
setelah puas memadamkan panas luar biasa kini Viona merasa lega sekali, ada ada saja ide gila Michel dan Raka, Viona yang melihat Michel tidur setelah mandi langsung tersenyum bahagia dan langsung keluar kamar melihat Sisil dan Raka sudah ada di ruang tamu sambil ngemil donat yang mereka buat tadi untungnya aksi panas tadi dilakukan di kamarnya Michel jadi aman
" viona anterin saya ke bandara ya soalnya mendadak ayah mau saya pulang sekarang soalnya besok ada rapat sama client besar katanya" ucap Sisil sedih
" Raka juga bearti yah sekarang pulangnya" ucap Viona bahagia kini yang tinggal di apartemen cuman berdua sangat menyenangkan akan lebih bebas fikir viona
" iyah, yah sudah sil kita siap siap sekarang" ucap Raka langsung pergi ke kamar
Raka yang jalan duluan ke kamar kaget melihat bos laknatnya tidur kelelahan karena efek obat tadi rencananya bener beeenr gagal, Raka langsung merapihkan barang bawaannya kedalam koper
" duh tinggal berdua kecebongnya bisa lebih berkembang nih tinggal dua puluh empat jam bareng, jadi pengen juga tinggal bareng miftha tanpa status dulu" batin Raka bahagia saat memikirkan miftha
dilain sisi, Viona membantu sisil merapihkan bajunya kedalam koper, pulang pulang Sisil membawa dua koper Sisil yang enggak sengaja melihat le hernya Viona mendadak sedih dan optimis rencananya berjalan dengan lancar
__ADS_1
" setelah saya pergi kamu puas puasin kebersamaan dengan Michel yah vi ingat bulan depan tinggalkan Michel apapun alasannya oke" perintah Sisil berusaha tegar
" baik sil saya akan lakukan apapun asal kamu bahagia walaupun mengorbankan kebahagiaan saya sil jujur saya mulai jatuh cinta sama Michel juga, saya enggak pernah bosen ingatkan kamu kalo kecebongnya berubah saya bisa lebih egois sil maafkan saya tapi saya berusaha nurutin keinginan kamu" ucap Viona memeluk Sisil bagaimana pun Sisil sahabat yang berjasa terhadap kehidupannya tanpa kebaikan sisil dan keluarganya Viona enggak akan merasakan kemewahan dan bisa leha leha
" saya tunggu kabar baiknya vi, yuk jalan" lanjut Sisil lemes antara percaya dan enggak
Raka, viona,dan Sisil berangkat ke bandara tanpa membangunkan Michel yang tidurnya sangat nyenyak, Viona mengecek pekerjaan yang dikirimkan sama Eriko ke email-nya Viona berusaha fokus sama pekerjaan tanpa memikirkan apa yang tadi dibahas sama Sisil
" enggak masalah Raka santai saja, oh yah sisil saya sudah kirim ke email-nya om Eriko jadi bisa di ACC sama om Eriko" ucap Viona yang masih fokus sama handphone nya
" oke vi, besok rapat juga karena hasil kerja kita selama disini untungnya bawa laptop yah jadi perjalanan dinas tetap produktif sama perusahaan" ucap sisil bahagia
" begitulah seorang CEO sil walaupun lagi mengerjakan proyek tapi enggak boleh meninggalkan tanggung jawab lainnya, bahkan di rumah masih mengerjakan pekerjaan itu artinya perusahaan yang dikelola banyak peminatnya walaupun menyita waktu santai" lanjut Raka sedikit sedih karena merasakan waktu santainya cuman sedikit
__ADS_1
" apa lagi asisten sil sudah menjalankan pekerjaan kantor harus menjalani pekerjaan pribadi atasan yang penting sampai enggak penting" sambung Raka terkekeh
" tapi kan isi ATM dobel Raka walaupun dapet tugas diluar perusahaan" sindir Sisil mendapatkan kekehan Raka
setibanya di Bandara Sisil dan viona pelukan ada rasa enggak rela Viona menghabiskan banyak waktu berdua sama Michel selama menjalankan pekerjaan mereka selama di Makassar
" kalian kalo sampai kabarin saya yah hati hati dijalan" ucap Viona sedih
" iyah vi" ucap Raka mendadak mencium bibirnya Viona dengan lembut
" maafkan saya sampai jumpa lagi" sambung Raka mengacak acak rambut nya viona
" dasar soang main nyosor saja" batin Sisil
__ADS_1