
Mempermalukan diri sendiri itulah yang sedang dilakukan oleh Lastri, ketika semua orang bersimpati pada Medina dirinya justru diacuhkan seperti yang sedang dirasakannya saat ini.
”Anda suaminya Medina kan? Kau beruntung mendapatkannya,” ucap Bu Yanti. ”Dia sangat baik dan perhatian dengan keluarganya.”
”Tentu saja,” balas Kamil sombong dia ingin membuktikan pada keluarga mantan istrinya jika dirinya berhasil membuat mantan menantu yang dibuangnya itu lebih bahagia sekarang.
”Maafkan kelakuan saya dulu, saya tidak bermaksud untuk ...”
”Tidak masalah semua sudah berlalu dan saya sudah memaafkannya,” potong Kamil.
”Oh iya bisa saya bicara dengan Pak Daffa sebentar,” ucap Kamil.
”Baik, silakan.” Daffa mengajak Kamil keluar dari ruangan ibunya.
”Hidupmu pasti lebih bahagia ya, tinggal bersama dengan orang kaya!” ucap Lastri.
” Lastri jaga bicaramu tidak seharusnya kau berbuat seperti itu ingat bagaimanapun dia adalah mantan menantu ibu,” ujar Bu Yanti yang tidak mau terjadi keributan.
Lastri kesal karena mertuanya tidak membelanya tapi justru membela mantan menantunya itu, ”Kau puas kan sekarang?"
”Mbak Lastri jangan begitu, bagaimanapun Mbak juga ibu sambung untuk putra saya Malvin. Sudah sepantasnya menjaga silaturahmi bukan, tolong jangan membuat hubungan jadi bersitegang," balas Medina.
”Apa yang dikatakan oleh Medina benar, sebaiknya kau lebih mementingkan keluargamu daripada karirmu. Bukankah putraku sudah memberikanmu nafkah yang cukup,” ungkap Bu Yanti.
”Ya awalnya aku memang keberatan tapi sekarang tidak lagi karena sudah mendapat gantinya.”
”Apa maksudmu?”
”Ibu tidak tahu kan jika diam-diam Mas Daffa memberikan nafkah pada putranya Malvin dua puluh lima persen dari gajinya,” ungkap Lastri.
”Jangan memfitnah putraku karena dia hanyalah melakukan kewajibannya bagaimanapun Malvin adalah putranya,” ucap Bu Yanti membenarkan tindakan Daffa.
”Bukankah uang tersebut sudah dikembalikan oleh suamiku?" tanya Medina.
”Iya dan jumlahnya lebih dari cukup, terima kasih banyak," ucap Lastri sumringah.
”Tapi kau sudah menghabiskannya bukan?” tukas Bu Yanti.
”Bukankah itu uangku jadi suka-suka saya dong Bu, mau ngapain dengan uang tersebut.”
”Astaghfirullah," lirih Medina dia tidak menyangka jika Lastri wanita pilihan mantan ibu mertuanya itu begitu berani melawan perkataan Bu Yanti.
”Sayang apa sudah selesai? Kita pulang sekarang,” ajak Kamil begitu masuk ke ruangan tersebut.
”Ayo kita pulang. Bu, ini ada sedikit buat ibu tolong diterima semoga cepat sembuh. Medina pamit dulu ya,” ucsp Medina.
__ADS_1
”Terima kasih banyak Nak.” Kedua mata Bu Yanti berkaca-kaca melepas Medina pulang.
”Mereka begitu bahagia ya, ibu sudah salah menilainya.”
”Apa ibu menyesalinya sekarang?” tanya Lastri.
”Ibu harusnya sadar jikapun dia masih bersama dengan Mas Daffa sekalipun dia belum tentu bahagia dengsn keadaannya saat ini,” tukas Lastri.
”Kau memang pintar meremehkan orang lain Lastri. Meskipun demikian dia wanita yang pandai menjaga kehormatan suaminya," ucap Daffa tegas membuat Lastri kesal seketika.
”Ya Allah, Daffa!” seru Bu Yanti.
”Ada apa Bu?” tanya Daffa terkejut mendengar teriakan ibunya.
”Lihat ini, Medina kasih ibu uang lima puluh juta, ini pertama kalinya dalam hidup ibu memegang uang sebanyak ini, Nak.”
”Halah biasa saja kali paling itu juga uang pemberian dari Kamil suaminya,” ucap Lastri meremehkan.
”Medina itu wanita yang mandiri meskipun dia hanya memiliki bisnis kecil-kecilan tapi tabungannya banyak karena dia sangat teliti dalam menyimpan uangnya,” jelas Daffa.
Lastri tampak tidak senang mendengar pembelaan dari Daffa untuk mantan istrinya. ”Kau sangat tahu detail tentangnya hingga luar dalam. Ck! Jangan-jangan kau masih mencintainya, apa itu benar?”
”Kenapa kau selalu saja membuatku kesal Lastri, tidaklah kau belajar darinya.”
”Ya terserah kau sajalah, aku mau pulang saja capek berlama-lama di sini tapi tidak dihargai.”
”Alea kau di sini?" Medina terkejut melihat Alea berada di ruang tamu menunggu kepulangannya.
”Aku menunggu kalian pulang, kata Malvin kalian di rumah sakit.”
”Bang, sebaiknya Abang ganti baju dulu biar aku temani Alea.” Kamil hanya mengangguk dan memberikan privasi ada dua wanita yang ada di depannya itu.
”Kita bicara di gazebo yuk!” ajak Medina karena di sana lebih nyaman dan Medina suka.
Keduanya pun melangkah kesana dan duduk ditemani minuman hangat yang telah disiapkan oleh asisten rumah tangganya.
”Apa kau ada masalah? Ceritakan lah!” pinta Medina dia bisa melihat raut wajah Alea yang sedang memendam sesuatu.
”Aku sedang bingung dengan sikap Daren.”
”Memangnya dia kenapa? Apa kau bertengkar?”
”Sepertinya dia menghindar dariku, bahkan dia jarang pulang tidak seperti biasanya.”
Medina yang awalnya diam mendengar pun akhirnya bicara meskipun dirinya sempat ragu karena khawatir Alea bakal tersinggung karena ucapannya.
__ADS_1
”Aku harap kau tidak tersinggung dengan perkataanku ini, aku hanya ingin kau menjadi lebih baik. Alea, lebih baik kau pulang ke rumah suamimu Bang Farhan karena bagaimanapun dia masih berstatus suami sah.”
Medina menghela nafasnya dalam-dalam berat tapi dia harus jujur mengutarakan pendapatnya.
”Maaf banget ya, janganlah kau tersinggung mendengar perkataanku kali ini. Tapi aku harap kita bisa tetap saling mengingatkan satu sama lain," ucap Medina.
”Aku khawatir Daren sengaja melakukannya karena dia enggan kembali terkena masalah dengan Bang Farhan apalagi ada Pak Hamid di belakangnya. Daren pun pasti dalam posisi yang tidak baik menurutnya,” sambung Medina.
”Cobalah buka hati dan beri kesempatan pada suami, siapa tahu dia akan berubah tapi jika setelah kesempatwn kedua dia masih sama. Tinggalkan karena kita juga berhak bahagia.”
”Apa dulu kau juga begitu dengan mantan suamimu?” tanya Alea.
Medina pun tersenyum mendengar pertanyaan bagus dari Alea. ”Tentu saja.”
”Lalu kenapa kalian tidak bersama?"
”Kita berdua sudah berusaha keras tapi pada akhirnya mungkin jodoh kita memang cukup sampai di sana. Ibunya Mas Daffa lebih memilih wanita lain buat dijadikan menantunya, saya bisa apa? Karena saya hanyalah anak petani biasa waktu itu.”
”Lalu menyerah?”
”Benar, akhirnya aku nyerah karena tidak kuat melihat fakta jika wanita yang dijodohkan dengan mantan suami ku itu anak orang kaya. Tapi mantan ibu mertuaku sekarang menyesal karena ternyata Lastri tidak menyukai Daffa dan hanya mengutamakan kepuasan diri sendiri.”
”Aku mengerti sekarang maksud dari perkataanmu, Medina.”
”Syukurlah jangan sampai jadi orang yang lupa akan syukur, jika masih bisa diperbaiki maka perbaikilah.”
”Aku juga melihat Daren sedang dekat dengan seorang wanita.”
”Benarkah? Apa kau cemburu?”
”Aku merasa kasihan padanya karena seharusnya dia bebas memilih dengan siapa dia sekarang.”
”MasyaAllah berarti hatimu masih bisa merasakan apa itu cinta dan kasihan.”
”Jadi aku harus ... ”
”Bersabarlah sejauh apapun kita mengejarnya jika memang dia bukan jodoh kita semua akan terasa sia-sia.”
Alea menangis seketika mendengar perkataan Medina membuatnya sedikit tenang sekarang.
”Pulanglah Alea dan beri kesempatan pada abangku untuk membahagiakanmu, aku yakin dia mampu melakukannya.” Kamil pun bersuara setelah beberapa menit menyimak obrolan keduanya.
”Terima kasih.”
”Tunggu saja di sini abangku sedang menuju ke sini untuk menjemputmu.”
__ADS_1
”Apa, sekarang?”