
"Ga apa-apa, aku ga repot kok. Oh iya tadi bukannya kamu laper ya? Makan sama ayam goreng mau ga?" ucap Aira menawar kan makanan.
"Apa aja mba, yang penting bisa isi perut," ucap Winda.
"Sebentar ya aku siap kan makan buat kamu," ucap Aira lalu pergi ke dapur lagi.
Aira pun pergi ke ruang catering untuk meminta ayam yang telah di goreng dan sedikit sayur untuk Winda.
"Mba Sri aku minta ayam goreng sama sayur semangkuk kecil ya," ucap Aira mengambil sayur dan ayam.
"Loh buat siapa bu?" tanya mba Sri.
"Aku ada tamu, nanti juga kamu bakalan tau sendiri siapa orangnya," ucap Aira.
"Ya udah, terima kasih ya mba untuk sayur dan ayamnya," ucap Aira langsung ke dapur mengambil piring untuk di isi nasi dan nampan untuk membawa makanan ke depan.
"Kamu mau makan di sini apa di ruang makan?" tanya Aira.
"Di ruang makan aja mba, biar ga repot bolak baliknya," ucap Winda berdiri dari duduknya dan pamit pada bu Siska.
"Permisi bu aku makan dulu," ucap Winda dengan sopan.
Winda melahap makanan di depannya dengan penuh rasa nikmat, setelah tau bahwa dirinya hamil Winda sengaja menahan rasa lapar karna takut perutnya makin buncit dan ibunya mengetahui kehamilannya.
"Besok kita periksa ke bidan ya biar tau kondisi bayinya," ucap Aira.
"Oh iya, selama tau hamil suka minum susu ga? Atau mau di beli kan susu ibu hamil sama cemilannya sekalian," sambung Aira.
"Aku ga pernah minum susu apa-apa, malahan saking takut ketauan aku beli pembalut yang ukuran besar dan di simpan di kamar karna pernah kakak ku nanya kenapa aku ga pernah liat lagi haid. Aku bilang aja aku beli pembalut yang rencengan yang di warung, udah deg deg an aja tuh jantung takut ketauan," ucap Winda bercerita singkat.
"Terus gimana?" tanya Aira penasaran.
"Untung aja kakak ku percaya sama aku, jadi masih aman deh," ucap Winda.
"Jadi mau minum susu apa nih, sama suka rasa apa?" tanya Aira.
__ADS_1
"Susu apa aja mba rasa coklat, Terima kasih sebelumnya ya mba udah mau nolongin aku. Aku udah bingung dari sejak tau aku hamil," ucap Winda.
"Iya sama-sama, justru aku yang terima kasih kamu udah mau kasih kebahagiaan yang harusnya jadi milik mu dengan ikhlas kamu beri pada ku," ucap Aira.
"Aku mana bisa mba merawat bayi ini dengan keadaan ku yang belum menikah, yang pasti mama pasti akan kecewa kalau tau aku hamil di luar nikah dan papa pasti marah dan bilang ga becus didik anak," ucap Winda.
"Ya sudah nanti kita cerita lagi ya, aku mau ajak suami ku beli susu sama cemilan buat kamu. Di habis kan makannya ya," ucap Aira berdiri dari tempat duduknya lalu pergi ke kamarnya untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh suaminya.
Tok tok tok.
Aira masuk ke dalam kamarnya dan melihat Juan ternyata udah mandi dan berganti pakaian, Juan hanya berbaring di atas ranjang dan memainkan ponselnya.
"Sayang kamu udah mandi?" tanya Aira basa basi.
"Udah dong, itu ibu hamil lagi apa sekarang?" jawab Juan kembali bertanya pada Aira.
"Lagi makan di ruang makan, kamu mau makan sekarang atau nanti aja?" ucap Aira memberi pilihan.
"Nanti aja bareng sama kamu," ucap Juan.
"Kalau gitu, kita ke minimarket yu. Beli susu ibu hamil sama cemilan buat Winda, kan kalau Winda sehat bayinya juga pasti sehat," ucap Aira membujuk Juan.
Aira dan Juan keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah ruang tamu untuk mengajak serta Putra untuk ikut bersama Aira dan Juan.
"Putra sayang, mama sama papa mau ke minimarket. Putra mau ikut ga?" ucap Aira.
"Aku ikut ma, aku mau jajan," ucap Putra penuh semangat.
"Ibu mau di beli kan makanan atau minuman apa?" tanya Aira.
"Apa aja nak, terserah kamu," jawab bu Siska.
"Ya sudah kami pergi dulu ya, aku titip Winda takut butuh sesuatu," ucap Aira pamit pergi.
"Iya nak," jawab bu Siska singkat.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pergi ke minimarket dengan mengguna kan motor yang di guna kan untuk mengirim pesanan dalam jumlah sedikit.
"Alhamdulillah nak, meski pun lewat rahim Winda tapi kamu masih di beri kepercayaan oleh Tuhan. Terima kasih Tuhan Engkau masih memberi kan kebahagiaan untuk anak ku Aira," batin bu Siska.
30 menit berlalu, Aira pulang dengan membawa banyak makanan. Sekantong makanan untuk Winda dan sekantong makanan punya Putra.
"Aku mau bagi makanan untuk nenek dan mba-mba yang ada di catering mama," ucap Putra berlari ke dalam rumah mencari bu Siska.
...***...
Pagi sekali Aira sudah bangun, seperti biasa Aira mengecek pesanan di ponselnya lalu menulis ga di buku pesanan dan membuat kan bon pembayaran.
Setelah selesai, Aira pergi ke dapur untuk berbenah dan menyiap kan sarapan pagi untuk suami dan yang lainnya.
"Hari ini aku mau bikin nasi goreng aja deh, sama telur mata sapi dan sosis kesukaan Putra," gerutu Aira.
Aira pun mulai menggoreng sosis dan telur secara terpisah lalu nasi goreng, susu pun menjadi menu utama untuk Winda.
Minum susu di pagi dan malam hari untuk menjaga kesehatan janin dalam perut Winda karna Aira ingin bayi yang lahir kan oleh Winda lahir dengan keadaan sehat tanpa kurang satu apa pun.
"Nanti setelah sarapan kita periksa ke bidan ya Winda, biar tau kondisi bayi dalam perut mu," ucap Aira.
"Putra ke sekolah bareng papa ya, mama mau antar tante Winda ke bidan," sambung Aira.
"Iya ma, tapi nanti mama jemput aku kan," ucap Putra.
"Iya sayang nanti pasti mama jemput Putra ke sekolah," ucap Aira.
Setelah selesai sarapan, sebelum ke kantor Juan antar Putra ke sekolahnya dan Aira siap-siap pergi ke bidan.
"Kita pergi jam berapa mba?" tanya Winda.
"Kalau ga salah sih bidannya buka jam 8 pagi, kita ke sana jam 8 aja," jawab Aira.
"Ya sudah aku siap-siap dulu ya mba," ucap Winda pergi menjauh dari dapur meninggal kan Aira dan bu Siska.
__ADS_1
"Nak kamu bahagia dengan kehadiran bayi yang akan di lahir kan oleh Winda?" tanya bu Siska.
"Aku bahagia bu, akhirnya Tuhan mengabul kan doa ku. Meski pun anak ini bukan anak ku tapi aku akan tetap menyayanginya seperti anak kandung ku sendiri," ucap Aira.