
Seminggu berlalu setelah kepergian Juan, Aira lalui seperti sedia kala saat Aira masih gadis dulu.
Semua Aira lakukan seorang diri, rasa mandiri yang ada di diri Aira memaksa tetap tegar mengahadapi pilihan.
"Ini pilihan ku, aku harus bisa melalui semua ini demi Putra," batin Aira.
Sesekali bu Ika datang ke rumah Aira untuk menjenguk Putra, kadang membawa Putra main ke taman bermain.
"Biar lah seperti ini, agar kita tau seberapa besar cinta yang kita punya, kamu jauh di mata tapi dekat di hati ku," batin Aira larut dalam lamunan.
Hanya melalui ibu Ika Juan mendapat kan informasi tentang Aira dan Putra karna Aira telah mengganti nomor ponsel dan tidak memberi tau kan pada Juan.
Berkali-kali bu Ika meminta nomor ponsel pada Aira, namun tidak pernah di beri kan pada bu Ika dengan alasan ponselnya rusak.
...***...
Sementara Juan terus sibuk bekerja di kantor barunya dan fokus pada pekerjaannya.
Kegiatan Juan hanya bekerja dari pagi sampai sore kadang lembur sampai malam, lalu pulang untuk istirahat dan tidur.
Juan sadar betul akan kesalahannya yang telah lalu, mungkin dengan cara seperti ini Juan bisa menjadi lebih baik lagi, mencintai dan menyayangi hanya satu wanita saja yaitu Aira.
__ADS_1
Saat ibu Ika berkunjung ke rumah Aira, itu lah kesempatan untuk Juan bisa melihat Putra anak semata wayangnya dan juga Aira istri yang selalu Juan rindu kan.
Saat jam makan siang, ponsel Juan berdering tanda panggilan masuk.
Di lihatnya layar ponsel miliknya dan ternyata itu dari ibu Ika.
📱"Halo nak, kamu sedang apa?" sapa bu Ika memulai obrolan.
📱"Aku lagi makan siang bu, ada apa bu telpon aku," jawab Juan.
📱"Hari ini ibu mau ke rumah Aira nengokin Putra dan ibu siska bilang Aira juga ada di rumah, lagi libur katanya," ucap ibu Ika memberi informasi pada Juan.
📱"Nanti ibu video call kamu ya buat lihat Putra sama Aira, kan katanya kamu kangen sama mereka berdua," sambung bu Ika.
📱"Ga apa-apa nak, asal hubungan kamu dan Aira tetap bisa terjalin dengan baik," ucap bu Ika.
📱"Ya sudah, ibu berangkat dulu ya nak," sambung bu Ika hendak mengakhiri percakapan di telpon.
📱"Iya, ibu hati-hati ya di jalannya," ucap Juan.
📱"Iya nak, kamu jaga kesehatan ya di sana," ucap bu Ika.
__ADS_1
📱"Iya bu," jawab Juan singkat dan menutup telponnya.
Juan segera menghabis kan makanannya dan kembali bekerja agar semua pekerjaan cepat selesai.
Juan sudah tidak sabar untuk melihat anak dan istrinya.
"Aku begitu merindu kan kalian," gerutu Juan melihat foto Aira dan Putra di layar ponselnya.
Satu jam berlalu ponsel Juan kembali berdering, kali ini panggilan video dari ibu Ika.
Juan pun melepas rindu meski hanya lewat video call tapi bagi Juan sudah mengobati rasa rindunya.
Mendengar ocehan dari Putra menambah rasa bahagianya tapi Aira tetap cuek pada Juan.
"Sayang, kata mama ponsel mu rusak ya? Nanti aku kirim ponsel baru untuk mu ya atau kamu mau beli sendiri di situ?" tanya Juan.
"Tidak usah," jawab Aira singkat.
"Loh kenapa? Kita kan perlu komunikasi juga atau kamu mau kita terus-terusan seperti ini?" tanya Juan.
"Aku hanya tidak mau membebani mu, aku masih mampu membeli apa yang aku mau dengan hasil kerja keras ku," ucap Aira.
__ADS_1
"Aira please, jangan seperti ini terus. Aku sayang sama kamu apa pun akan ku lakukan demi kamu," ucap Juan.