Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 91


__ADS_3

Setiap video call berlangsung Vino selalu kirim chat pada Aira tapi jarang yang Aira balas.


πŸ’ŒSibuk amat bu, ngilang terus. Video call nya di tinggal terus.


Aira membenahi posisi tidur Zaky yang akan tidur dengan Aira malam ini. Setelah semua kegiatan Aira selesai mulai dari mengurus rumah, mengurus anak-anak sampai mengurus catering membuat Aira kelelahan saat malam tiba. Aira memati kan lampu utama dan menyala kan lampu tidur meski video call tetap berlangsung tapi Aira tidak banyak ikut bicara karna lebih menghindari dengan alasan sibuk dengan kerjaan.


πŸ“±"Maaf ya semua, aku udahan dulu. Mau tidur dulu, cape seharian cari duit,"


πŸ“±"Dari tadi ngilang mulu, sekali muncul eh mau izin tidur. Aira... Aira ada-ada aja kamu," ucap Dinda.


πŸ“±"Maaf ya,"


Aira menekan tombol merah untuk mematikan video call grup yang sudah berlangsung sejak satu jam lalu, saat Aira hendak menyimpan ponselnya di atas nakas, panggilan kembali masuk ke dalam ponselnya. Aira menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelpon.


πŸ“±"Halo," sapa Aira dengan suara serak.


πŸ“±"Iya halo udah mau tidur ya?"


πŸ“±"Ini siapa ya?"


πŸ“±"Ini aku Vino, boleh ga aku ngomong sama kamu,"


πŸ“±"Oh, iya boleh ngomong aja,"


πŸ“±"Aira, aku cinta sama kamu. Meski pun aku tau kita ga akan pernah bisa bersatu tapi aku mau kita menjalani kisah cinta ini secara diam-diam, kamu mau ga? aku juga tau hati dan perasaan kamu masih sama seperti dulu kan saat kita dekat dulu,"

__ADS_1


Mendengar perkataan Vino, mata Aira yang sebelumnya sudah mulai memejam ingin tidur seketika melotot tak percaya dan bangun dari tidurnya. Aira duduk di tempat tidur karna shock mendengar yang di sampai kan oleh Vino.


πŸ“±"Apa kamu ga salah ngomong Vin? kamu sadar ga ngomong kaya gitu? coba di pikir dulu akibat dari perkataan kamu tadi,"


πŸ“±"Aira aku sadar selama ini aku ga bisa melupakan rasa cinta ku sama kamu, meski pun aku sudah beristri tapi kamu selalu hadir di mimpi aku. Rasa ini ga pernah hilang buat kamu Aira, hati ku tetap milik mu sampai kapan pun,"


πŸ“±"Gila kamu Vin, kalau iya kamu secinta itu sama aku kenapa kamu ga cari aku? kamu datang di waktu yang salah Vin, aku sama kamu sama-sama udah berkeluarga. Apa kamu ga pikirin nasib rumah tangga mu kalau kita menjalin hubungan? terus kalau suami ku tau gimana, kamu mikirin itu ga sih Vin,"


πŸ“±"Aku udan pikirin semuanya Aira, aku akan tanggung semua resikonya. Dulu aku terlalu takut Aira, takut kamu tidak mau menerima masa lalu ku yang kelam karna aku pernah di penjara,"


πŸ“±"Jadi selama ini kamu menghilang itu ada di dalam penjara?"


Vino mencerita kan kisah hidupnya pada Aira, dari mulai ia putus sekolah sampai masuk penjara dan sekarang bekerja di perusahaan ternama di kota A. Sampai Aira merasa iba dengan kisah hidup Vino yang penuh perjuangan untuk bertahan hidup di luaran tanpa sosok orang tua di sisinya.


πŸ“±"Suami mu kapan pulang?"


πŸ“±"Kirain lama perginya, aku kan ga bisa telpon kamu,"


πŸ“±"Ish apaan sih kaya abg aja, telpon aja istri kamu jangan istri orang. Udah ya aku mau tidur dulu, besok banyak kerjaan menanti,"


Tanpa meminta persetujuan dari Vino, Aira menekan tombol merah dan menyimpan kembali ponselnya di atas nakas.


"Aku yang telon dia yang matiin, dasar Aira aku kan belum selesai ngomong. Pertanyaan aku aja belum di jawab tadi, dia mau apa ga. Memang bener apa kata Aira, kita bertemu di waktu yang salah tapi cinta tak pernah salah," gerutu Vino terus menatap foto profil Aira yang di pasang di whatsapp.


...***...

__ADS_1


Rutinitas Aira masih sama seperti biasa, setelah selesai sarapan Aira memberes kan dapur lalu memberes kan rumah. Berbeda dengan pagi ini Aira senyum-senyum setiap mengingat perkataan Vino semalam, Aira memang berharap bisa bersama dengan Vino karna itu lah mimpinya sejak dulu karna Vino memang cinta pertamanya tapi Aira tidak bisa merusak kebahagiaan yang sudah ada.


Aira tidak mau membalas atas apa yang pernah Juan laku kan di masa lalu, tidak menutup kemungkinan Aira dekat dengan Vino tapi hanya sebatas teman tidak lebih.


Selesai pekerjaan rumah, Aira mulai sibuk di ruang catering dan menitip kan Zaky pada ibu Siska.


"Zaky main sama nenek dulu ya, ibu mau kerja dulu. Zaky yang anteng ya jangan rewel," ucap Aira memberi kan Zaky pada ibu Siska dan memberi kan mainan di tangan Zaky.


"Suami mu jadi pulang hari ini nak?"


"Jadi bu, mungkin nanti sore. Pagi ini Juan selesai kan dulu kerjaannya, aku titip Zaky ya bu. Hari ini pesanan tambah banyak," ucap Aira melangkah pergi dari kamar ibu Siska lalu masuk ke dalam ruangan catering dan mulai mengerja kan tugasnya.


Aira memutar lagu-lagu kesukaannya dari ponselnya, mendengar kan setiap lirik dari lagu ke lagu. Sesekali Aira bernyanyi sambil mengerja kan tugasnya.


"Tumben banget bu Aira nyanyi-nyanyi gitu, kaya yang lagi bahagia,"


"Ya mungkin lagi pengen aja, kamu ini liat bos seneng kok heran. Siapa tau kan di balik rasa senangnya bu Aira kita dapat bonus, siapa tau kan berharap boleh," ucap mba Sari, kasak kusuk antar pegawai saat melihat Aira lebih semangat.


Di tengah lagu yang di putar, Aira mendapat notifikasi pesan masuk dari Vino. Aira hanya membuka di layar utama.


πŸ’ŒHai, lagi apa nih?


Aira mengabaikan chat whatsapp dari Vino dan terus bernyanyi sambil menulis laporan, sesekali Aira mengecek pesanan untuk di kirim pada pelanggan.


πŸ’ŒAira..

__ADS_1


πŸ’ŒKok ga balas chat dari aku sih?


Vino menghubungi Aira tapi Aira tidak mau meresponnya, Aira terus sibuk dengan tugas-tugasnya.


__ADS_2