
Juan dan kedua orang tuanya pergi menuju rumah Aira untuk meminta maaf dan mencari jalan terbaik untuk rumah tangga Aira dan Juan.
Selama di perjalanan, ayah terus menasehati Juan agar Juan tidak mengulangi tindakan bodoh lagi.
Sesampainya di rumah Aira, ternyata Aira sedang tidak ada di rumah.
Diam-diam Aira mencari pekerjaan dan menitip kan Putra pada ibunya.
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum," ucap pak Dedi dari luar.
"Walaikumsalam, sebentar," teriak ibu Ira dari dalam.
Ibu Ira membaring kan Putra yang sudah tidur terlelap di pangkuannya dan segera membuka pintu rumahnya.
"Eh ada pak Dedi dan ibu Ika, silahkan masuk. Maaf rumahnya berantakan, Putranya baru selesai main jadi saya belum sempat beresin mainannya," ucap ibu sambil memunguti mainan Putra yang ada di atas meja.
Seakan tak melihat ke datangan Juan, ibu Ira tak menghirau kan Juan sama sekali.
"Silahkan duduk, saya ambil kan dulu minum," sambung ibu.
Tanpa menunggu jawaban, ibu Ira pun segera melangkah pergi menuju dapur dan membuat 3 gelas teh manis.
"Maaf ya pak bu hanya ini yang bisa saya suguh kan," ucap ibu menyimpan gelas berisi teh manis di atas meja.
"Tidak apa-apa bu, justru kami yang minta maaf sudah merepot kan ibu Ira," ucap ibu Ika merasa tidak enak.
"Oh iya, Airanya kemana ya bu?" tanya Juan.
__ADS_1
"Aira sedang pergi keluar, mungkin sebentar lagi juga pulang," jawab ibu Ira.
"Begini bu, maksud kedatangan kami kemari untuk meminta maaf dan melurus kan masalah Aira dan Juan kedepannya mau bagaimana," ucap pak Dedi memulai obrolan serius.
"Maaf kan saya bu baru bisa datang kemari soalnya seminggu kemarin saya di rawat di rumah sakit dan baru pulang tadi pagi" sambung pak Dedi.
"Iya pak tidak apa-apa, maaf saya dan anak saya Aira tidak tau kalau bapak di rawat di rumah sakit," ucap bu Ira.
"Kalau untuk masalah yang kemarin saya dan Aira sudah memaaf kan segala kesalahan dan kekhilafan yang Juan perbuat tapi kalau untuk kembali saya tidak bisa memasti kan dan tidak bisa apa-apa karna semua keputusa ada di tangan Aira," sambung bu Ira panjang lebar.
"Aku minta maaf bu, aku janji tidak akan menyakiti Aira lagi. Aku pasti merubah semua sikap jelek ku bu, aku pasti lebih sayang lagi pada Aira," ucap Juan penuh janji pada bu Ira.
"Maaf ya nak, ibu tidak bisa memasti kan semuanya. Kita tunggu Aira aja," ucap bu Ira.
"Sebentar saya telpon dulu Aira, biar cepat pulang," sambung bu Ira melangkah pergi menuju kamarnya.
"Halo nak, kamu dimana sekarang," ucap bu Ira memulai percakapan.
"Aku lagi di jalan bu, kenapa? Apa Putra rewel?" tanya Aira.
"Putra lagi tidur, ini ada keluarga Juan datang mencari mu. Apa kamu bisa pulang sekarang juga?" jawab ibu Ira dan kembali bertanya.
"Iya bu aku segera pulang," jawab Aira mengakhiri percakapannya di telpon.
Aira memberhentikan angkot menuju rumahnya yang tak jauh dari tempatnya melamar pekerjaan.
Hanya berselang 20 menit Aira sudah sampai di rumahnya.
Tok tok tok
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," ucap Aira langsung masuk karna pintu terbuka.
"Walaikumsalam," jawab semuanya bersamaan.
Tak lupa Aira mencium punggung tangan ibu Ira dan kedua orang tua Juan, termasuk Juan karna bagaimana pun Juan masih suami sah Aira.
Aira pun ikut duduk di kursi kosong dekat ibunya.
"Dari mana nak?" tanya pak Dedi.
"Dari depan yah, ada apa ya ayah dan ibu sampai repot-repot datang ke rumah gubuk kami?" tanya Aira merendah.
"Jangan seperti itu nak, kami ke sini berniat baik untuk melurus kan masalah yang kamarin," jawab pak Dedi.
"Apa lagi yang mau di lurus kan yah, semua sudah jelas. Juan berbuat demikian karna aku terlalu banyak kekurangan dan aku sadar aku memang orang miskin yang tidak pantas untuk Juan yang berpendidikan tinggi dan berlatar belakang orang berada," ucap Aira penuh penekanan karna Aira tidak mau terbawa emosi di depan kedua mertuanya.
"Maaf kan aku Aira, aku janji ga akan mengulangi kesalahan ku lagi," ucap Juan berlutut di depan Aira.
"Hanya maaf yang kamu ucap kan dari seminggu lalu, aku sudah memaaf kan mu tapi untuk melupakannya ku rasa sulit karna semua itu terlalu sakit untuk ku," ucap Aira menepis tangan Juan.
"Beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahan ku pada mu Aira," ucap Juan.
"Tidak mudah bagi ku Juan dan tidak semudah kamu berpaling ke lain hati, beri aku waktu untuk berdamai dengan hati ku," ucap Aira.
"Baik lah kalau itu mau mu, kalau kamu berubah pikiran silah kan hubungi aku di nomor yang sama," ucap Juan.
"Dan untuk semua keperluan Putra dan nafkah untuk mu nanti aku transfer ke rekening kamu," sambung Juan.
Juan pun mengajak kedua orang tuanya untuk pulang karna merasa sudah tidak ada lagi yang harus di bicara kan.
__ADS_1