
setelah makan bareng Sisil melancarkan aksinya pura pura ke toilet setelah berhasil kabur Sisil buru buru ke parkiran mobil dan meninggalkan mobil, setelah puas ngobrol viona telefon Sisil kenapa lama sekali dari toilet Michel yang melihat Viona bingung ngajak ngobrol Viona
" sepertinya sahabat kamu pergi Viona" ucap Raka tadi enggak sengaja melihat Sisil jalan kearah luar
" jahat sekali sih dikerjain seperti ini" protes Michel yang melihat Viona sedih
" yah sudah saya bisa naik taxi online saja permisi" ucap Viona ramah sambil jalan tiba tiba tangannya di pegang Michel
" tunggu biarin saya antar dan Raka yang pulangnya naik taxi online" ajakan Michel melihat Viona betapa halusnya tangannya
" jadi tumbal lagi apes apes" batin Raka kesel
" yah sudah enggak apa apa viona saya naik taxi online kamu dianterin sama pak Michel dia jinak kok" ledek Raka yang mendapatkan tatapan maut
" tapi saya enggak enak" tolak Viona
__ADS_1
tanpa berdrama lebih lama lagi Michel gandeng tangan Viona sampe parkiran mobil sedangkan Raka cuma bisa berdengus kesal melihat kelakuan bosnya yang selalu modus sama setiap wanita
dilain sisi, Sisil merasa senang akhirnya mendapatkan ide dadakan meninggalkan Viona dengan begitu Viona punya alasan dianter sama Michel, Sisil langsung menuju rumahnya awalnya mau rileksasi enggak jadi karena ketemu sama Michel target nya lebih penting
dilain sisi, Michel mengajak ngobrol Viona awalnya Michel kenal sama Viona dan Sisil karena proyek pembangunan apartemen selama dua tahun dan ayahnya Sisil selalu minta anaknya melihat pembangunan sekaligus ketemu sama Michel tentunya ditemani sama Viona, Sisil enggak pernah menolak ayahnya suruh melihat proyek perusahaan nya karena setelah lulus kuliah Sisil dan viona langsung bekerja.
" sebelum pulang temenin saya sebentar boleh, saya mau kebengkel" modus Michel melihat Viona dengan senyum manisnya, Michel dari lama sudah menargetkan deketin Viona lebih cantik dan putih dari majikannya yang putih karena perawatan
" tapi apa enggak merepotkan" tolak viona enggak enak
" baiklah Michel" lanjut Viona pasrah
kini Viona memikirkan caranya menjebak Michel supaya ngajak ke hotel, sejujurnya Viona takut melakukan hal ini tapi demi balas budi atas semua yang diberikan keluarga Sisil padanya selama ini luar biasa dari biaya pendidikan dan fasilitas bahkan lulus kuliah Viona langsung mendapatkan pekerjaan tanpa repot repot melamar pekerjaan
setibanya di bengkel mobil Michel diperbaiki ternyata waktu yang dibutuhkan cukup lama dari masalah aki, mesin,dan bensinnya pun tumbennya enggak diisi banyak.
__ADS_1
" dideket sini ada hotel lebih baik kita santai disana dulu bagaimana, kita makan di restoran nya" ucap Michel yang melihat badannya Viona entah kenapa jadi nafsong apa lagi melihat gunung kembarnya menghayal m3r3m45 dengan lembut dan mendengarkan suara merdu Viona dengan desa han lembutnya Michel jadi senyum senyum sendiri
" anda kenapa melihat saya seperti itu mau yah" goda Viona terkekeh
" kenapa wanita karir bajunya selalu menggoda yah" ucap Michel ngelantur
" entahlah saya juga enggak faham desain blazernya seperti ini, memangnya apa yang anda pikirkan" ucap Viona pura pura polos
" kita ke hotel saja yuk mobil saya pasti lama" lanjut Michel mengabaikan pertanyaan Viona
setibanya di kamar hotel Michel semakin tegang melihat Viona yang buka blazernya karena gerah seharian dipakai, Michel yang sudah enggak tahan lagi langsung pegang p4h4 nya Viona dan mengelusnya, viona yang mendapatkan sentu han tentu senang karena rencananya semakin berjalan dengan lancar
" anda kenapa gugup seperti itu Michel"ucap Viona melembutkan suaranya
" maafkan saya sudah lancang tapi saya enggak bisa nahan melihat belahan gunung kembar kamu, maafkan saya ajak kamu ke kamar hotel bukannya ke restoran" ucap Michel seperti orang bodoh biasanya Michel selalu melancarkan aksinya tapi ini berbeda Michel terlihat gugup
__ADS_1
" saya maafkan Michel" lanjut Viona puas melihat Michel