
puas berkeliling kampus dan diskusi sebentar sama rektor kampus, Eriko mengajak keluarganya jalan jalan sedangkan Michel dan Raka makan siang bareng, rasanya hambar enggak ada Michel dan Raka, wajah Eriko terlihat serius dan tegang membuat Sisil dan Viona merasa takut melihatnya tapi keduanya berusaha tenang melihatnya
" setelah makan ayah mau tanya sesuatu sama kalian berdua" ucap Eriko serius
" ada apa sih ayah dan bunda" ucap sisil kwartir
" nanti juga kalian tahu apa yang ingin kami bahas sama kalian" ucap Elma mengelus rambutnya Sisil dan Viona bersamaan
" mengenai apa kalo kita boleh tahu" ucap Viona ikut penasaran
" kalian diam lah biarkan mobil ini jalan dengan tenang saat makan kita nikmati makanan tanpa bicara apapun" tegas Eriko melihat Sisil dan Viona
Sisil dan Viona yang enggak tahu apa yang mau dibahas cuman bisa sabar menunggu, sesampainya di cafe Eriko langsung menghampiri meja yang sudah disiapkan sama anak buahnya, Sisil dan Viona menikmati makanan dengan perasaan was was takut ketauan apa yang mereka lakukan selama ini, baik sisil maupun Viona belum siap kalo Eriko kecewa secepat ini. setelah makan Eriko memerintahkan Sisil dan Viona buat buka kotak merah didepan mereka dengan wajah yang bingung akhirnya mereka nurut sama perintah ayahnya.
__ADS_1
" bikin penasaran nih kotak" protes Sisil
" sama sil apa ya isinya" ucap Viona sama sama gugup
" buka lah kotak itu bersamaan" perintah Eriko
saat kotak dibuka bersamaan Sisil dan Viona kaget melihat isi didalam kotak warna merah dan otomatis Sisil dan Viona langsung memeluk Elma bersamaan
" itu akan menjadi milik kalian kalo kalian mendapatkan pendamping hidup kalian, selain mendapatkan perhiasan itu kalian mendapatkan hadiah lainnya dari bunda" ucap Elma bahagia
" insyaallah kita bisa mendapatkan pendamping hidup yang baik bunda" ucap Sisil melirik Viona
" tapi saya belum mempunyai pasangan bunda jadi akan lama menerima kalung itu" ucap Viona sedih dan bingung sama hubungan nya sama Michel yang belum jelas
__ADS_1
" jangan pesimis seperti itu sayang, optimis saja kamu bisa mendapatkan jodoh ingat yah nak dapet jodoh yang baik dan tulus menerima kamu apa adanya jangan ada syarat apapun" lanjut Eriko memeluk Viona
" iyah ayah" lanjut Viona bingung
dilain sisi, Michel dan Raka makan siang berdua enggak semangat karena enggak ada yang mereka gombalin sama sekali, Michel dan Raka makan sambil memantau perusahaan dari handphone nya dengan serius
" Raka kamu kembali ke kantor ya beberapa hari lagi" perintah Michel serius
" siap bro kira kira siapa yang bakal ikut ke Jakarta yah Viona atau sisil" ucap Raka penasaran
" seperti nya Viona deh Raka soalnya saya dan Sisil masih mau mantau kampus itu dulu pembangunnya, untungnya pembangunan rumah lebih cepet yah Sisil luar biasa mau membiayai tukang yang bekerja dua puluh empat jam jadi pembangunan bisa dilakukan dengan lebih cepat" puji Michel
" sepertinya sisil tipe orang yang pengen cepet proyeknya demi keuntungan keren cewek itu" puji Raka bangga
__ADS_1
" saya juga enggak menyangka sisil mau menambahkan pengeluaran buat bayar tukang yang ngerjain malam keren tuh cewek" puji Michel enggak menyesal menerima kerjasama