Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 55


__ADS_3

Selama perjalanan Aira hanya diam dan sesekali menyeka air mata di pipinya, Juan tidak bisa berkata apa pun hanya mendiam kan Aira dan tetap fokus menyetir.


Sesampainya di rumah, Aira langsung berjalan masuk menuju kamarnya dan mengunci pintu.


"Tuhan apa ini teguran untuk ku? Ampuni segala dosa-dosa yang pernah ku perbuat Tuhan, maaf kan ke kelalaian ku menjaga tubuh ini," batin Aira menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya dan menyalah kan diri sendiri karna telah lalai menjaga tubuhnya sendiri.


Juan membawa Putra ke kamarnya untuk ganti baju lalu makan siang.


"Lebih baik aku biar kan Aira sendiri dulu, nanti setelah Putra tidur baru aku temui Aira, biar kan Aira menenang kan hatinya dulu," batin Juan.


Juan mengajak bermain Putra di kamarnya karna memang jarang juga Juan bermain bersama Putra selain hari libur kerja, hingga akhirnya Putra pun lelah bermain dan akhirnya tertidur di pangkuan Juan.


"Tidur yang nyenyak ya sayang," ucap Juan mencium kening Putra yang sudah terlelap di atas kasur di kamarnya.


Juan pun keluar dari kamar Putra dan menutup pintu kamar Putra lalu berjalan menemui Aira.


Tok tok tok


"Sayang, boleh aku masuk," ucap Juan dari balik pintu kamar lalu mengetuk pintu lagi.


Tok tok tok

__ADS_1


"Aira sayang, buka pintunya dong. Aku mau masuk," ucap Juan.


Aira pun membuka pintu membiar kan Juan masuk, lalu Aira duduk di tepi ranjang dan kembali menangis.


"Sudah ya jangan menangis lagi, kita harus tetap berusaha untuk kesembuhan mu," ucap Juan memeluk Aira dan sesekali menyeka air mata yang membasahi pipi Aira.


"Kalau aku ga bisa hamil lagi gimana? Aku udah gagal jadi seorang istri, aku ga bisa menjaga kesehatan tubuh ku sendiri. Ini semua salah ku," ucap Aira kembali menangis.


"Ini semua ketetapan Tuhan sayang, bukan salah mu. Aku tetap menerima mu apa pun kekurangan mu, meski pun kamu ga bisa hamil lagi tapi setidaknya kita punya Putra di tengah-tengah kita," ucap Juan meyakin kan hati Aira.


"Maaf kan aku, aku belum bisa jadi apa yang kamu harap kan," ucap Aira.


"Udah ya jangan nangis lagi, ini semua bukan salah mu. Nanti kita coba periksa ke dokter lain, siapa tau ada yang salah dengan hasil pemeriksaan tadi," ucap Juan.


"Sudah ya jangan nangis lagi, kita cari jalan terbaik untuk semua ini," sambung Juan kembali menyeka air mata di pipi Air.


"Putra mana?" tanya Aira.


"Putra udah tidur, udah makan juga tadi. Sekarang kita makan siang dulu ya, aku udah lapar," ucap Juan.


...***...

__ADS_1


Juan memberi kabar pada orang tuanya melalui sambungan telpon.


📱"Halo bu, apa kabar?" sapa Juan.


📱"Kabar ibu sehat, ayah juga sehat. Kabar kamu dan Aira gimana?" jawab ibu Ika kembali bertanya.


📱"Kabar aku dan Putra Sehat, cuma Aira lagi kurang sehat," ucap Juan menahan perkataannya.


📱"Loh Aira kenapa nak, Aira sakit apa?" tanya ibu Ika.


📱"Kemari kita ke dokter kandungan dengan tujuan ingin program hamil karna Putra terus merengek minta adik bayi pake acara minta beli di supermarket segala, akhirnya kita ke dokter kandungan. Tapi hasil dari dokter menyatakan kalau ada kista ovarium di rahim Aira," ucap Juan.


📱"Terus sekarang keadaan Aira bagaimana? Pasti sangat terpukul," ucap ibu Ika.


📱"Aira sudah lebih tenang sekarang lagi istirahat di kamar," ucap Juan.


📱"Yang sabar ya kalian, kalau masih bisa di obati kenapa harus putus asa. Terus semangat untuk kesembuhan Aira ya nak, ibu doa kan yang terbaik untuk kalian semua terutama untuk Aira," ucap ibu Ika.


📱"Iya bu terima kasih, aku pasti akan menemani Aira di masa sulitnya seperti ini," ucap Juan.


📱"Aku tutup telponnya ya bu, salam untuk ayah. Jangan lupa jaga kesehatan ibu dan ayah," sambung Juan.

__ADS_1


📱"Iya nak, nanti ibu sampai kan," ucap ibu Ika menutup telponnya.


__ADS_2