Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 46


__ADS_3

Aira hendak bertanya pada seseorang yang melintas di depannya, bertanya tentang bus yang harus ia naiki menuju kota A.


"Mas, mas kalau bus menuju kota A yang mana ya?" tanya Aira.


"Biasanya jam segini jarang lewat mba, jadi mba harus pakai travel atau ga mba pergi ke terminal bus dulu kalau di sini suka susah mba," jawab seseorang.


"Terus mas saya ke terminal bus harus pakai apa? Angkot yang mana, soalnya saya di sini baru 2 hari mas jadi saya belum tau apa-apa di sini," ucap Aira.


"Mba bisa pakai ojek online aja biar lebih mudah," ucap seseorang.


"Iya mas, maaf ya merepot kan. Terima kasih sebelumnya," ucap Aira.


"Iya mba sama-sama," ucap seseorang dan segera pergi dari tempat Aira.


Aira masih dalam kebingungan karna untuk memesan ojek online harus pakai aplikasi sementara ponsel Aira tertinggal di tempat kost Juan.


"Aku harus bagaimana sekarang?" gerutu Aira kebingungan.


Aira memutus kan untuk kembali berjalan kaki, dari kejauhan Juan melihat Aira dan langsung menghampiri Aira.

__ADS_1


Juan menghentikan mobilnya tepat di depan Aira dan keluar dari mobilnya lalu memeluk erat tubuh Aira, namun Aira menolaknya.


"Kamu mau kemana sayang? jangan pergi dari ku Aira, jangan tinggal kan aku. Maaf kan aku," ucap Juan.


"Stop panggil aku sayang, apa ini yang kamu bilang sayang. Rasa sayang kamu selalu membuat ku menangis, aku ga punya ruang untuk diri ku sendiri. Lebih baik aku pulang dan lebih baik kita pikir kan lagi baik-baik tentang hubungan kita?" ucap Aira menahan air mata yang terbendung di sudut matanya.


"Jangan seperti itu Aira, kita pulang ya. Kita bicara kan semuanya di rumah ya," ucap Juan membujuk Aira.


"Sudah lah tidak ada lagi yang perlu kita bicara kan, sudah tidak ada lagi saling percaya di antara kita jadi buat apa kita pertahan kan pernikahan ini," ucap Aira.


Air mata pun jatuh tah tertahan kan karna rasanya memang sulit memperbaiki rasa yang pernah hancur.


"Jangan mentang-mentang kamu pernah melakukan perselingkuhan lantas kamu anggap aku sama dengan mu, aku masih punya harga diri. Aku ga akan merendah kan diri ku seperti yang kamu pikir," ucap Aira melangkah meninggal kan Juan namun Juan menahannya.


"Aku mohon Aira, maaf kan aku. Kita pulang dulu ya, kita bicara kan semuanya baik-baik," ucap Juan.


Aira hanya bisa diam dan menangisi semuanya yang telah terjadi, Juan hanya bisa mengusap air mata di pipi Aira dan terus membujuk Aira agar mau memaafkannya.


"Kita pulang ya, maaf kan aku. Aku ga akan mengulangi kesalahan ku tadi, aku percaya kamu ga akan membalas perbuatan ku dulu," ucap Juan.

__ADS_1


Aira pun mau di ajak pulang oleh Juan dan Aira pun naik ke mobil Juan yang terparkir sembarangan.


Juan segera melaju kan mobilnya, putar arah menuju kostan.


Sepanjang perjalanan Aira hanya diam memandang ke luar jendela tanpa menghiraukan semua omongan Juan.


Sesampainya di kamar kost, Aira hanya diam tak mau bicara sepatah kata pun.


Juan terus menerus bicara tanpa satu pun yang Aira jawab, Aira melaku kan aktifitasnya tanpa mengeluarkan suara apa pun.


"Sayang, ayo lah jangan seperti ini. Jangan diam kan aku seperti ini, kita hanya salah paham," ucap Juan.


Aira tetap tidak menghiraukan Juan sampai akhirnya Aira dan Putra tertidur di sudut kasur.


Pagi sekali Aira sudah bangun, Aira berbenah ruangan yang hanya sepetak dan merapihkan yang tertunda kemarin.


Di lihatnya ponsel miliknya di atas lemari kecil, Aira hanya mengecek apa yang Juan cari kemarin.


Ternyata Juan menelpon panggilan terakhir yaitu Nadia yang menelpon Aira terakhir kalinya dan banyak chat masuk dari Nadia.

__ADS_1


"Sampai segitunya kamu Juan, kamu kira aku serendah itu," gerutu Aira semakin kesal terhadap Juan.


__ADS_2