
Raka membawa Miftha ke rumah sakit di korea karena kwartir melihat Miftha muntah terus menerus setelah mendapatkan hasil ronsen Raka mendengar kan penjelasan dokter dengan fokus
" pacar anda seperti nya enggak kuat dingin pak, maaf dari pada pacar anda kenapa kenapa Lebih baik dipercepat Waktu liburan selesai" saran dokter dengan bahasa Korea
" Alhamdulillah masuk angin biasa terimakasih dokter sarannya" ucap Raka lega
" berikan vitamin dan pakai minyak aromaterapi di Korea udara dingin nya lebih parah dari pada di Indonesia yang enggak kuat dingin pasti mudah sakit walaupun pakai jaket tebal" lanjut dokter memberikan resepnya dan membuat Raka dan Miftha keluar dari ruangan dokter dan menebus obat
saat menunggu obat Raka memeluk Miftha yang kedinginan dan mencium bibirnya Miftha dengan lembut diam diam tangannya Raka m3r3m45 p4h4 nya Miftha dengan lembut memberikan sensasi hangat membuat Miftha berkurang rasa dinginnya
" terimakasih sayang aku mulai hangat badan aku walaupun modus yah" protes Miftha
" kan aku peduli sayang enggak tega melihat kamu kedinginan besok kita pulang saja yah ke Indonesia" bujuk Raka memeluk bahunya Miftha
" Iyah sayang aku sudah enggak kuat sayang maaf yaah baadan aku norak enggak bisa liburan di negara ini padahal pemandangan nya bagus" lanjut Miftha Malu
" enggak usah malu sayang memang enggak semua orang bisa nahan dingin yang lebih dingin seperti ini sayang jadi santai saja yah" lanjut Raka yang tangannya diam diam m3r3m45 gunung kembarnya Miftha membuat Miftha mencubit pingganya Raka
" au sakit sayang kok dicubit sih" ucap Raka yang tangannya masih nempel di gunung kembarnya Miftha
"jangan mecum di tempat umum sayang nanti di hotel saja yah sekalian istirahat" lanjut Miftha melepaskan tangannya Raka
" asik dengan senang hati" lanjut Raka bahagia
dilain sisi, Michel tiba di rumahnya Satria langsung membuka handphone nya mengecek perusahaan dan kampus cinta ayahnya Satria yang melihat Michel sibuk bekerja bukannya tidur membuatnya iri andaikan anaknya seperti Michel. tentunya kini perusahaan sepenuhnya Satria yang menjalankan nya
__ADS_1
" masih mantau pekerjaan" ucap ayahnya Satria duduk di sofa
" iyah om banyak email masuk, besok saya langsung ke kantor lagi", ucap Michel yang masih sibuk sama handphone
" andaikan Satria seperti kamu pasti membanggakan orang tua" lanjut ayahnya Satria pelan merasa malu
" Satria berapa bersaudara om mungkin profesi yang Satria inginkan bukan di perusahaan om jangan terlalu maksa om karena hasil nya sia sia" lanjut Michel melihat ayahnya Satria
" anak tunggal karena adiknya meninggal Dunia saat usianya tujuh tahun dan mamahnya satria enggak bisa hamil lagi kalo bukan satria yang melanjutkan terus siapa" lanjut ayahnya Satria frustasi
" saya akan bantu om datang saja ke kantor saya, saya membantu om karena. merasa enggak mudah mendirikan perusahaan besar, perusahaan yang saya kelola sekarang pemberian orang tua saya saat saya baru lulus kuliah dan memang saya mau melanjutkan tanpa paksa dari orang tua" lanjut Michel prihatin sama satria yang mau seenaknya tanpa memikirkan masa depan
" baiklah saya akan ke perusahaan kamu membahas kelangsungan perusahaan om karena fisik om yang sudah tua sakit sakit-sakitan tetap memaksa harus bekerja" lanjut ayahnya Satria malu
" baiklah om langsung tidur, kamu tidur di kamar tamu sudah dibersihkan sama ART" lanjut ayahnya Satria langsung pergi
Michel langsung melanjutkan pekerjaannya sambil mendengarkan musik supaya enggak bosan
dilain sisi, Raka melanjutkan aksinya membuat Miftha kini polos didepan Raka membuat Raka tersenyum bahagia melihatnya
" apa masih dingin sayang" goda Raka tangannya menari dengan indah dibadanya Miftha
" masih sayang" goda Miftha langsung ikutan tangannya menari dengan indah dibadanya Raka
Raka mencium bibirnya Miftha setelah puas menji Lat l3h3r dan d4d4 Miftha dengan lembut tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Miftha dengan lembut membuat Miftha selalu mende sah menikmati setiap sentu han yang diberikan Raka begitu lembut
__ADS_1
" aaahhh sayang luar biasa" desa han Miftha
" ahhh sayang aku sudah enggak dingin lagi oooh sayang" sambung Miftha mende sah menikmati pergerakan tangannya Raka
" langsung gelut sayang aku sudah enggak sabar" goda Raka memainkan puncak gunung Miftha dengan lembut
" aaahhh sayang geli hayu" desa han Miftha
Raka menggendong Miftha yang polos ke kasur dan memasukan rudalnya kedalam goa favoritnya perlahan lahan memaju mundurkan pinggangnya dengan lembut tangannya. Raka menari dengan indah lagi dibadanya Miftha mencium bibirnya Miftha setelah puas menji Lat l3h3r dan d4d4 Miftha dengan lembut tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Miftha dengan lembut membuat Miftha selalu dan selalu mende sah penuh kenikmatan
" aaahhh sayang luar biasa sayang aku suka" desa han Miftha memeluk Raka yang polos
" suara kamu semakin merdu sayang aku selalu suka mendengarkan nya" ucap Raka semakin semangat memaju mundurkan pinggangnya dan m3r3m45 gunung kembarnya Miftha
" ooohh Raka sayang luar biasa" desa han Miftha semakin keras merasakan sensasi luar biasa
" aaahhh sayang luar biasa ooohh" desa han Raka semakin semangat m3r3m45 gunung kembarnya Miftha dan memaju mundurkan pinggang nya semakin cepat
cairan hangat pun akhirnya keluar juga dan dimasukkan kedalam pangkal pahanya Miftha membuat Raka mengakhiri olahraga favoritnya
" terima sayang aku selalu puas" ucap Raka mencium kening nya Miftha
" kita lanjut ronde kedua dan langsung mandi yah" goda Miftha lemes tapi masih mau melanjutkan olahraga panasnya didalam kamar mandi
Raka menggendong badannya Miftha yang masih polos tangannya Miftha memeluk lehernya Raka
__ADS_1