
Setelah berjam-jam perjalanan, akhirnya Juan sampai di rumah sakit yang ibu beritahu kan.
Di parkiran rumah sakit, Juan mempersiapkan segalanya untuk bertemu dengan Aira dan juga
Putra setelah berbulan-bulan terpisah jauh.
Karena Juan datang melebihi jam besuk dan satpam pun melarang Juan untuk masuk ke ruangan rawat inap.
"Selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu," tanya pak satpam.
"Ah ini pak saya mau ke gedung irene kamar 5203 pasien atas nama Putra Ramadhani," ucap Juan sambil membaca chat dari ibu.
"Maaf pak jam besuknya sudah habis jadi bapak tidak bisa masuk, silah kan bapak hubungi keluarga bapak yang berada di dalam karna bapak tidak bisa masuk," ucap pak satpam dengan tegas.
"Baik pak," ucap Juan singkat.
Juan pun mengeluar kan ponselnya untuk menghubungi ibu.
📱"Halo bu, aku di luar. Aku ga bisa masuk karna jam besuknya sudah habis," ucap Juan.
📱"Tunggu ya," jawab ibu singkat karna tidak bisa memberi tau Aira kalau Juan ada di luar.
"Siapa yang telpon bu?" tanya Aira.
"Ah itu, ibu ke depan dulu sebentar ya," ucap ibu ragu untuk menjawab.
Ibu pun keluar dari kamar dan berjalan keluar ruangan untuk menemui Juan.
__ADS_1
Juan pun tersenyum melihat ibu datang dan segera mencium punggung tangan ibu mertuanya.
Ibu dan Juan pun duduk di ruang tunggu untuk ngobrol.
"Kamu sehat nak?" tanya ibu.
"Alhamdulillah sehat bu, gimana kondisi Putra sekarang?" jawab Juan kembali bertanya.
"Demamnya sudah turun, tinggal menunggu hasil laboratorium. Tadi udah cek darah juga," jawab ibu.
"Aira tau bu aku di sini?" tanya Juan.
"Aira tidak tau, tadi ibu tidak bilang siapa yang datang," jawab ibu.
"Kamu mau bertemu Aira sekarang, biar ibu panggil kan," sambung ibu menawar kan pertemuan yang di ingin kan Juan.
"Oh iya ini ada oleh-oleh buat Putra," sambung Juan.
"Iya terima kasih, sebentar ya ibu panggil kan Aira biar bisa dan mau bertemu dengan mu," ucap ibu beranjak dari tempat duduknya.
Sambil menunggu Aira, Juan pun pergi mencari toilet untuk sedikit merapih kan diri.
sementara di kamar Putra, ibu memberi tau Aira bahwa ada tamu yang menunggu Aira.
"Nak, ada yang cari kamu dan ingin bertemu dengan mu," ucap ibu saat masuk ke dalam kamar.
"Siapa bu?" tanya Aira.
__ADS_1
"Kamu cari aja, dia nunggu kamu di ruang tunggu," jawab ibu.
Aira pun keluar ruangan tapi di ruang tunggu tidak ada siapa-siapa.
"Katanya ada yang nunggu aku, tapi kok ga ada orang sih," batin Aira.
Akhirnya Aira mencoba bertanya pada satpam yang berjaga di depan pintu masuk ruangan rawat inap.
"Pak kata ibu saya, tadi ada yang nunggu saya di sini. Kalau boleh tau orangnya kemana ya?" tanya Aira.
"Tadi orangnya lagi ke toilet mba," jawab pak satpam.
"Oh gitu, terima kasih ya pak. Biar saya tunggu aja di sini," ucap Aira.
Aira pun duduk di kursi ruang tunggu sambil memain kan ponselnya, Juan pun datang dan langsung duduk di samping Aira.
"Hai Aira, apa kabar? lama ga ketemu, kamu makin cantik aja," ucap Juan mengaget kan Aira.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Aira.
"Aku di sini datang sebagai papa dari anak ku Putra yang sedang terbaring lemah di dalam sana dan aku datang hanya untuk kembali memperjuang kan kamu dan Putra, Aira apa kamu masih mau jadi istri aku?" ucap Juan.
"Dari mana kamu tau Putra ada di sini?" tanya Aira.
"Ibu yang memberi tau ku kalau Putra sakit dan meminta ku untuk memperjuang kan kamu lagi, ibu bilang pada ku kalau ibu mau melihat kamu bahagia," ucap Juan panjang lebar.
"Apa kamu ga kangen sama aku? Aira aku sayang sama kamu, aku kangen sama kamu dan Putra. Aku mohon kembali bersama ku ya, aku janji akan membahagia kan kamu selamanya," ucap Juan sambil memegang kedua tangan Aira.
__ADS_1
Juan terus menerus meyakin kan hati Aira agar mau kembali bersama Juan, hidup berdampingan dan membesar kan Putra dengan penuh cinta kasih dari papa dan mamanya.