Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 53


__ADS_3

Saking asyiknya di dapur sampai tidak sadar kalau Juan sudah pulang.


"Sayang, kamu sudah pulang. Maaf ya aku ga tau," ucap Aira saat melihat Juan masuk dapur.


"Iya ga apa-apa. Ini pesanan untuk di antar kemana?" tanya Juan.


"Pesanan ibu Sintia untuk acara syukuran di rumahnya, boleh minta tolong antar kan pesanannya? Itu pun kalau kamu ga cape, biar aku ga pake jasa ojek jadi lebih irit biaya transportasi juga😊," ucap Aira membujuk Juan.


"Iya nanti biar ku antar, mau aku bantuin ga?" ucap Juan menawar kan diri.


"Ga usah, ini udah mau selesai kok. Coba kamu ngomong sama Putra aja, dari tadi rewel minta beli adik bayi terus nanyain kamu pulang kapan jam berapa," ucap Aira.


"Iya, Putra dimana sekarang?" tanya Juan.


"Ada di kamarnya lagi main," ucap Juan.


"Oke, aku temui anak bujang ku dulu," ucap Juan melangkah pergi meninggal kan Aira dengan sebuah kecupan di pipi Aira.


Sesampainya di kamar Putra, ternyata Putra sedang asyik dengan mainannya sampai tidak sadar kalau papanya ada di dalam kamar.


"Asyik bener mainnya, sampai papa datang ga di lihat," ucap Juan.

__ADS_1


Putra mencari sumber suara lalu berlari untuk memeluk papa tercintanya.


"Papa kapan pulang?" tanya Putra.


"Dari tadi sih, cuman anak papa ga sadar kalau papanya udah ada di dalam kamarnya," ucap Juan.


"Maaf ya pa, aku ga tau kalau papa pulang," ucap Putra.


"Iya ga apa-apa sayang. Oh iya, tadi katanya ada yang mau di bicarakan sama papa waktu pulang sekolah," ucap Juan.


"Gini loh papa, di sekolah itu teman-teman aku udah pada punya adik bayi sedang kan aku ga punya. Terus kata teman aku adik bayi bisa di beli di supermaket, makanya ayo kita beli adik bayi pa. Ayo pa," ucap Putra bercerita.


"Gini loh nak papa jelas kan ya. Adik bayi itu ga bisa di beli d supermarket karna adik bayi itu bukan barang yang bisa di perjual beli kan, adik bayi itu kaya Putra yang keluar dari perut mama. Kamu ngerti?" ucap Juan menjelaskan.


"Iya pa," jawab Putra singkat.


"Putra sudah makan?" tanya Juan.


"Sudah pa tadi siang," jawab Putra.


"Ya sudah, Putra lanjut main ya. Papa mau bantu mama antar pesanan catering," ucap Juan.

__ADS_1


Putra pun turun dari gendongan papanya dan melanjut kan mainnya, Juan pun langsung keluar dari kamar Putra menuju dapur.


"Sudah selesai semuanya?" tanya Juan.


"Sudah, tinggal di antar. Ini alamatnya," jawab Aira sambil memberi kan selembar kertas berisi alamat yang memesan catering.


"Aku pergi dulu ya," ucap Juan pamit.


"Iya, hati-hati di jalan ya. Terima kasih udah mau bantu antar pesanan.


Juan pun pergi mengantar pesanan catering, sementara Aira memberes kan dapur yang berantakan.


...***...


Malam hari saat hendak tidur, Juan mengajak bicara Aira atas permintaan Putra.


"Sayang, kalau kita coba program hamil. Kamu mau ga?" tanya Juan.


"Tapi kan kita masih butuh ini itu, sementara untuk punya anak lagi butuh biaya juga," jawab Aira.


"Putra kan sudah besar, sudah cukup untuk punya adik. Kalau untuk biaya biar aku yang pikir kan semua itu," ucap Juan.

__ADS_1


"Besok aku akan ambil cuti, kita ke dokter kandungan untuk program hamil ya," sambung Juan.


Aira hanya menganggukkan kepalanya lalu tidur di pelukan Juan.


__ADS_2