
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kini Zaky berusia satu tahun. Aira meraya kan hari ulang tahun Zaky dengan mengundang anak-anak dari panti asuhan, berharap saat besar kelak anak-anaknya bisa berbagi dengan orang yang lebih membutuh kan dan perduli akan sesama.
"Kita ke panti asuhan terdekat aja sayang, kita undang semua anak-anak panti asuhan untuk merayakan hari ulang tahun Zaky dan Putra yang berbeda beberapa hari aja," ucap Aira.
"Panti asuhannya mau satu atau 2 sayang, kan yang ulang tahun berdua," ucap Juan.
"Aku terserah kamu aja, aku baru meminta mba Sri membuat 100 nasi kotak dan 100 snack box untuk di bagi kan nanti pada anak-anak panti. Kalau mau tambah lagi anak-anak dari panti asuhan lain, aku tambah nasi kotak sama snack nya," ucap Aira.
"Kita lihat dulu aja jumlah anak pantinya, kalau kurang kita tinggal tambah lagi aja. Gampang kan," ucap Juan.
"Ayo kita pergi ke panti dulu, biar semua selesai," sambung Juan mengajak Aira untuk pergi ke panti asuhan.
"Aku titip Kan Zaky dulu pada ibu, agar kita lebih leluasa kesana kemarin nya. Habis dari panti kita beli cemilan untuk isian bingkisan nanti," ucap Aira membawa Zaky ke kamar bu Siska untuk menitip kan Zaky.
Tok tok tok
Aira mengetuk pintu dan di ikuti oleh Zaky yang selalu meniru kan apa yang di laku kan oleh Aira.
"Kamu ini, pintar sekali sih nak. Ikut-ikutan terus apa yang di lakukan sama mama," ucap Aira tersenyum melihat tingkah laku Zaky.
Tok tok tok.
"Nek.. nenek, ini Zaky nek," ucap Aira di depan pintu kamar bu Siska, pintu kamar pun di buka oleh bu Siska.
"Eh ada cucu nenek, kenapa nak panggil ibu?" tanya bu Siska.
"Aku mau titip Zaky sebentar bu, aku dan Juan mau cari panti asuhan dan mengundang anak-anak panti untuk acara ulang tahun Zaky dan Putra besok," ucap Aira.
"Oh gitu, ayo sini Zaky main sama nenek. Kita ke kamar kakak ya, kita main sama kakak Putra," ucap bu Siska mengambil Zaky dari gendongan Aira lalu pergi ke kamar Putra dan Aira pergi ke depan untuk menyusul Juan yang sudah menunggu di garasi mobil.
"Ayo sayang kita pergi, Zaky udah aku titip sama ibu," ucap Aira membuka pintu mobil dan di susul oleh Juan yang masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Sejak merawat Zaky, pesanan catering Aira semakin ramai dan karir Juan di kantor semakin bagus. Juan naik jabatan atas semua kerja kerasnya selama ini.
Sesampainya di panti asuhan yang pertama, Aira dan Juan masuk ke dalam area halaman panti. Juan memarkir kan mobilnya tetap di depan pintu masuk panti asuhan.
Tok tok tok
"Permisi bu," ucap Aira di depan pintu masuk yang terbuka.
Seorang ibu dengan pakaian rapih datang menghampiri ke arah sumber suara.
"Iya, bu silah kan masuk," ucap ibu panti mengurus semua anak-anak di panti itu.
"Silah kan duduk pak, bu," ucap ibu panti, lalu Aira dan Juan pun duduk di kursi yang ada di ruangan depan panti.
"Ada yang bisa saya bantu pak, bu," tanya ibu panti.
"Begini bu, kami kemari bermaksud mengundang anak-anak panti di sini untuk meraya kan acara ulang tahun anak kami yang akan di ada kan besok siang sekitar jam 1 siang," ucap Juan menjelas kan maksud ke datangannya.
"Kalau boleh tau di sini jumlah anak-anak ada berapa orang ya bu?" tanya Aira.
"Kebetulan anak-anak di sini berjumlah 42 orang bu. 25 balita, 5 bayi dan 12 anak-anak di atas 5 tahun. Paling yang datang hanya 35 orang saja karna ada 2 orang anak yang sedang sakit," ucap ibu panti menjelas kan.
"Oh, gitu bu. Ya sudah tidak apa-apa bu yang ada aja, kami cari lagi dari panti lain karna rencananya kami akan mengundang 100 anak-anak di acara anak kami," ucap Juan.
"Ya sudah bu, kami permisi pamit pulang dulu. Besok anak-anak akan di jemput ke sini, biar ibu tidak kerepotan membawa anak-anak pergi," ucap Aira pamit pulang.
"Baik kalau begitu, besok saya akan siap kan anak-anak untuk datang ke acara ulang tahun anak bapak dan ibu," ucap ibu panti.
"Kami permisi ya bu, mari," ucap Aira berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi ke arah pintu keluar panti.
Juan dan Aira kembali masuk ke dalam mobil dan berniat mencari panti lain.
__ADS_1
Di panti ke dua, ternyata jumlah anak-anaknya hanya sedikit.
"Mau cari panti asuhan lain ga? biar bisa pas jumlahnya dengan yang kamu mau," ucap Juan.
"Udah aja sayang seadanya, nanti sisa nasi box nya kita bagi kan ke tetangga aja. Sekarang kita beli cemilan buat isi bingkisan sama beli susu bayi buat bayi yang di panti asuhan," ucap Aira.
"Oke siap ibu ratu," ucap Juan langsung melaju kan mobilnya ke pusat jajanan.
Satu jam memilih dan antri di kasir, akhirnya Aira selesai dengan semua belanjaannya. Juan memasuk kan semua belanjaan yang di beli Aira ke dalam mobil.
"Oh iya sayang, kue ulang tahunnya gimana? Mau beli dimana?" tanya Juan saat hendak masuk ke dalam mobil.
"Kayanya aku mau bikin aja kalau kue ulang tahun aja aku bisa," jawab Aira.
"Apa kamu ga repot? belum nasi box dengan jumlah banyak belum kue," ucap Juan.
"Aku ga repot kok, kan nanti di bantu pegawai yang lain," ucap Aira.
...***...
Pagi sekali Aira sudah sibuk di ruang catering bersama mba Sri dan yang lainnya, semua bekerja sesuai tugasnya. Aira membuat kue ulang tahun di bantu oleh mba Sari sedang kan mba Sri sibuk menggoreng ayam untuk isian nasi kotak.
"Mba Sari bisa terus kan dulu bikin kue nya, aku mau bikin sarapan dulu," ucap Aira saat melihat jam di dinding sudah jam 6 pagi.
"Iya bu, biar saya yang terusin kue nya," ucap mba Sari.
Aira keluar dari ruang catering dan langsung menuju dapur untuk menyiap kan sarapan pagi untuk suami dan anak-anaknya serta ibunya. Tak lupa susu untuk Putra dan teh manis untuk Juan sedang kan ibu Siska selalu minum teh tawar, semua Aira siap kan di meja makan.
"Pagi sayang," sapa Juan mencium kening Aira.
"Pagi, tolong dong bangunin si kakak sama si ade sayang," ucap Aira.
__ADS_1