Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 83


__ADS_3

"Apa tidak akan apa-apa jika aku memberinya ASI? Tidak akan rewel saat aku tinggal nanti," tanya Winda.


"Tidak apa-apa itu resiko, ASI bisa mempererat ikatan darah antara kamu dan bayi mu. Jika suatu saat nanti anak mu mau mencari mu, ikatan batin yang akan mempertemukan kamu dan anak mu. Sampai kapan pun anak ini tetap anak mu, aku hanya ibu pengganti untuk anak ini," ucap Aira menjelas kan.


Winda memilih tidak memberi kan Asi pada bayinya karna takut akan merepot kan Aira saat Winda pergi dari keluarga Aira. Setiap bayinya menangis, Winda hanya bisa menggendong untuk tenang kan anak bayinya.


"Belum ada nama untuk bayinya mba?" tanya Winda.


"Aku belum terpikir, kalau kamu ada nama untuk anak mu boleh nanti biar di satu kan nama dari kamu sama nama dari aku," jawab Aira.


"Aku terserah mba Aira aja, aku ikut aja. Kalau menurut mba bagus aku setuju aja," ucap Winda.


"Kalau Zacky Alfarizky, gimana bagus ga? Alfarizky dari nama Juan," ucap Aira meminta saran pada Winda.


"Bagus mba, jadi nama mu Zacky ya nak. Yang sholeh ya anak ganteng, nurut sama mama Aira dan jangan rewel ya," ucap Winda mengelus pipi anak bayinya saat menggendongnya.


"Oh iya mba tadi kata bu bidan besok pagi aku udah bisa pulang, biar aku juga cepat pulang ke rumah ku," sambung Winda.


"Sebaiknya kamu tunggu sampai masa nifas kamu selesai, ya minimal sampai badan kamu sehat bener lah jangan langsung pulang. Nanti keluarga kamu bisa curiga loh karna badan yang habis lahiran memang berbeda," ucap Aira.


"Masa nifas itu berapa hari mba?" tanya Winda.


"40 hari, setelah itu kamu boleh pulang biar aku tenang. Kamu tau, aku dan Juan sangat khawatir dan takut saat kamu melahir kan. Aku dan Juan takut terjadi apa-apa pada mu, amit-amit kalau kamu pendarahan sampai meninggal. Apa yang harus aku jelas kan pada keluarga mu saat pulang ke rumah mu di dengan membawa mu dalam keadaan tak bernyawa," ucap Aira mengusap lembut rambut ikal dan pendek sebahu milik Winda.

__ADS_1


"Aku bersyukur kamu selamat dan sehat, melihat kamu bisa kembali sehat itu rasanya suatu anugrah dan Zacky adalah bonusnya," sambung Aira.


"Setelah ini, apa rencana mu?" tanya Juan.


"Aku akan istirahat dulu sambil cari-cari kerja lagi, bos ku yang dulu udah telpon aku beberapa kali meminta ku masuk kerja lagi. Aku cuma bilang bisa mulai kerja setelah kontrak kerja ku di sini selesai gitu aja," ucap Winda.


"Kamu yakin mau langsung kerja? udah kuat di bawa kerja badannya," tanya Aira.


"Ya aku harus kuat dong mba kalau aku ga kerja, aku dan keluarga ku mau makan apa? Aku sadar aku bukan anak orang kaya yang cuma bisa minta ini itu sama orang tua, masih ada mama yang harus aku bahagia kan," Jawab Winda dengan alasannya tersendiri.


...***...


Setelah satu hari 2 malam berada di rumah sakit, akhirnya Winda bisa pulang membawa Zacky ke rumah Aira. Administrasi telah di selesai kan oleh Juan dan Aira mengemasi barang bawaan ke dalam mobil yang tersisa hanya kain gendongan dan selimut untuk membungkus bayi agar tidak merasa kedinginan karna cuaca di luar sedang hujan.


"Iya sama-sama bu, sehat selalu ya buat ibu dan bayi. Jangan lupa untuk kontrol ya," ucap Suster.


Aira menggendong Zacky sedang kan Juan mendorong kursi roda yang di duduki oleh Winda. Aira dan Winda masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di halaman rumah sakit, Juan melaju kan mobilnya meninggal kan halaman rumah sakit menuju rumahnya.


Sementara di rumah, Putra dan bu Siska sudah siap untuk menyambut kedatangan anggota keluarga yang baru. Semua perlengkapan sudah di siap kan di kamar Aira.


"Aku udah ga sabar pengen lihat adik bayi yang di bawa mama sama papa," gerutu Putra terus mundar mandir di ruang tamu.


20 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah, Juan memarkir kan mobilnya di garasi mobil lalu Aira dan Winda keluar dari mobil.

__ADS_1


"Yeeeee.. adik bayi datang," teriak Putra berlari menghampiri Aira dan Winda yang baru menaiki teras rumahnya.


Bu Siska dan semua pegawai Aira ikut menyambut kedatangan Winda dan bayi yang telah di lahir kan oleh Winda.


"Syukur lah kamu di kelilingi oleh orang-orang yang pasti akan menyayangi mu nak, semoga kebahagiaan selalu datang pada mu nak. Kamu berada di tangan yang tepat, di tengah-tengah keluarga yang memang mengharap kan kehadiran mu," batin Winda.


Atas permintaan dan kemauan Winda, malam ini Winda tidur terpisah dari Zacky dengan alasan agar terbiasa saat Winda pulang ke kota asalnya.


"Mba kalau besok aku pulang gimana? aku udah kangen banget sama mama ku dan sebentar lagi adik ku akan menikah," ucap Winda.


"Adik mu kapan nikahnya?" tanya Aira.


"Akhir bulan ini mba," jawab Winda.


"Akhir bulan itu masih lama, jangan besok ya pulangnya. Kita mau ada kan syukuran kelahiran Zacky dan memperkenal kan Zacky pada orang-orang di sekitar sini. Biar sekalian aku siap kan oleh-oleh untuk keluarga mu di sana," ucap Aira membujuk Winda agar tetap tinggal di rumahnya sementara waktu.


"Iya mba, setelah acara selesai aku boleh pulang kan mba," ucap Winda.


"Iya, kemungkinan malam ini atau besok pagi keluarga Juan akan datang kemari. Nanti aku kenal kan pada mu ya, kakak-kakak ku dari kota A juga akan datang. Anggap semua keluara ku adalah keluarga mu juga ya karna kamu sudah seperti adik bagi ku," ucap Aira memeluk erat tubuh Winda.


"Terima kasih ya mba, aku titip Zacky pada mba Aira. Jika suatu hari nanti Zacky mengetahui hal ini, aku minta jangan sampai Zacky tau kalau aku adalah ibu kandungnya. Aku ga mau Zacky sampai membenci ku, mba tinggal bilang kalau mba mengadopsinya dari panti asuhan atau bilang aja ibu kandungnya udah meninggal atau apa aja terserah mba Aira asal jangan sampai tau aku ibu kandungnya ya mba," ucap Winda dengan permintaannya yang konyol.


"Aku ga janji ya, serapih apa pun rahasia ini aku simpan suatu saat jika Zacky besar pasti akan tau. Entah itu dari orang-orang terdekat atau bahkan dari orang luar sekali pun, aku pasti akan memberi tau kebenaran ini pada Zacky jika waktunya sudah tepat," ucap Aira.

__ADS_1


__ADS_2