
Amel tak terima Juan meninggalkannya begitu saja, Amel marah dengan keputusan sepihak yang di ambil Juan.
"Lihat saja nanti, sampai kapan kamu bisa tahan setia sama istri kamu Juan," gerutu Amel.
Amel yang mengamuk di ruangannya, tiba-tiba di datangi oleh teman-teman kantornya karna sudah membuat keributan di kantor.
"Ada apa? Kenapa berantakan seperti ini?" tanya Wulan.
"Ga ada apa-apa, ngapain kalian ke sini?" tanya Amel ketus.
"Ngapain juga ngurusin urusan orang, urus sana urusan kalian masing-masing. Kepo amat sih jadi orang," sambung Amel kesal.
"Ish ada pelakor ngambek auto bentar lagi ada yang labrak istri sah nih, ups," ucap Wulan.
Wulan memang suka jujur orangnya, apa yang di kata dengan apa adanya.
"Ga kebalik tuh, harusnya jadi pelakor itu harus sadar diri terutama ngaca diri kamu juga punya keluarga jangan ganggu suami orang," ucap Nita.
"Sana pergi, berisik aja kalian. Kalian tau apa tentang aku, bisanya nilai orang dari sisi buruknya aja," ucap Amel kesal.
Wulan dan Nita akhirnya pergi meninggal kan Amel di ruangannya yang berantakan.
__ADS_1
"Liat aja Juan. kalau aku ga bisa sama kamu, istri kamu pun ga bisa terus sama kamu. Aku bakalan terus ganggu rumah tangga kamu dan istri kamu," gerutu Amel.
...***...
Sementara itu, Juan memutus kan untuk memperbaiki hubungannya dengan Aira tapi kenyataan tak sesuai dengan apa yang di harap kan oleh Juan.
Aira yang sudah menerima semua bukti perselingkuhan Juan dan Amel membulat kan tekad Aira dan berniat untuk bercerai dari Juan.
Juan datang di saat waktu sudah terlambat, di saat hati Aira sudah terlalu sakit untuk memaaf kan.
Tok tok tok
Ternyata Juan yang sudah menunggu di balik pintu, raut wajah Aira pun berubah seakan tidak senang Juan datang.
"Mau apa lagi kamu datang kemari, belum cukup kamu lukai hati dan perasaan ku. Kamu masih belum puasa hah," ucap Aira.
"Aira aku minta maaf, aku khilaf. Aku janji aku ga akan mengulangi lagi kesalahan ku, aku ga mau jauh dari kamu dan anak kita," ucap Juan penuh penyesalan.
"Semudah itu kamu minta maaf, enak sekali ya," ucap Aira ketus.
"Aku mohon Aira, beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki kesalahan ku. Aku jamin tidak akan ada lagi yang ke dua kalinya," ucap Juan penuh janji manis.
__ADS_1
Aira pun masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang-barang Juan.
"Ini baju dan barang-barang kamu ga ada gunanya di simpan di sini, dan satu lagi ini foto-foto bukti perselingkuhan kamu dan wanita paling cantik itu," ucap Aira penuh emosi.
"Tanya hati kamu Juan, kurang aku dimana? Salah aku apa sampai kamu setega ini pada ku," sambung Aira.
Rasanya sudah habis air mata Aira untuk menangisi nasib rumah tangganya dengan Juan.
"Aira aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi, maaf kan aku Aira," ucap Juan.
"Lebih baik kamu pergi, aku muak melihat muka kamu," ucap Aira.
Aira pun masuk dan membanting pintu, Juan terdiam melihat marahnya Aira yang tidak mau memaafkan kesalahannya.
"Bodohnya aku telah mengkhianati pernikahan ini, sungguh aku menyesal semua yang telah ku perbuat," batin Juan menangis di depan pintu rumah Aira.
Juan pun pergi meninggal kan rumah Aira dengan membawa koper besar dan dengan penyesalan yang mendalam.
"Memang sulit mendapat kan maaf dari mu Aira, apa lagi membawa mu kembali pada ku. Tapi aku ga akan menyerah, aku pasti bisa dapat kan cinta kamu lagi. Aku yakin semua akan kembali seperti sedia kala, sampai kapan pun aku ga akan cerai atau pun mencerai kan mu Aira," batin Juan.
"Siapa ya yang dengan sengaja mengirim semua foto-foto itu, bahkan ayah pun sudah melihat foto itu. Apa ada orang yang selalu membuntuti ku saat bertemu Amel? Tapi siapa ya," gerutu Juan sebelum melaju kan mobilnya.
__ADS_1