
Aira menyelesai kan administrasi untuk rawat inap Putra, sementara ibu menjaga Putra yang sedang berbaring lemah tak berdaya.
Tanpa sepengetahuan Aira, ibu mencoba menghubungi Juan.
📱"Halo, Juan kamu sibuk tidak," sapa ibu memulai pembicaraan.
📱"Iya bu, aku baru mau mulai mengerjakan tugas kantor. Ada apa bu?" ucap Juan dengan mata melihat layar laptop dan tangan yang sedang mengetik.
📱"Ibu cuma mau kasih tau kamu, kalau Putra masuk rumah sakit dan harus di rawat. Aira lagi urus-urus administrasi untuk rawat inap Putra," ucap ibu.
📱"Putra sakit apa bu?" ucap Juan langsung menghentikan aktifitasnya.
📱"Putra demam dari semalam dan Aira menjaga Putra sampai tertidur di kursi bersama Putra, karna Putra ga mau tidur di atas kasur hanya mau tidur di pangkuan Aira," ucap ibu menceritakan kejadian semalam.
📱"Ya sudah, aku langsung ke rumah sakit aja ya bu. Tapi apa Aira mau bertemu dengan ku?" tanya Juan merasa ragu dengan hati dan keadaan yang ada.
📱"Juan, bagaimana pun kamu tetap papa dari Putra. Apa lagi kalian kan belum resmi bercerai dan tidal ada kata talak dari mu, jadi tidak ada salahnya kamu datang untuk menemui Putra dan mencoba memperbaiki hubungan kamu dan Aira," ucap ibu memberi nasihat.
📱"Tapi bu, Aira sudah tidak mau kembali bersama ku dan memperbaiki pernikahan ini. Aku menyesal bu, sudah melakukan semua kesalahan yang pernah ku perbuat," ucap Juan.
📱"Sudah lah biar kan itu menjadi masa lalu, sekarang kamu coba kembali menang kan hati Aira dan buat dia jatuh cinta kembali pada mu," ucap ibu.
📱"Sudah ya, Aira sudah kembali," ucap ibu segera mengakhiri percakapannya dengan Juan dan menyimpan ponselnya di dalam tas.
"Gimana nak, sudah dapat ruangan rawat inapnya?" tanya ibu mencoba untuk tidak terlihat panik.
__ADS_1
"Sudah bu, tadi aku ke ATM dulu ngambil uang tabungan ku yang rencananya untuk mengurus surat cerai tapi ya sudah lah pakai dulu aja. Dari pada terjadi sesuatu pada Putra," ucap Aira.
"Itu pertanda dari Tuhan nak, kalau kamu tidak boleh bercerai dengan Juan dengan cara seperti ini," ucap ibu menyinggung hubungan Juan dan Aira.
" Apa kamu ga kasian sama Putra, tumbuh besar tanpa di dampingi seorang papa," sambung ibu.
"Sudah lah bu, jangan bahas itu terus. Yang penting kesehatan Putra nomor satu bu, Putra sakit aku pun sakit," ucap Aira.
Suster pun datang untuk menjemput dan mengantar kan ke ruangan rawat inap.
"Permisi, atas nama Putra Ramadhani usia 9 bulan 10 hari," tanya suster memastikan.
"Iya suster," jawab Aira singkat
"Di gendong aja suster," jawab Aira.
Aira pun menggendong Putra dengan selang infus di tangan mungilnya.
Suster mengantar kan Aira sampai di kamar untuk Putra beristirahat sampai sembuh nanti, tak lupa suster menjelas kan peraturan yang ada di rumah sakit.
Karna belum ada persiapan apa pun, Aira memutus kan untuk pulang dan membawa baju ganti selama Putra di rawat.
"Bu aku pulang dulu ya, mau ambil baju ganti untuk Putra sama aku. Ibu mau di bawain apa dari rumah?"
tanya Aira.
__ADS_1
"Oh iya, nanti malam ibu pulang aja ga usah ikut nunggu di sini. Aku takut ibu ikut sakit," sambung Aira.
"Kamu yakin mau sendiri jagain Putra?" tanya ibu.
"Iya, aku sendiri aja. Kan ada suster juga di sini," ucap Aira.
"Ya sudah, Aira pergi dulu ya bu. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya bu," sambung Aira.
"Oh iya nak, ini ruangan apa ya? ibu belum paham, takutnya nanti ibu keluar atau kemana ga tau nama ruangannya," tanya ibu beralasan padahal ingin memberi informasi pada Juan.
"Gedung Irene lantai 2 kamar 5203, di ingat ya bu," ucap Aira lalu pergi dari ruangan Putra.
.
.
.
.
.
jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah agar othor makin semangat.
Terima kasih semuanya.😄
__ADS_1