
2 minggu berlalu pasca melahir kan Zaky, kondisi kesehatan Winda semakin sehat dan Winda berniat untuk pulang karna sudah tidak ada lagi yang menjadi alasan Winda untuk tetap tinggal.
"Mba, besok aku mau pulang ya. Aku udah merasa jauh lebih sehat sekarang," ucap Winda meminta izin untuk pulang.
"Ya sudah kalau kamu memang mau pulang, mau di bawa kan oleh-oleh apa untuk keluarga mu di sana. Biar aku siap kan dulu buat besok," ucap Aira.
"Apa aja terserah mba Aira, aku berbenah dulu ya mba," ucap Winda melangkah pergi ke kamarnya untuk memberes kan baju-baju dan barang bawaannya.
Aira menyiap kan oleh-oleh untuk di bawa Winda, makanan khas kota S dan beberapa cemilan. Aira meminta bantuan Juan untuk memesan tiket travel untuk Winda pulang besok, sebelum pulang ke rumah Juan mampir ke tempat travel untuk memesan tiket ke kota T dengan jadwal kepergian besok siang.
"Ini tiketnya sayang, berangkat jam 11 siang. Ada yang kurang ga untuk di bawa Winda besok, biar aku beli kan," ucap Juan memberi kan tiket travel pada Aira.
"Tinggal cemilan aja sih, kita beli ke toko depan aja biar aku titip Zaky sama ibu," ucap Aira segera mencari keberadaan ibu Siska untuk menitip kan Zaky yang masih tidur.
"Bu aku titip Zaky sebentar ya, aku mau beli cemilan untuk di bawa Winda besok," ucap Aira.
"Loh memangnya Winda mau kemana?" tanya bu Siska.
"Winda mau pulang besok bu, makanya aku beli oleh-oleh buat Winda," ucap Aira.
"Aku pergi dulu ya bu, titip Zaky kalau bangun susu yang di dot masih baru. Ibu tinggal kasih aja sama Zaky," sambung Aira.
...****...
__ADS_1
Keesokkan paginya, Winda sudah bersiap pulang sedang kan Aira masih sibuk menyiap kan sarapan untuk semua anggota keluarga.
"Sarapan dulu Win, nanti berangkatnya jam 11 dan ini tiket travel untuk mu," ucap Aira memberi kan tiket travel untuk Winda pulang ke kampung halamannya.
"Terima kasih ya mba udah baik banget sama aku, mba Aira udah memberi aku tempat tinggal memberi aku makan selama hampir 6 bulan aku di sini. Mba merawat anak ku bahkan memberi ku banyak oleh-oleh, semoga semua kebaikan mba Aira sekeluarga terganti kan rasa bahagia dan di limpah kan selalu rezeki yang banyak oleh Tuhan," ucap Winda penuh rasa terima kasih dan doa untuk Aira di amin kan oleh Aira.
Juan dan Putra pun datang ke ruang makan dan duduk bersama di meja makan, di susul oleh bu Siska yang datang dengan pakaian rapih.
"Ibu mau kemana, pagi-pagi gini udah rapih aja," tanya Aira.
"Ga kemana-mana, ibu mau ikut antar Winda sampai tempat travel," ucap bu Siska ikut bergabung di meja makan untuk sarapan pagi.
"Ibu udah anggap Winda seperti anak kandung ibu, jadi ibu mau ikut mengantar anak ibu pergi merantau jauh dari ibu," sambung bu Siska.
Selesai sarapan Aira memberes kan peralatan makan yang telah di guna kan untuk sarapan pagi ini, sedang kan yang lain kembali berkumpul di ruang tamu.
Setelah pekerjaan rumahnya selesai, Aira masuk ke kamarnya untuk mengecek Zaky dan ternyata Zaky sudah bangun lalu Aira segera memandikan Zaky.
Sementara Juan di bantu oleh Putra merapihkan barang-barang yang akan di bawa pulang oleh Winda ke dalam mobil. Karna hari ini adalah hari minggu, Juan libur kerja dan Putra libur sekolah. Pesanan catering pun hanya untuk di kirim ke 2 tempat saja.
Sebelum pergi, Winda pamit pada mba Sri dan yang lainnya.
"Mba aku pamit pulang kampung ya, maaf jika selama di sini sudah merepotkan mba Sri dan yang lainnya. Maaf juga kalau ada perkataan atau perbuatan ku yang ga berkenan di hati mba Sri dan yang lainnya," ucap Winda lalu berjabat tangan dan memeluk mba Sri dan yang lainnya kecuali pak Deri.
__ADS_1
"Iya sama-sam kita juga minta maaf jika ada salah sama kamu ya, kamu yang sehat-sehat ya di sana. Jaga diri baik-baik jangan sampai kejadian ini terulang kembali," ucap mba Sri memberi nasihat pada Winda.
"Iya mba, aku ga mau dan ga akan mau menderita sendirian untuk yang ke 2 kalinya. Aku pasti ingat pesan mba Sri," ucap Winda.
"Jangan lupa kan kita di sini ya Win, kalau ada waktu dan rezeki kamu temui kami di sini," ucap mba Sari.
Jam 10:30 Juan pergi mengantar Winda ke tempat travel yang akan membawa Winda ke kampung halamannya. Sepanjang perjalanan Aira membiarkan Winda menggendong Zaky sebagai tanda perpisahan dari Winda,
"Maaf kan mama ya nak, mama ga bisa menemani mu tumbuh besar sampai kamu dewasa nanti. Doa mama selalu ada untuk mu nak, mama sayaaaaaang banget sama Zaky," batin Winda berat melepas Zaky dan berpisah dengan Zaky tapi apa daya keadaan yang memaksa Winda untuk berbuat seperti ini.
Sebelum Winda masuk ke dalam mobil travel, Aira memberi Winda amplop dengan sejumlah uang yang cukup banyak.
"Aku harap kamu mau menerima pemberian dari ku dan Juan, ini sebagai ucapan terima kasih dari kami berdua. Meski pun tidak sebanding dengan perjuangan mu melahir kan tapi aku harap uang ini bisa membantu mu dan keluarga mu," ucap Aira memberi kan amplop coklat di tangan Winda.
"Sekali lagi terima kasih udah kasih kebahagiaan di tengah-tengah keluarga kami yang sudah lama mendamba kan seorang anak, terima kasih ya Win. Aku ga akan bisa lupa semua ke baikkan mu ini," sambung Aira memeluk erat tubuh Winda.
"Mba aku memang sudah ikhlas dan rela kan Zaky untuk di rawat oleh mba Aira, jadi ga usah pake kasih uang segala mba," ucap Winda mencoba menolak pemberian dari Aira.
"Jangan di tolak ya, itu udah rezeki kamu. Anggap aja itu gaji kamu selama membantu di catering ku," ucap Aira.
Winda pun menerima pemberian dari Aira dan masuk ke dalam mobil travel untuk memulai perjalanan pulang ke kota T.
"Selamat tinggal nak suatu saat nanti kita akan bertemu lagi dalam kondisi yang berbeda, selamat tinggal kota S. Kota yang banyak menyimpan rahasia besar ku, aku titip kan anak ku di kota ini sampai ia dewasa nanti," batin Winda menetes kan air mata yang sejak tadi ia tahan.
__ADS_1