
Seminggu berlalu Aira di rawat di rumah sakit, bu Siska dan bu Ika bergilir menjaga Aira selama Juan pergi bekerja.
Selama Aira di rumah sakit, Putra tidak pernah bertemu dengan mamanya. Putra hanya bisa melihat Aira dari layar ponsel milik kakek atau neneknya.
Usaha catering pun tetap berjalan dan di urus oleh mba Sri, orang yang selalu membantu Aira di saat pesanan catering harus terpenuhi dan pekerjaan rumah harus tetap di kerja kan.
Pagi ini saat dokter datang untuk memeriksa Aira, ternyata kondisi Aira sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Melihat catatan kesehatan dan kondisi ibu Aira sudah jauh lebih baik, ibu boleh pulang hari ini," ucap dokter.
"Iya dok terima kasih sudah merawat saya sampai sembuh," ucap Aira.
Dari hasil pemeriksaan ternyata kista yang ada di rahim Aira sudah hancur saat pendarahan terjadi, kini Aira bisa menjalani program hamil kembali.
Setelah dokter pergi meninggal kan Aira seorang diri di dalam ruangan karna saat ini ibu yang menemani Aira sedang pergi ke kantin rumah sakit untuk mencari sarapan pagi, Aira mencoba menghubungi Juan untuk memberi tau kabar kepulangannya.
Aira mengambil ponselnya yang di simpan di atas nakas.
π±"Halo, sayang. Ada apa?" tanya Juan.
π±"Kamu lagi sibuk ga? Hari ini aku udah boleh pulang," ucap Aira.
π±"Syukur lah, untuk pembayaran nanti aku transfer ya. Nanti kalau sudah beres semuanya, aku jemput kamu ke rumah sakit. Maaf ya hari ini aku lagi banyak kerjaan, aku ga bisa izin pulang lebih cepat," ucap Juan.
π±"Iya ga apa-apa sayang, aku ngerti kok kamu sibuk. Biar ibu yang urus semuanya," ucap Aira.
π±"Kalau kamu butuh bantuan biar aku telpon ibu, minta urus administrasi kepulangan kamu," ucap Juan.
π±"Ga usah, ibu juga pasti bisa. Aku juga udah kuat untuk jalan kemana-mana, kalau ibu ga bisa aku juga bisa ngurus semuanya," ucap Aira.
π±"Maaf ya aku ga bisa bantu kamu, aku ga bisa ninggalin kerjaan ku," ucap Juan.
π±"Iya ga apa-apa. Ya udah kamu kan lagi sibuk, aku tutup telponnya ya biar kamu bisa lanjut kerja," ucap Aira mengakhiri pembicaraannya dengan Juan di telpon.
π±"Iya sayang, aku transfer uang ya buat pembayaran rumah sakit," ucap Juan.
__ADS_1
π±"Iya sayang," ucap Aira singkat lalu menekan tombol merah untuk menutup telponnya.
Tak lama ibu Siska pun datang membawa sekantong makanan untuk sarapan paginya.
"Bu, apa ibu bisa bantu aku mengurus administrasi pembayaran rumah sakit?" tanya Aira.
"Ibu ga paham nak, ibu takut salah," ucap ibu Siska.
"Memangnya sudah mau bayar ya nak?" sambung bu Siska.
"Hari ini aku udah boleh pulang, hari ini Juan lagi banyak kerjaan jadi ga bisa pulang lebih cepat buat bantu mengurus pembayaran rumah sakit. Kalau ibu ga bisa, biar aku yang mengurus semuanya," ucap Aira.
"Kamu bisa nak?" tanya ibu Siska.
"Bisa bu, aku sudah merasa jauh lebih baik," jawab Aira.
"Biar ibu antar aja ya, ibu masih takut kamu ada apa-apa di jalan," ucap bu Siska.
"Iya bu," ucap Aira singkat.
"Bu, ini rincian pembayaran biaya rumah sakit yang harus ibu bayar di lantai dasar bagian rekening pusat," ucap admin ruangan menjelas kan.
Aira di temani ibu pergi ke bagian rekening pusat untuk membayar tagihan biaya rumah sakit, setelah selesai Aira kembali ke kamarnya untuk memberes kan barang-barangnya.
Suster pun masuk ke dalam ruangan Aira untuk memberi kan obat-obatan yang akan di bawa pulang oleh Aira dan surat kontrol untuk Aira cek kesehatan 3 hari ke depan.
Aira menghubungi Juan kembali tapi tak ada respon dari Juan, akhirnya Aira memilih mengirim pesan whatsapp pada Juan.
πSayang aku udah selesai semuanya, kamu mau jemput jam berapa?
Lama menunggu balasan dari Juan, akhirnya Aira memilih untuk memakai taksi online untuk pulang ke rumah.
Aira meminta bantuan pada petugas cleaning service untuk membawa kan barang-barangnya ke lobi.
5 menit menunggu taksi yang di pesan, taksi pun datang, ibu di bantu petugas cleaning service memasuk kan barang-barang ke dalam bagasi mobil.
__ADS_1
Setelah selesai Aira memberi kan upah pada petugas cleaning service secara sembunyi-sembunyi karna Aira tau peraturan rumah sakit di larang menerima upah atau uang tip dari pasien atau keluarga pasien.
Di tengah perjalanan menuju rumah, ponsel Aira berdering. Aira segera mengambil ponselnya dari dalam tasnya, di lihatnya layar ponselnya ternyata Juan yang menelpon.
π±"Halo sayang, maaf ya tadi aku lagi meeting sama bos," ucap Juan memulai obrolan.
π±"Iya ga apa-apa, aku tau kamu sibuk kerja," ucap Aira.
π±"Sekarang aku jemput kamu ya tapi aku antar kamu ke rumah aja terus aku balik lagi ke kantor soalnya aku masih ada meeting sama satu klien lagi," ucap Juan.
π±"Ga usah, aku udah di jalan. Aku pake taksi online, tadi udah tunggu kamu tapi lama jadi aku pesan taksi online. Aku pengen cepat sampai di rumah, aku udah kangen banget sama Putra," ucap Aira.
π±"Maafin aku ya, ga bisa jemput kamu. Aku usaha kan pulang lebih cepat ya," ucap Juan.
π±"Oh iya, nanti mau di bawa kan apa?" sambung Juan.
π±"Ga usah, aku lagi ga pengen makan apa-apa. Aku cuma mau ketemu sama Putra aja," ucap Aira.
π±"Ya sudah, kamu hati-hati di jalannya ya. Aku lanjut meeting lagi ya, biar cepat selesai," ucap Juan.
π±"Iya," ucap Aira singkat lalu menutup telponnya.
30 menit perjalanan yang di tempuh untuk sampai ke rumah, Aira segera turun dari mobil setelah membayar lalu bergegas masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Putra.
"Putra mana bu?" tanya Aira yang melihat saat masuk hanya ada ibu mertuanya.
"Ada di kamarnya nak, kamu keluar dari rumah sakit kok ga kasih kabar ke ibu nak. Kan ibu sama ayah bisa jemput kamu di rumah sakit," ucap bu Ika.
"Ga apa-apa bu, aku takut merepot kan ibu. Aku masuk dulu ya mau cari Putra dulu," ucap Aira.
"Iya nak," ucap bu Ika singkat lalu berdiri dari duduknya dan menyimpan ponselnya di atas meja saat mendengar suara dari halaman depan.
Ternyata bu Siska sedang menunggu pak sopir menurun kan barang-barang, bu ika pun berjalan mendekati bu Siska.
"Mari saya bantu bawa kan bu," ucap bu Ika.
__ADS_1
"Iya bu, terima kasih," ucap bu Siska.