Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 19


__ADS_3

Ibu ika meminta Aira agar tidak menggugat cerai atau meminta cerai pada Juan dan memberi kesempatan pada Juan untuk berubah demi Putra.


"Kenapa ga Juan yang meminta maaf dan melakukan semua ini? Memangnya yang aku menjalani rumah tangga sama ibunya apa anaknya sih," batin Aira.


Aira hanya diam mendengar permintaan ibu mertuanya karena sudah terlalu sakit atas penghianatan yang Juan beri untuknya.


"Maaf bu aku butuh waktu untuk memikir kan semua ini karena memang mudah untuk memaafkan tapi tidak mudah untuk melupakan," ucap Aira.


Tak lama Juan pun datang dengan wajah tanpa dosa seakan-akan tak ada salah yang di perbuat.


Tanpa Juan sadari ternyata Tedy mengikuti Juan sampai dekat rumah Aira.


"Akhirnya aku tau dimana kamu tinggal nyonya Juan. Lihat saja esok dan seterusnya kamu ga akan pernah bisa hidup tenang Juan," batin Tedy


Tedy yang bersembunyi di balik tembok dekat rumah Aira tersenyum penuh kemenangan dengan semua rencana buruknya untuk menghancur kan rumah tangga Juan.


Juan pun duduk di samping sang ibu yang berhadapan dengan Aira.


Juan hanya menunduk malu pada ibu mertuanya tanpa merasa bersalah terhadap Aira.


"Dari mana aja nak? Sepertinya kalau bukan ibu mu yang meminta kamu untuk datang kemari, kamu tidak akan mau datang kemari," ucap ibu dengan nada sindiran.

__ADS_1


Juan hanya terdiam tanpa mau menjawab pertanyaan dari mertuanya karena Juan bingung harus menjawab apa.


"Aku tau kamu dari mana, kamu pasti bertemu dengan wanita itu kan? Tadi sebelum aku pergi kamu bilang mau bertemu dengan teman," ucap Aira ketus.


"Aku hanya cari angin dan menenang kan pikiran," jawab Juan beralasan.


"Mana aku percaya sama kamu? Bukannya merasa bersalah dengan apa yang telah kamu perbuat tapi kamu malah senang dengan apa yang terjadi di rumah tangga kita," ucap Aira.


"Silah kan kamu pilih antara aku atau perempuan itu. Aku atau kamu yang gugat cerai," sambung Aira.


"Aku ga akan mencerai kan mu, kamu tuh salah paham Aira. Aku dan dia ga ada hubungan apa-apa, kita cuma berteman," jawab Juan membela diri.


"Cuma teman kata mu, aku punya bukti ya kalau kamu bilang cuma teman," ucap Aira menunjukan isi chat mesra Juan dan Amel yang Aira screenshot dan di kirim ke ponselnya.


"Kalau benar aku hanya salah paham, coba kamu bawa wanita itu dan jelas kan di hadapan ku dan ibu agar aku bisa memaaf kan mu dan kembali pada mu," ucap Aira.


Lagi-lagi Juan hanya terdiam mendengar semua perkataan Aira.


"Maaf kan anak ibu Aira, ibu sudah gagal mendidiknya," ucap ibu menangisi kesalahan yang telah Juan perbuat.


Ibu Ika pun pamit pergi dalam keadaan menangis meninggal kan Juan di rumah Aira, Tedy yang sedari tadi mengintai rumah Aira penasaran dengan kepergian ibu Ika dan membuntuti ibu Ika.

__ADS_1


"Aku bisa menambah rasa hancur kamu Juan lewat ibu mu," gerutu Tedy.


Sesampainya di rumah, ibu ika terus menangis dan mengadu pada sang suami.


"Jadi ini rumahnya. Oke kalau begitu kita lihat besok akan ada kejutan untuk kalian semua," gerutu Tedy.


Tedy pun meninggal kan rumah ibu Ika dengan hati penuh rasa dendam.


...***...


Di rumah Amel


Saat sampai di rumah, ternyata Amel sudah sampai duluan.


Tanpa meninggal kan rasa curiga untuk suaminya, Amel sudah menyiap kan makanan untuk Tedy.


"Ayo mas kita makan, aku udah masak makanan kesukaan kamu," ucap Amel.


"Maaf tapi aku udah makan di cafe yang jauh dari sini dan mampir dulu ke hotel sebelahnya," ucap Tedy dengan nada sindiran untuk Amel.


"Kok dia tau aku tadi ke cafe terus ke hotel sih. Apa dia habis ngikuti ku ya?" batin Amel.

__ADS_1


Tedy melangkah pergi menuju kamarnya meninggal kan Amel yang terdiam penuh tanya.


"Lihat aja, aku akan buat kamu menderita. Sampai kapan pun aku tidak akan melepas kan mu," batin Tedy.


__ADS_2