Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 30


__ADS_3

Juan bekerja dengan giat untuk menafkahi istri dan anaknya tapi di sela kesibukannya bekerja, Juan sedang berusaha mengembalikan kepercayaan Aira padanya.


Rasa percaya yang pernah berubah menjadi rasa kecewa karna Juan yang terlalu mudah tergoda dengan wanita lain.


Informasi yang Juan dapat dari ibunya, bahwa kini Aira bekerja di cafe tempat Aira dulu bekerja sebelum menikah dengan Juan.


Uang yang Juan beri kan pada Aira pun tidak pernah Aira pakai sepeser pun dengan alasan Aira tidak mau menjadi beban untuk Juan.


Tanpa pikir panjang, Juan mencoba untuk pulang di akhir pekan untuk menemui Aira.


"Tunggu aku Aira, aku pasti datang untuk mu. Aku ga mau terus-terusan jauh dari kamu," batin Juan.


Hari jum'at sepulang bekerja, Juan langsung berkemas dan bersiap pergi menuju kota A untuk menemui Aira.


"Kali ini aku harus bisa meluluhkan hati Aira dan membawa dia kembali pada ku, kalau perlu akan ku bawa dia ke sini agar bisa setiap saat kita bersama," batin Juan.


Perjalanan panjang yang Juan tempuh dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di kota tujuan.


...***...


Setelah berjam-jam perjalanan, akhirnya Juan sampai di kota tujuan dan langsung menuju rumah orang tuanya karna sudah terlalu larut malam.


Tok tok tok.


Juan mengetuk pintu berkali kali namun tidak ada yang membuka kan pintu untuknya.


"Mungkin semuanya sudah tertidur pulas," batin Juan melihat jam di tangannya menunjukan pukul 00:30.


"Lebih baik aku tidur di mobil aja deh dari pada mengganggu waktu istirahat orang lain," batin Juan.

__ADS_1


Akhirnya Juan tidur di dalam mobilnya sampai pagi pun tiba dan bu Ika membuka kan pintu untuk menyiram tanaman di halaman depan rumah.


"Loh ini kan mobil Juan, kok ada di sini ya," gerutu bu Ika.


Di lihatnya dari kaca mobil Juan, terlihat Juan sedang tertidur pulas di dalam mobil.


Tok tok tok


Bu Ika mengetuk kaca mobil Juan dan membangun kan Juan dengan suara ketukan dari luar.


"Nak, bangun," ucap bu Ika.


Tanpa menjawab, Juan membuka kaca mobil dan melihat jam di tangannya ternyata sudah pukul 07:00.


"Kamu kapan datang? Kenapa ga kasih tau ibu kalau mau pulang?" tanya bu Ika.


Juan turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Ayo masuk nak, kita sarapan dulu," ajak bu Ika.


"Aku mandi dulu bu," ucap Juan melangkah pergi menuju kamarnya.


"Loh kapan Juan datang bu?" tanya pak Dedi heran.


"Semalam katanya, tadi ibu liat ada mobil Juan di depan ternyata dia tidur di dalam mobil," jawab bu Ika.


"Pulang ga kasih kabar, memangnya ada apa bu? Ada cerita sesuatu sama ibu ga?" tanya pak Dedi.


"Apa lagi yah kalau bukan karna Aira, pasti Juan masih memperjuang kan Aira kembali," jawab bu Ika.

__ADS_1


"Semoga kali ini Aira bisa luluh hatinya ya bu, biar mereka bisa hidup bahagia dan membesar kan Putra bersama-sama," ucap pak Dedi.


Tak lama Juan pun keluar dari dari kamarnya dengan pakaian rapih.


"Kamu mau kemana nak? Ayo sarapan dulu," ajak bu Ika.


Juan pun duduk bersama di meja makan dan menyampai kan niatnya pulang hanya untuk Aira seorang.


Pak Dedi pun mendukung apa yang menjadi tujuan Juan kali ini, berjuang untuk memperbaiki hubungannya dengan Aira.


Selesai sarapan Juan langsung pamit dan pergi menuju rumah Aira.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Aira, karna jalan pun masih belum terlalu ramai.


Betapa rindunya Juan pada Aira saat melihat Aira yang sedang berjemur bersama Putra di halaman rumahnya, Juan langsung memeluk tubuh Aira dan Putra.


"Aku sangat merindukan kalian," ucap Juan sontak membuat Aira kaget karna Juan memeluk Aira dari belakang.


Aira mencoba melepas kan pelukan Juan karna Aira mengira itu orang lain.


Juan pun melepas kan pelukannya dan Aira membalikan badannya.


"Juan, aku kira siapa main peluk-peluk aja," ucap Aira.


"Aku kan suami mu, masa ga boleh peluk kamu," ucap Juan.


Juan mengambil alih gendongan Putra dari Aira.


"Papa kangen kamu nak," ucap Juan membawa Putra ke teras depan rumah Aira.

__ADS_1


__ADS_2