Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 39


__ADS_3

Begitu lift terbuka, ternyata di dalam sudah Amel. Dengan cepat Aira menarik tangan Juan memberi kode agar tidak ikut masuk ke dalam lift.


Juan pun menuruti apa mau Aira, Juan tidak mau Aira marah dan meninggalkannya lagi.


"Kita lewat tangga aja, itung-itung olahraga," ucap Aira memberi usulan.


"Ayo, udah lama kita ga jalan bareng," jawab Juan.


Aira dan Juan turun menggunakan tangga darurat menuju kasir rumah sakit dan Juan terus menggenggam erat tangan Aira.


Ternyata tujuan Amel pun sama, mereka bertemu kembali di kasir saat hendak membayar tagihan biaya rawat inap.


"Eh Juan sayang, ternyata kita ketemu lagi ya. Apa mungkin kita berjodoh karena sejauh apa pun kamu menghindar dari ku, kita pasti akan bertemu lagi," ucap Amel dengan percaya diri.


"Aduh mba memangnya kita saling kenal? pake panggil sayang segala," ucap Juan.


Aira hanya tersenyum melihat respon Juan saat bertemu dengan Amel.

__ADS_1


"Masa sih ga kenal, kita kan pernah tidur bareng di hotel," ucap Amel mencoba menggoda Juan dan membuat Aira marah.


"Duh mba kok murahan amat ya, pake di umbar segala pernah tidur bareng sama suami orang," ucap Aira sinis.


Tanpa sadar ada seorang lelaki yang memperhati kan percakapan mereka yang memang terjadi di depan umum dan banyak orang.


"Ayo sayang kita pergi aja, ngapain melayani wanita murahan dan ga tau malu kaya dia," ucap Aira menarik tangan Juan menjauh dari keramaian.


Amel yang berniat membuat Aira marah dan berharap Juan bisa kembali ke pelukannya ternyata di buat malu oleh Aira di depan muka umum.


Aira dan Juan pergi menjauh dari Amel dan segera bergegas masuk ke ruangan rawat inap Putra untuk memberes kan segala sesuatunya.


Setelah semua selesai, Juan membawa semua barang bawaan dan Aira menggendong Putra sedang kan ibu melangkah dengan santai karna semua barang bawaan sudah Juan yang bawa.


Tak lupa Aira pamit pada suster yang sudah merawat Putra sampai Putra sehat kembali.


"Kali ini ga akan ku biar kan wanita mana pun merebut Juan dari sisi ku, termasuk wanita murahan itu," batin Aira.

__ADS_1


Di lobi rumah sakit, Aira bertemu kembali dengan Amel dan lagi-lagi Amel membahas perselingkuhannya dengan Juan.


"Dulu aja istrinya di bilang ga menarik lah, bosen lah, ga bisa ngurus badan sampai mau berpaling dan lengket sama aku. Sekarang setelah kamu sudah puas nikmatin tubuh ku, tanpa pamit kamu pergi gitu aja. Dasar laki-laki ga berperasaan ga bertanggung jawab," ucap Amel terus menerus mencerca Juan.


"Cukup ya Amel, kamu juga sama punya keluarga. Sudah cukup aku melukai hati istri ku dan sekarang aku lebih memilih istri ku dari pada kamu," ucap Juan tegas.


Tiba-tiba suami Amel datang dan sudah mendengar kan apa yang di kata kan oleh Juan.


"Oh jadi kamu mengakui perselingkuhan kamu sekarang, bagus lah. Dari pada kamu terus menyangkal," ucap Tedy tersenyum sinis.


"Bukan begitu sayang, dengar kan aku dulu," ucap Amel menyangkal.


"Amel sayang, tidak perlu kamu jelas kan pun aku sudah tau semuanya. Sejak awal aku sudah tau semuanya, bahkan yang mengirim semua bukti perselingkuhan kamu pun itu aku. Aku yang membuat semuanya jadi kacau karna aku tidak mau melihat kamu bahagia dengan selingkuhan kamu ini, aku pun korban sama seperti kamu Aira makanya aku sengaja memberi tau kamu dengan cara ku sendiri," ucap Tedy menjelas kan.


"Kamu tau rasanya di tinggal kan, rasanya di acuh kan dan tidak di harap kan. Ingat Juan kalau kamu ga bisa menghargai istri mu, suatu saat nanti kamu akan tau rasanya di khianati," sambung Tedy.


Tanpa menjawab Juan segera mengajak Aira pergi dari lobi rumah sakit.

__ADS_1


"Ayo sayang, jangan dengar kan orang-orang ini," ucap Juan.


"Tuhan semoga ini memang bukan keputusan ku yang salah, semoga Juan benar-benar menyesal dengan semua yang di perbuatnya dan tidak mengulangi kesalahannya lagi," batin Aira.


__ADS_2