Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 47


__ADS_3

Berhari-hari Aira tidak mau bicara apa pun pada Juan, Aira hanya menyedia kan makan untuk Juan dan menyiap kan segala keperluan Juan tanpa mau bicara sepatah kata pun.


Selama di luar rumah, setiap Juan chat atau telpon Aira tidak pernah Aira respon.


Letak ponselnya pun masih sama sejak Juan menaruhnya terakhir kali, selama seminggu Aira tidak pernah memegang dan memain kan ponselnya.


Bahkan ibu Siska menelpon Aira sudah berhari-hari, Aira pun tidak mau menjawabnya.


Semua Aira laku kan sebagai ungkapan rasa kesal dan marahnya pada Juan, karna bicara pun sudah Aira rasa percuma dan tidak ada gunanya lagi hanya menambah luka di hatinya.


Seharian Aira hanya sibuk mengurus Putra, Aira hanya melakukan aktifitas di dalam kamar tidak ada aktifitas di luar kamar kost kecuali menjemur baju selebihnya Aira hanya berdiam diri di dalam kamar kostnya.


Sampai-sampai ibu Siska menghubungi Juan dan menanyakan Aira pada Juan.


derrrtt derrrtt ponsel Juan bergetar, di lihatnya layar ponsel miliknya dan ternyata panggilan masuk dari ibu mertuanya.


"Tumben ibu telpon aku," gerutu Juan, segera Juan menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


📱"Halo nak, kamu sedang sibuk ga?" sapa ibu Siska.


📱"Iya halo bu, aku lagi santai, memangnya ada apa bu," ucap Juan.


📱"Ini loh, sudah beberapa hari ini ibu telpon Aira tapi tidak pernah di angkat. Memangnya Aira kenapa nak, atau kalian lagi berantem ya?" tanya ibu Siska.

__ADS_1


📱"Ah iya itu, anu bu. Aira lupa menyimpan dimana ponselnya dan ponselnya di silent jadi susah di cari," ucap Juan beralasan.


📱"Benar itu Juan, kamu tidak bohong kan. Kalian baik-baik saja kan?" ucap ibu Siska curiga dengan alasan yang Juan sampai kan.


📱"Iya bu kita baik-baik aja, ga ada masalah apa pun," ucap Juan.


📱"Ya sudah, nanti kalau kamu sudah di rumah kamu telpon ibu ya. Ibu mau bicara sama Aira, ibu juga kangen sama cucu ibu," ucap ibu Siska.


📱"Iya bu, aku pulang sekitar jam 5 sore. Nanti kalau sudah di rumah aku telpon ibu," ucap Juan.


Tanpa pamit ibu Siska mengakhiri telponnya secara sepihak.


"Aira pake acara ngambek segala sih ah jadi kan aku yang di tanya ibu," gerutu Juan tanpa menyadari semua kesalahannya.


Setelah pulang dari kantor, Juan mencoba bicara baik-baik dengan Aira.


Aira sedang memberi makan Putra saat Juan pulang dari kantor.


"Aira, boleh aku bicara sama kamu?" tanya Juan.


Aira hanya memberi jawaban dengan menganggukkan kepalanya.


"Aira sayang, mau sampai kapan kamu diam begini. Sampai kapan kamu cuekin aku kaya gini," ucap Juan.

__ADS_1


Aira hanya diam dan terus menyuapi Putra tanpa mau bicara dan menjawab apa pun.


"Aira tolong, jangan begini. Ayo bicara lah, aku harus apa agar kamu ga ngambek lagi," sambung Juan.


"Kamu anggap aku wanita murahan yang bisa mengumbar cinta ke semua lelaki, itu kan yang kamu pikir. Jangan mentang-mentang aku bisa menerima mu lagi setelah kamu puas berselingkuh lantas kamu berpikir aku sama seperti mu," ucap Aira dengan emosi memuncak.


"Aku tau kamu menghubungi nomor terakhir yang menghubungi ku, itu salah satu alasan kamu tidak mempercayai ku dan mengira aku menelpon dengan laki-laki kan sampai-sampai kamu menghubungi Nadia," sambung Aira.


Aira tak bisa menahan air mata yang terus mengalir deras di pipinya.


"Maaf kan aku sayang, bukan maksud ku seperti itu. Aku hanya takut, takut kamu pergi dari ku sampai aku seperti ini," ucap Juan lirih.


"Justru sikap mu yang seperti ini yang bisa membuat ku pergi jauh dari mu, aku ga bisa terus bertahan jika kamu terus seperti ini," ucap Aira.


"Jangan sampai aku menyesali keputusan ku karna aku kembali pada mu," sambung Aira.


Aira memutus akan untuk pergi dari hadapan Juan dan membawa Putra tapi Juan menghalanginya.


"Kamu mau kemana Aira?" tanya Juan.


"Dari pada kita saling menyakiti lebih baik kita berpisah jauh, lebih baik aku pulang ke rumah ibu dan menenang kan diri di sana. Berpikir ulang tentang hubungan rumah tangga kita," jawab Aira beranjak dari tempat duduknya.


"Aira aku mohon jangan pergi dari ku, aku janji akan berubah demi kamu asal kamu ga pergi. Aku sayang sama kamu Aira," ucap Juan.

__ADS_1


"Begini cara kamu menyayangi ku? rasa sayang dengan cara saling menyakiti, itu maksud mu," ucap Aira.


__ADS_2