
Michel yang kwatir Eriko ikut ke Makassar segera ngontrak beberapa hari selama Eriko ada di Makassar, Viona membantu Michel merapihkan apartemen sebelah yang sudah di sewa, sejujurnya Michel paling males bercape seperti ini untuk membersihkan apartemen biasanya Michel tinggal bayar orang semuanya beras selama sama Viona Michel jadi terbiasa mengerjakan semuanya sendiri walaupun selesai beberas mendapatkan olahraga menyenangkan yang diajak viona dengan terpaksa Michel rela berkotor ria dan berkeringat
" sayang maaf ya kamu tinggal disini apa enggak sebaiknya di apartemen kamu saja" ucap Viona memainkan rudalnya Michel dengan lembut
" enggak masalah sayang kalo terlalu jauh tentu lebih susah ketemu kamu lagian Raka katanya mau main sama kamu sayang, walaupun ada pak Eriko kita bisa kucing kucingan walaupun lebih susah dari pada ada sisil" ucap Michel m3r3m45 gunung kembarnya Viona
" oh karena Raka mau disini, ya semoga saja rencana kalian aman sayang aku takut ketahuan sama om Eriko dia berjasa sama hidup aku" lanjut Viona enggak membayangkan betapa kecewanya Eriko saat tahu kelakuannya selama di Makassar
" kamu tenang saja sayang aku enggak akan membuat pak Eriko marah sama kamu sayang" lanjut Michel mencium bibirnya Viona dengan lembut
dilain sisi, Sisil dan Raka pergi ke caffe yang di inginkan Raka, Raka mengajak Sisil minum dan makan cemilan, Sisil setengah sadar setelah minum dua botol, Raka yang melihatnya langsung membantu sisil istirahat dikamar untuk menghilangkan rasa pusing di kepala
__ADS_1
" Raka kenapa Michel susah sekali mencintai saya dengan murni" ucap Sisil ngelantur saat tiduran di kamar
" karena Michel masih mau bebas sil andaikan kamu mau jadi teman ranjang Michel tentu dengan mudah deket sama Michel tentunya sama saya" batin Raka sambil memainkan pucuk gunung kembarnya Sisil dengan mudah
Raka senang melakukan ini dengan sisil tapi bisa menahan nafsongnya Raka enggak ingin memaksa sisil yang ingin melakukan panjat pinang setelah menikah, tangannya Raka menari dengan indah dari ujung kaki sampai ujung kepalanya sisil dengan kondisi sisil polos didepannya, sisil membalas ciuman yang diberikan Raka padanya dalam kondisi setengah sadar
" Raka masukin saja Raka saya enggak kuat lagi" goda Sisil merasakan sensasi luar biasa dari tangannya Raka
" Belum sih tapi ini tanggung Raka atau kita akhiri saja yah saya sudah puas dan ngantuk" lanjut Sisil yang langsung merem
" wanita luar biasa, Raka merapihkan baajunya sisil dengan hati hati, walaupun ucapan ngelantur setelah bangun tidur sisil selalu lupa apapun yang diobrolkan sama Raka dan apa yang sudah dilakukannya dalam keadaan sadar sudah dipastikan Sisil akan marah besar
__ADS_1
" terimakasih Sisil selalu menerima diajak minum" ucap Raka menciumi seluruh wajahnya Sisil dan langsung ke kamar mandi melanjutkan solo karir
Sisil dibawa ke apartemen miftha karena mustahil dalam kondisi setengah sadar dibawa pulang bisa bisa Raka dimusnahkan daari muka bumi, miftha yang mendengar penjelasan Raka akhirnya mengerti dan membawa sisil kekamar tamu dan selimuti sisil yang tidurnya nyenyak, Raka membawa kursi roda untuk membawa sisil masuk ke apartemen yang ada di lantai dua saat sisil membuka mata terpaksa Raka memasukkan obat tidur supaya aman membawa sisil
" sayang karena ada sisil setelah ini aku pulang yah besok sisil sadar bilang saja kamu mengajak Sisil nginep disini setelah minum sama aku dan jangan bilang aku foreplay sama dia" ucap Raka m3r3m45 gunung kembarnya miftha
" aaahhh iyah sayang, kamu bisa nahan godaan yah melihat daging bening didepan kamu" goda miftha melihat ekspresi Raka
" kalo aku enggak takut sama pak Eriko sudah aku dan michel eksekusi Sisil sayang selama di Makassar yang berani pegang sisil cuman aku sayang, seperti nya Sisil takut dipegang Michel takut Michel hilaf karena aku bisa nahan tangan aku sedangkan Michel lebih liar" lanjut Raka menciumi le her dan gunung kembarnya miftha dengan lembut
" aaaaggghhh pantes sisil santai minum sama kamu tanpa rasa takut cerdik juga kamu sayang dan bisa nahan nafsong kamu" desa han dan puji miftha
__ADS_1
" sama aku dari awal enggak ada takut sama sekali dasar" batin miftha kesel