Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 29


__ADS_3

Aira tidak mau berdebat lagi dan memilih mengakhiri video call dengan Juan.


Ibu yang mendengarnya segera menghampiri Aira dan menasehati Aira.


"Nak, jangan seperti itu. Bagaimana pun juga Juan masih suami mu, kalian hanya di pisah kan oleh keadaan bukan berpisah secara hukum dan agama," ucap ibu


"Tapi bu aku ga mau membebani dia, aku lihat di foto kemarin dia selalu membawa wanita itu pergi belanja membeli ini itu sedang kan aku hanya di rumah," ucap Aira.


"Apa salah ku bu? Apa gara-gara aku tidak merawat diri makanya dia bisa berpaling dengan mudah," sambung Aira.


"Udah ya, buang jauh-jauh pikiran yang membuat mu terusan jadi seperti ini. Pikir kan yang baik-baik tentang Juan, dengan seperti itu mungkin kamu akan kembali merasa kan rasa sayang pada Juan," ucap ibu terus memberi nasihat pada Aira.


Ibu Ika yang mendengar percakapan Aira dan ibu Siska datang mendekati Aira dengan membawa Putra di pangkuannya.


"Nak, maaf kan anak ibu ya. Maaf kan semua kesalahannya," ucap ibu Ika.

__ADS_1


"Ga apa-apa bu, mungkin ini sudah nasib ku. Ini juga salah ku, aku yang tidak enak di pandang sampai Juan berpaling dari ku," ucap Aira tersenyum penuh arti.


"Juan sudah menyesalinya dan ingin kamu kembali tapi kenapa kamu sekeras ini?" tanya bu Ika.


"Aku memang sudah memaaf kan segala kesalahan yang pernah Juan perbuat tapi untuk melupakan rasanya itu sulit bu. Bukan kah ibu juga seorang wanita, bagaimana perasaan ibu jika sampai hati ayah Dedi berbuat seperti itu?" tanya Aira.


"Sudah ya bu, aku mau istirahat. Maaf kalau ada ucapan ku yang menyinggung hati ibu," sambung Aira.


Aira pun mengambil alih Putra dari gendongan bu Ika dan membawanya menuju kamar Aira.


Sepeninggalan Aira dan Putra, ibu Siska merasa tidak enak dengan apa yang di ucap kan oleh Aira pada bu Ika.


"Iya tidak apa-apa bu saya juga mengerti bagaimana perasaannya Aira. Oh iya, kalau boleh tau Aira kerja dimana ya bu?" tanya bu Ika.


"Aira kerja di cafe tempat Aira kerja dulu bu di jalan xxx, baru seminggu ini," jawab bu Siska.

__ADS_1


"Kerja sampai malam atau gimana?" tanya bu Ika seolah ingin tau lebih banyak kehidupan Aira saat ini.


"Aira bekerja dari pagi jam 10 sampai sore sekitar jam 6 sudah di rumah kadang jam 8 kalau lembur, ga pernah sampai larut malam. Kalau dulu sebelum menikah sering pulang larut malam karna Aira masuknya sore sepulang dari kerja di toko," jelas bu Siska.


"Bukannya Juan memberi Aira uang untuk keperluan ya, kenapa masih tetap bekerja?" tanya bu Ika heran.


"Uang yang di beri nak Juan masih utuh bu, tidak pernah Aira pakai sepeser pun karna Aira tidak mau membebani Juan. Hanya itu alasan yang Aira beri," jawab bu Siska.


Karna merasa sudah cukup dengan obrolan kali ini, bu Ika memilih pamit pulang pada bu Siska.


"Sudah sore, saya pamit pulang ya bu," ucap bu Ika.


"Iya, hati-hati di jalannya bu," ucap bu Siska.


"Iya terima kasih. Maaf sudah merepot kan, salam buat Aira dan Putra," ucap bu Ika melangkah pergi ke luar menuju parkiran

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Juan masih bertanya-tanya dengan sikap Aira yang terus-terusan seperti ini.


"Aira, maaf kan aku. Aku harus apa agar kamu bisa kembali pada ku?" batin Juan.


__ADS_2