
Di toko peralatan bayi, Aira dan Putra mencari peralatan bayi new born sedang kan Winda mencari baju untuk di pakai nanti sesuai kemauan Winda.
"Baju ini lucu untuk mu nak, andai mama bisa melihat mu memakai baju ini," batin Winda melihat satu baju bayi dan segera memasukkannya ke dalam tas belanjaannya.
Sebagai calon ibu, Winda bisa merasa kan keinginan yang sama seperti para ibu yang lain. Melihat tumbuh kembang anaknya dan bisa memberi ASI eksklusif pada anaknya, apa lagi anak pertama memberi kan pengalaman berharga untuk ibu dan mengajar kan bagaimana merawat anak sejak lahir sampai anak itu bisa tumbuh besar.
Sedang kan Aira memilih perlengkapan baby new born dari mulai baju tangan panjang dan baju tangan pendek, popok, celana panjang, celana pendek dan lainya.
Putra pun ikut memilih kan peralatan lainnya seperti botol susu, tempat susu bayi, gendongan sampai tempat tidur bayi sesuai yang Putra mau.
"Mba Aira dan Putra terlihat bersemangat sekali, terlihat sekali mereka menginginkan kehadiran anak dan adik di tengah-tengah mereka. Semoga kamu selalu di kelilingi orang-orang uang selalu menyayangi mu nak, semoga engkau bahagia selalu dengan keluarga baru mu nanti," batin Winda.
Winda menghampiri Aira dan Putra yang sibuk memilih baju dan peralatan yang lucu-lucu.
"Aku udah selesai mba," ucap Winda.
Melihat isi tas belanjaan yang di bawa oleh Winda yang berisi hanya 3 potong baju stelan, Aira langsung mengajak Winda untuk memilih lagi baju-baju untuk bayi umur 1 bulan.
Aira memasuk kan baju-baju tanpa melihat harga dan ukuran yang penting enak di lihat dan warna sesuai kemauannya.
"Bayi kan banyak ganti jadi bajunya harus banyak, aku juga ga punya baju bekas Putra saat bayi jadi semua harus baru," ucap Aira.
Winda hanya tersenyum melihat cara belanja Aira yang memang berbeda dari saat Winda memilih dengan teliti tentu saja melihat harga baju, itu yang di khawatir kan oleh Winda karna Winda takut baju yang di pilihnya terlalu mahal atau bahan kurang baik buat anak.
"Mba boleh ga aku beli baju daster yang agak longgar, baju di rumah udah pada ga muat di pakai," ucap Winda.
"Boleh dong, kamu pilih aja mana yang cocok untuk mu dan langsung masuk kan ke dalam tas belanjaan. Aku mau cari bedak dan sabun bayi," ucap Aira.
Winda memilih baju daster untuk di pakai selama di rumah, sedang kan Aira dan Putra memilih peralatan mandi bayi.
"Mama nanti adik bayi mandi sama mama atau mandi sendiri kaya aku udah bisa mandi sendiri?" tanya Putra dengan polosnya.
"Sayang, karna masih bayi jadi belum bisa mandi sendiri. Dulu Putra waktu masih bayi mama yang mandi kan sampai Putra TK baru Putra belajar mandi sendiri sampai sekarang," ucap Aira menjelas kan perlahan.
"Pakaian dan peralatan mandi sudah ada, tinggal stroller sama tempat mandi," gerutu Aira.
__ADS_1
Aira mencari stroller dan memilih warna yang bagus, Aira memilih warna yang sama dengan warna gendongan.
Selesai membeli semua keperluan yang di butuh kan, Aira ke kasir untuk membayar. Menunggu kasir menghitung belanjaan yang di beli Aira, Putra mengajak Winda untuk mencari minum.
"Kamu cari resto atau cafe aja, nanti aku susul ke sana. Pesan makanan dan minuman untuk mu dan Putra, nanti aku yang bayar," ucap Aira.
"Iya mba," ucap Winda langsung menggandeng tangan Putra keluar dari toko lalu mencari tempat untuk makan.
"Mba bayar pake debit bisa kan?" tanya Aira.
"Bisa bu," jawab kasir.
"Kalau aku titip belanjaan di sini boleh ga mba? Selesai makan aku ambil lagi ke sini, ribet juga kalau makan sambil bawa belanjaan sebanyak ini," ucap Aira.
"Iya boleh bu," ucap kasir dengan ramah.
Setelah membayar Aira pun keluar dari toko untuk mencari keberadaan Winda dan Putra. Aira mengambil ponselnya untuk bertanya dimana Winda dan Putra.
๐Kalian di resto mana?
"Kalian makan apa?" tanya Aira.
"Ga, aku sama Putra baru pesan minum aja," ucap Winda.
Aira memanggil pelayan untuk memesan makanan, 15 menit menunggu akhirnya pelayan pun datang membawa makanan yang di pesan oleh Aira.
"Kita di sini sambil nunggu papa jemput kita, belanjaan juga masih di simpan di toko tadi," ucap Aira.
"Papa udah pulang ma?" tanya Putra.
"Tadi sih bilangnya mau pulang cepat, tapi ga tau jam berapa. Sekarang aja udah jam 3 kurang," ucap Aira.
"Mama tanya sekali lagi, biar kita ga nunggu papa lama-lama," ucap Putra memberi saran.
"Mama telpon papa dulu ya," ucap Aira mengambil ponselnya yang memang sengaja di simpan di atas meja.
__ADS_1
๐ฑ"Halo, sayang kamu udah pulang kerja belum?" tanya Aira.
๐ฑ"Aku udah di parkiran mall, kalian dimana?" ucap Juan.
๐ฑ"Aku kira kamu masih di kantor, kita di resto di lantai 3," ucap Aira memberi tau.
๐ฑ"Oke, tunggu ya. Aku ke sana sekarang," ucap Juan mengakhiri telpon dan menyimpan kembali ponselnya lalu segera masuk ke dalam lift.
Juan keluar dari lift dan langsung masuk ke dalam resto dan menghampiri Aira dan Putra serta Winda.
"Udah selesai belanjanya?" tanya Juan.
"Udah, tapi belanjaan masih di tokonya belum di ambil. Soalnya ribet kalau ke sini bawa banyak belanjaan," ucap Aira.
"Memangnya banyak banget belanjaannya, terus udah di bayar belum?" tanya Juan.
"Udah di bayar, sengaja aku tinggal di sama. Belanjaannya banyak banget, nanti kamu liat aja sendiri," ucap Aira.
"Ya udah, selesai makan kita ambil belanjaannya ke toko," ucap Juan.
Selesai makan mereka kembali ke toko perlengkapan bayi untuk mengambil belanjaan yang telah di beli Aira.
"Mba mau ambil belanjaan yang tadi," ucap Aira pada kasir yang tadi di titip barang oleh Aira.
"Ini bu belanjaannya," ucap kasir menunjuk beberapa kantong belanjaan besar.
"Ish banyak banget ya๐," ucap Aira.
"Sayang ini ga salah, banyak banget," ucap Juan membawa belanjaan yang berat dan Aira membawa yang agak ringan sementara Winda dan Putra membawa belanjaan yang ringan.
Sesampainya di parkiran mobil, Juan langsung menata semua belanjaan ke dalam bagasi mobil. Lalu melaju kan mobilnya keluar parkiran mall menuju jalanan yang memang ramai dan agak macet.
"Sayang tadi habis berapa, untuk belanja?" tanya Juan.
"Aku lupa, hehehe. Tadi aku bayar pake debit jadi lupa totalnya," ucap Aira.
__ADS_1
"Ya udah nanti aku ganti ya, nanti aku lihat struk belanjanya. Aku ganti semua uang yang kamu pakai hari ini," ucap Juan.