Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 35


__ADS_3

Ibu segera menghubungi Juan untuk menanya kan kedatangannya ke rumah sakit.


📱"Halo, Juan kamu masih di kantor atau sudah jalan ke rumah sakit?" tanya ibu tanpa basa basi.


📱"Aku masih di kantor bu, paling nanti sore aku ke rumah sakit setelah pulang kantor, sekalian aku mau ambil cuti beberapa hari untuk jagain Putra," ucap Juan.


📱"Baik lah, ibu tunggu ya," ucap ibu.


📱"Oh iya, memangnya Aira kemana bu?" tanya Juan.


📱"Aira pulang dulu, ambil baju-baju dan keperluan Putra," ucap ibu.


📱"Ibu cuma mau kasih tau kamu, Aira sudah menabung untuk mengurus surat cerai tapi uang yang Aira tabung di pakai untuk biaya rumah sakit Putra. Kamu tau, itu adalah pertanda dari Tuhan kalau kalian masih bisa bersama," sambung ibu.


📱"Terus uang yang selama ini aku kasih Aira pakai untuk apa bu?" tanya Juan heran.


📱"Aira simpan dan tidak memakainya sepeser pun Aira tidak memakainya, meski pun dalam keadaan darurat seperti ini," ucap ibu.


📱"Ibu minta pada mu, perjuang kan kembali cinta mu pada Aira. Ibu ga mau melihat Aira terus-terusan seperti ini, ibu juga ingin melihat Aira bahagia asal kan kamu tidak menyakiti Aira lagi," sambung ibu.

__ADS_1


📱"Iya bu, aku janji ga akan mengulangi kesalahan ku lagi dan aku janji akan membahagia kan Aira dan Putra," jawab Juan penuh rasa yakin.


📱"Ya sudah, ibu tunggu ya. Nanti ibu bantu untuk kembali pada Aira," ucap ibu mengakhiri pembicaraan dengan Juan.


📱"Iya bu, aku pasti datang untuk Aira dan Putra," ucap Juan.


Juan merasa ada peluang untuk kembali pada Aira, Juan pun mempercepat menyelesaikan pekerjaannya.


"Tuhan beri jalan terbaik untuk hubungan aku dan Aira, beri aku kesempatan untuk bisa bersama Aira," batin Juan.


Juan mengurus permintaan cuti pada atasannya untuk kembali memperjuang kan Aira.


Selesai bekerja, Juan pulang ke kontrakannya untuk bersiap-siap pergi ke kota A.


"Aira tunggu aku sayang, aku akan datang untuk mu. Putra doa kan papa ya nak, agar papa bisa kembali bersama mama mu dan papa pasti kan kita akan hidup bahagia selamanya," batin Juan.


Selesai berkemas Juan segera melaju kan mobilnya menuju kota A.


Selama perjalanan, yang ada di pikiran Juan hanya lah Aira dan Juan ingin cepat bertemu dengan Aira.

__ADS_1


"Semoga Aira mau kembali bersama ku, aku ga sabar ingin segera memeluk mu Aira," gerutu Juan.


Di tengah perjalanan Juan melihat ada buah-buahan segar yang di jual di pinggir jalan, Juan pun membelinya untuk Putra.


Juan pun kembali berkendara melaju kan mobilnya dengan penuh harapan.


"Putra anak papa, papa janji akan merawat mu dan menjaga mu. Cepat sehat ya nak dan semoga kamu suka dengan buah-buahan yang papa bawa buat kamu," batin Juan.


perjalanan terasa begitu jauh karna Juan ingin cepat sampai, setelah sekian lama Juan baru kembali ke kota A.


Juan berhenti sejenak untuk beristirahat dan mengirim pesan singkat pada ibu.


[Bu maaf, kirim aku alamat rumah sakit. Sebentar lagi aku sampai]


Juan belum memberi ibu dan ayahnya tentang sakitnya Putra karna Juan tidak mau membuat orang tuanya khawatir dan menjadi beban pikiran.


[Rumah sakit mutiara bunda gedung irene kamar 5203]


Melihat balasan dari ibu, Juan segera melajukan kembali mobilnya menuju rumah sakit yang ibu kirim.

__ADS_1


__ADS_2