
Aku mengucek-ngucek mataku. Ku lihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul jam satu pagi. Aku keluar dari kamar dengan penglihatan yang masih kabur. Untung saja dapur tidak terlalu jauh dari kamar ku dan nenek, jadi aku bisa lebih gampang dan dekat jika ingin minum dan makan.
Aku membuka kulkas dan mencari sesuatu yang bisa aku makan. Aku menemukan sebuah wafer coklat lalu ku ambil air hangat. Aku berdiri menyandarkan pinggul di meja sambil menikmati wafer dan air hangat. Selama di rumah nenek, hal ini yang aku lakukan. Bangun tengah malam dan mengambil makanan di kulkas. Mengingat dulu, aku sama sekali tidak bisa sesering makan sesuatu seperti sekarang ini.
Bruk!
Aku kaget saat seorang laki-laki masuk ke dalam dapur dengan menggendong seorang perempuan di dadanya. Perempuan itu menggunakan baju mini dress yang dengan jelas menampakkan belahan dada dan pahanya yang mulus. Aku terpaku, tak bisa bergerak melihat mereka sedang bermesraan.
Laki-laki itu menempatkan kekasihnya di atas meja bar lalu mengendus lehernya. Tangannya meraba-raba pinggu seksi kekasihnya itu. Lalu, bibir mereka saling berpagutan. Dia menciumnya sangat dalam dan memain-mainkan lidahnya dengan kekasihnya itu. Lalu, mulutnya mencium menjalar hingga ke dada kekasihnya sampai perempuan itu mendesah.
Bibirnya mencium dada kekasihnya dan menggigitnya. Lalu sebelah tangan si cowok mulai meraba sesuatu yang bulat itu dan memain-mainkannya. Suara desahan si cewek semakin terdengar namun cowok itu langsung menutup mulutnya.
Mereka sangat dikuasai oleh nafsu. Si cowok mulai menarik rok kekasihnya dan meraba-raba bagian yang tersembunyi di dalamnya. Desahannya tidak terlalu terdengar karena mulut kekasihnya itu masih dibungkam oleh si cowok.
Permainan belum cukup sampai di situ. Si cowok membuka dress kekasihnya yang bertali dan mengecup pundaknya berulang kali. Lalu dengan tatapan nakal, si cewek mulai meraba bagian depan si cowok.
Si cowok kembali ******* bibir kekasihnya yang lembut itu disertai remasan dari kekasihnya di bagian bawah si cowok. Kekasihnya itu membuka paksa kancing baju si cowok dan ******* dadanya. Ia sangat menikmati ketika mereka saling berciuman.
__ADS_1
“Kau sangat seksi hari ini,” katanya lalu kembali mencium dada kekasihnya.
Tontonan ini sangat membuatku mual. Aku ingin muntah!
Saat si cowok ingin membuka baju kekasihnya agar lebih menampakkan benda yang tersembunyi di dalam, ia membuka matanya dan langsung melotot ketika melihatku sudah berdiri di sudut sambil menonton mereka.
Asal dia tahu saja, wafer yang ku makan masih menggumpal di dalam mulutku bahkan rasanya aku tidak sanggup lagi memegang gelas dan sisa wafer di tanganku.
Cowok itu langsung terkejut setengah mati setelah melihatku yang sedang menonton mereka.
“Ngapain lo disini??!!!!!” bentaknya. Kekasihnya itu langsung turun dari meja bar dan merapikan pakaiannya.
“Sayang, pergi lah ke kamar. Aku akan menyusul,” katanya kepada kekasihnya itu.
Aku sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Tubuhku benar-benar tidak bisa digerakkan.
“Sejak kapan lo di situ?” katanya menolak pinggang. Bajunya yang dibuka oleh kekasihnya itu dibiarkannya terbuka sehingga menampakkan perutnya yang berotot.
__ADS_1
“G.. gu..” aku sungguh sangat gemetar. Kepalaku pusing.
Tiba-tiba, dia mendekat ke arahku. Aku tidak berani melihatnya saat ini, aku hanya melihat ke samping. Lalu, dia menyandarkan kedua tangannya di meja yang aku sandarkan sehingga tubuhnya yang tinggi itu sekarang sudah setara dengan tinggiku. Dia melihatku dengan sangat dekat, membuatku harus sedikit berjinjit untuk menjauh dari wajahnya.
“Kenapa lo diam?” tanyanya pelan sambil menatapku.
“Ma… mau.. apa.. lo?” tanyaku gugup tak berani melihat matanya.
Dia menarik napas dalam lalu melipat kedua tangannya di dada.
“Gue anggap lo enggak ada di sini saat ini. Kalau gue dengar, lo cerita ke yang lain, gue bakal melakukan hal yang sama ke lo, paham?” katanya. Sontak, aku menatapnya dan mengkerutkan keningku.
“Maksud lo?”
“Gue akan memain-mainkan sesuatu yang ada di dalam baju lo,” ucapnya datar.
Aku menggertakkan gigi dan menarik napas dalam. Kata-kata macam apa itu?
__ADS_1
Pyar!
Aku menyiram tepat di wajahnya oleh air yang ada di tanganku. Bergegas aku meletakkan gelas di atas meja bar dan langsung berlari masuk ke dalam kamar. Dia menjijikkan! Nenek benar, aku harus menjauh dari dia. Dia sangat mengerikan!