TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
keisengan Raka


__ADS_3

setelah dari kantornya Sisil kini Raka kembali ke kantornya melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk walaupun Michel lagi sibuk sama proyek besarnya tapi Michel masih melanjutkan pekerjaannya dikantornya jadi pekerjaannya Raka enggak terlalu banyak, Raka yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya langsung vidio call sama Michel yang lagi melihat pembangunan apartemen


" siang bos ganteng" goda Raka saat telepon tersambung


" yang muji perempuan tentu saya bahagia tapi kalo kamu yang muji ya najis saya masih normal" protes Michel kesel


" ada kabar gembira pak" ucap Raka terkekeh melihat wajah galak bosnya


" kabar apa Raka" lanjut Michel penasaran


" kasih bonus dulu baru saya kasih tahu anda, kalo bukan karena saya kabar gembira ini enggak akan didapatkan" lanjut Raka negosiasi


" baiklah saya kasih kamu uang buat ajak temen ranjang kamu foya foya puas enggak" ledek Michel kesel berani berani asistennya negosiasi

__ADS_1


" asik mantap lah, saya dua kali ajak Sisil minum saat dia setengah sadar dia menyebutkan nama anda pak dan saya yakin sisil mencintai anda tapi enggak berani di unboxing sebelum menikah" ucap Raka antusias membuat Michel nganga mendengar ucapan Raka


" serius Raka kok tahu" lanjut Michel enggak percaya


" iyah sisil bilang kenapa Michel engga bisa mencintai dia dengan wajar dan deketin Michel tanpa harus di unboxing begitu katanya pak" lanjut Raka


" saya mau minta seratus juta pak beliin Miftha barang barang kesukaan dia" sambung Raka bahagia


" ambilah lah sana seratus juta, saya juga mulai nyaman sama Sisil dia baik, perhatian,dan pinter lagi pastinya menggoda sama seperti Viona lebih mantap viona mau saya unboxing sampai sekarang, saya masih mau bebas Raka masih belum mau serius berumah tangga" lanjut Michel bingung


" terimakasih bro atas informasinya yah" lanjut Michel jadi tahu perasaan Sisil padanya pantas sisil mencari cara tetap deket sama Michel semuanya karena cinta


dilain sisi, Miftha ketemu sama Sisil di sebuah cafe, Sisil mengajak Miftha belanja dan ke salon setelah pulang kerja, Sisil memang bosan di rumah saja

__ADS_1


" Miftha apa kamu mau bekerja" ucap Sisil sambil merasakan rileksasi dipijit di sebuah salon begitu juga dengan Miftha


" kerja apa sil dan dimana" ucap Miftha


" jadi seketaris di universitas milik saya dan Michel kita baru buka sih dan masih mencari calon karyawan di Makassar" lanjut Sisil melihat Miftha


" kalo di Jakarta saya mau sil kalo jauh kasihan Raka kalo lagi butuh pelepasan nafsongnya kan" lanjut Miftha terkekeh


" rela berkorban sekali kamu sama Raka Miftha, berarti kebutuhan hidup kamu ditanggung sama Raka" tebak Sisil dijawab anggukan sama Miftha


" iyah sil sebelumnya saya seketaris di perusahaan Michel selama sepuluh tahun, dan jadi teman ranjangnya Michel dua tahun karena saya gila uang saya saya akhirnya dipecat sil secara enggak profesional dan kehidupan saya ditanggung sama Raka dengan syarat mau jadi teman ranjang dia dengan memberikan uang buat kebutuhan hidup saya tentunya dibawah Michel seratus persen Raka mengajarkan saya hidup hemat" cerita Miftha berkaca kaca.


" oh pantes kamu rela berkorban enggak banyak keluar apartemen demi Raka walaupun dia sama sama liar tapi Raka ternyata orang sebaik itu yah kagum saya sama Raka" lanjut Sisil

__ADS_1


" maaf kalo saya kagum" sambung Sisil merasa enggak enak


" santai saja sil selama Raka masih mau bebas yah saya berusaha enggak cemburu lagian hubungan saya sama Raka bukan pacaran resmi kok santai saja" lanjut Miftha sedikit cemburu perlahan Miftha menyukai Raka


__ADS_2