama om yang umur nya empat puluh tahun dong" protes Viona
" tapi memang bener kalian orang orang sukses makannya kita mau ikutin jejak kalian masih muda sudah sukses" puji Sisil mendapatkan senyuman ramah dari Michel
__ADS_1
" kalian habis makan berangkat bareng kan, nanti siang kita makan bareng yah Michel dan Raka" ucap Eriko Ramah
" memangnya enggak mengganggu waktu kalian" lanjut Raka basa basi
" yah enggak dong masa temen anak sendiri diganggu ya enggak dong" lanjut Elma mulai bertekat lebih sering bikin Sisil deket sama Michel atau Raka
setelah makan Sisil, Michel, Raka dan Viona jalan bareng melihat pembangunan apartemen dilanjutkan pembangunan universitas, Michel dan Raka merasa bahagia akhirnya hari ini bisa ketemu sama wanita kesayangan mereka, Raka terpaksa nanti ajak minum bareng demi menjalankan keinginannya tangannya menari dengan indah di badannya Sisil walaupun dalam keadaan setengah sadar membuat Raka bahagia walaupun sedikit ribet tentunya
" iyah sayang pas jam tujuh malam kita olahraga panas bareng mau yah kangen tahu" ucap Raka merayu
" baiklah jam sebelas kita sudah jalan pulang yah jangan nginep nanti aku bilang sama orang tua aku kalo kita mau minum minum" ucap Sisil
" semoga diijinkan yah sayang sayang aku enggak masalah kan" ucap Viona merasa enggak tega
__ADS_1
" iyah sayang kita ikutin kalian saja" ucap Michel
didalam mobil Michel dan Raka melakukan ciuman panas bareng Sisil dan Viona tangannya Michel dan Raka menari dengan indah di badannya Sisil dan Viona setelah ciuman panas mereka melanjutkan melihat proyek pembangunan kampus cinta
" jadi semangat kembali aku, yuk lanjut kerja" goda Michel yang kali ini duduk didampingi Sisil dan Viona membuat Raka kesel melihatnya tapi Raka harus pasrah
" gombal bisa saja apa lagi sampai panjat pinang pasti semangat nya luar biasa kan" ledek dan goda Viona
" apa lagi itu semangat nya sampai puncak gunung kembarnya kamu sayang" goda Raka nafsong
" modus uh" protes Viona kesal
Sisil cuma bisa menjadi pendengar setia soal panjat pinang karena keyakinan Sisil yang enggak mau digoyahkan dengan kenikmatan sesaat
__ADS_1