
Ingin kesal tapi Farhan adalah abangnya sendiri jika dibiarkan maka akan semakin besar kemungkinan watak Hamid menular padanya, serba salah Kamil ingin mengetahui semuanya tapi dia juga tak ingin mengeluarkan uangnya meski hanya satu rupiah sekalipun. Baginya lebih baik memberikan pada orang yang membutuhkan daripada harus mengeluarkan uangnya untuk Farhan yang notabene sebelas dua belas dengan papanya.
”Ck! Dia pikir dia siapa mau memeras diriku!” gumam Kamil. ”Lebih manfaat aku kirimkan ke panti asuhan daripada masuk ke rekening penjahat sepertimu, maafin Kamil ya Bang!”
Kamil segera memerintahkan Daren memasang CCTV di ruangannya agar setiap saat bisa memantau gerak setiap orang yang masuk ke sana karena dia tidak mungkin standby setiap waktu.
”Hallo ada apa Ma?”
”Apa kau di kantor?”
”Benar, apa kau butuh sesuatu? Katakan aku akan membawanya nanti.”
”Tidak ada, tolong kalian datang ke rumah nanti malam mama mau mengenalkan seseorang nanti.”
”Baiklah, tapi jangan bilang jika mama mau menikah lagi karena itu adalah kalimat horor yang tak ingin Kamil dengar.”
”Kita lihat saja nanti, sampai jumpa!”
Bip.
Kamil tak dapat menahan tawanya mendengar perkataan mamanya, demi apa dia melarangnya menikah lagi karena sebenarnya Alika sama sekali tidak kekurangan materi apapun yang dia inginkan selalu terpenuhi, hanya saja soal cinta wanita itu kurang beruntung karena dijodohkan kedua orang tua bukanlah jaminan baginya bisa bahagia karena nyatanya Hamid selingkuh dengan wanita yang lebih muda.
”Pak Kamil sudah pulang?” Junot terkejut melihat sosok bosnya ada di depannya.
”Seperti yang kau lihat, btw bagaimana target pemasarannya kenapa laporannya belum juga masuk ke data yang sudah di input kemarin sore.”
”Soal itu saya sudah ijin pada Daren jika akan menyetorkannya telat karena kemarin saya seharian di rumah sakit menunggu anak saya yang sedang dirawat di sana,” jelas Junot.
”Oh begitukah, baiklah saya tunggu inputnya segera karena akan akhir bulan bukan.”
Junot hanya mengangguk saja mendengar penjelasan dari Kamil dan segera pamit untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
Seketika Kamil ingat Medina bagaimana kabar wanita itu tadi pagi dia mengeluh sakit perut. Kamil kembali mengeluarkan benda pipih persegi tersebut dan menghubungi Medina. Sayangnya panggilannya tidak langsung dijawabnya dan hal ini membuat Kamil semakin cemas hingga tiga kali baru terdengar suaranya.
”Kenapa lama sekali Sayang, kau baik-baik saja kan?”
”Maafkan aku karena aku baru saja mandi, sejak tadi tubuhku rasanya lemas sekali.”
__ADS_1
”Sebaiknya kita periksa ke Dokter, siapa tahu kau hamil.”
”Benarkah?”
”Aku akan menjemputmu setelah ada rapat siang ini, sebaiknya kau istirahat dulu jika ada sesuatu segera hubungi aku!”
”Oke baiklah jika begitu sampai jumpa.”
Kamil segera mengakhiri panggilannya dan memulai rapat dengan stafnya.
***
”Sedang apa kau di sini?” Farhan terkejut melihat Alea datang ke kantornya siang ini.
”Kita makan siang Sayang, memangnya kau tidak merasa lapar?” Alea menghampiri Farhan dan langsung duduk di pangkuannya tentu saja hal itu membuat sekretarisnya sedikit kesal karena tadi dialah yang melakukan hal itu. Apakah Alea melihat semuanya?
”Aku memang belum makan siang tapi nanti dulu karena aku masih memiliki beberapa pekerjaan yang belum selesai Alea.”
Alea menata kesal pada sekretaris suaminya karena sudah bertindak bodoh sekarang kenapa dia tidak pergi saja bukankah dirinya sudah ada di depannya. Farhan tahu jika istrinya Alea tengah dibakar api cemburu karena kehadiran Laras sekretarisnya namun dia tidak peduli, dia justru sengaja memanfaatkan momen ini agar Alea tidak lagi macam-macam apalagi menolaknya.
Tanpa membalas lagi Laras pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan hati yang juga dipenuhi dengan kekesalan karena acaranya merayu Farhan kembali gagal sudah beberapa kali dia berusaha merayu tapi sepertinya Farhan masih bertahan untuk tidak tergoda.
”Kamu ada affair dengannya?” tanya Alea membuat Farhan yang fokus kerja pun menghentikan kegiatannya dan memfokuskan dirinya pada Alea.
”Apa aku terlihat seperti seorang pembohong?” balas Farhan tidak terima dengan tuduhan Alea.
”Bisa saja kan kalian berhubungan terlebih kalian itu berdua satu kantor setiap hari ketemu dan lihat dari cara berpakaian sepertinya dia memang pintar menggaet laki-laki.”
Farhan terkekeh seraya menggelengkan kepala dia tidak habis pikir dengan perkataan Alea yang tidak masuk akal. ”Kau lupa bagaimana aku mendapatkan dirimu? Susah payah kan, mana mungkin aku akan menghianati apa yang telah kau berikan padaku. Oh iya Sayang, nanti malam mama mengundang kita untuk makan malam di rumahnya.”
”Aku tidak mau datang!” tolak Alea tegas.
”Kenapa, apa kau cemas dengan kejadian tempo hari? Tenang saja kamu jangan khawatir aku akan tetap membelamu Sayang, justru kita harus perlihatkan pada mereka jika pernikahan kita memang harmonis bukan?”
Alea sebenarnya malas pergi ke sana mengingat hinaan Alika padanya perihal dia yang tidak seperti medina membuatnya kesal, padahal dirinya sudah ikut bekerja keras membesarkan perusahaannya apakah mertuanya lupa?
”Aku malas! Kau datang saja sendiri!’’
__ADS_1
”Astaga jangan begitu, tolong mengertilah bagaimanapun dia adalah mamaku dan aku tidak bisa menolak untuk berkata tidak padanya, kau hanya perlu ikut denganku selebihnya aku yang akan mengurusnya.”
”Aku ragu Bang.”
Farhan menggenggam erat tangan Alea menyakinkan pada wanitanya bahwa semua akan baik-baik saja. Farhan mengeluarkan card dari dalam dompetnya dan memberikannya pada Alea.
”Pergilah berbelanja yang kau mau, nanti malam dandan yang cantik.”
Alea mengambil card tersebut dengan senyum mengembang di wajahnya. ”Makasih Bang.”
Cup!
Alea menarik diri dan bergegas keluar dari ruangan Farhan. ”Dasar wanita di mana saja sama!”
”Benarkah? Bagaimana denganku?” Laras kembali ke ruangan Farhan setelah memastikan jika Alea pergi meninggalkan kantor suaminya.
Alea sendiri senang bukan main bisa mendapatkan back card yang sudah lama dia nanti-nantikan. Percuma menjadi istrinya jika dia sama sekali tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia sudah memberikan yang dia miliki untuk Farhan setidaknya dia pantas mendapatkan semua ini, itulah yang terpikirkan oleh Alea.
Dirinya berbelanja barang-barang mewah dari gaun dan juga perhiasan dia tidak peduli berapa banyak yang sudah dia keluarkan yang penting hatinya bahagia. Dirinya juga menyempatkan diri ke salon mempercantik dirinya sendiri.
Hingga tanpa sadar dia menabrak seseorang, bugh!
”Aduh maaf Tante, saya gak sengaja.”
Alea langsung bangun dan menata belanjaannya kembali.
”Ini Tante, sekali lagi aku minta maaf.”
”Kau ... sedang apa kau berada di sini?” Alea terkejut melihat sosok Malvin berada di mall siang ini untuk apa dia di sini bukankah seharusnya dia sedang di sekolah.
”Ngapain kamu di sini?” tanya Alea.
”Malvin ayo pulang Nak!”
”Aku sedang bersama dengan Papaku Tante, dia papaku,” ucap Malvin.
”Papa?” Alea kebingungan kenapa ada pria muda mengaku sebagai papanya Malvin, apa ini mantan suaminya Medina istrinya Kamil, lalu sedang apa dia di sini?
__ADS_1