Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 26


__ADS_3

Seminggu berlalu, Aira masih sibuk mencari pekerjaan yang belum ada kejelasannya tanpa memikir kan nasib rumah tangganya dengan Juan.


Aira hanya memikir kan bagaimana bisa mencukupi ibu dan anaknya Putra tanpa merepot kan dan menggunakan uang yang di beri kan oleh Juan.


Lamaran kerja Aira masuk kan ke toko-toko, cafe bahkan butik sekalian yang memasang info lowongan pekerjaan langsung Aira datangi.


Sudah Interview di sana sini tapi Aira masih belum di terima kerja.


"Apa karna aku cuma lulusan SMA ya makanya susah cari kerja," batin Aira.


Karna merasa lelah berjalan, Aira duduk di halte sambil minum air yang di bawanya dari rumah.


"Apa aku coba ke cafe Gerry aja ya, siapa tau masih bisa masuk kerja di sana," gerutu Aira.


Aira pun bangkit dari tempat duduknya dan kembali bersemangat untuk mencari kerja.


"Semangat Aira kamu pasti bisa, ingat Putra di rumah nunggu kamu. Semangat," gerutu Aira menyemangati dirinya sendiri.


Aira pun pergi menuju cafe tempat Aira bekerja sebelum Juan melarang Aira bekerja di 2 tempat, bahkan setelah menikah pun Juan melarang Aira untuk bekerja.


...***...

__ADS_1


Sementara Juan yang menunggu keputusan dari Aira, resah dengan apa yang akan terjadi di kemudian hari.


"Aku harus tetap bekerja demi anak dan istri ku, apa aku ambil aja ya tawaran dari bu Erni? Mungkin dengan cara seperti ini aku bisa menenangkan hati ku dan memberi Aira ruang untuk sama-sama berpikir untuk nasib rumah tangga kami," batin Juan.


Akhirnya Juan mengambil ponselnya untuk menghubungi bu Erni.


📱"Halo bu, selamat siang. Maaf menganggu," sapa Juan memulai percakapan.


📱"Halo selamat siang, dengan siapa saya bicara?" tanya bu Erni.


📱"Saya Juan bu, apa saya menganggu waktu ibu?" jawab Juan kembali bertanya.


📱"Oh Juan, ya gimana Juan. Apa kamu ada kabar baik untuk saya," ucap bu Erni.


📱"Kamu masih minat bekerja di perusahaan kami, kalau iya bersiap lah besok kita pergi ke sana. Akan saya antar langsung ke perusahaan di cabang kota S," jawab Bu Erni.


📱"Baik bu, saya setuju," jawab Juan dengan penuh keyakinan.


📱"Oke, kalau begitu besok saya tunggu kamu di dekat kantor pukul 7 pagi untuk berangkat langsung mengguna kan mobil dari kantor. Biar ga ada yang tau juga kan ya kalau kamu di pindah ke perusahaan lain," ucap bu Erni.


📱"Maaf bu, kalau saya tunggu agak jauh dari kantor bagaimana. Takutnya ada teman yang lain melihat, tidak enak juga kan mereka taunya saya resign dari kantor," ucap Juan.

__ADS_1


📱"Oke," jawab bu Erni singkat.


📱"Terima kasih ya bu sebelumnya, ibu sudah mau membantu saya," ucap Juan.


📱"Iya sama-sama," ucap bu Erni mengakhiri telponnya dengan Juan.


Juan meminta izin pada kedua orang tuanya dan segera mengemasi baju dan barang-barang yang hendak di bawa besok.


Saat hendak berbenah, bu Ika datang ke kamar Juan untuk membicara kan keputusan yang Juan ambil.


Tok tok tok


"Nak, apa ibu boleh masuk," ucap ibu Ika dari balik pintu kamar Juan.


"Masuk aja bu, pintunya ga di kunci kok" jawab Juan.


Bu ika pun masuk dan duduk di samping Juan yang sedang sibuk memasukan baju yang akan di bawa.


"Nak, apa tidak di pikir kan lagi keputusan mu ini? Kota S itu jauh nak, apa kamu siap jauh dari anak dan istri mu bahkan ibu dan ayah juga?" tanya Bu Ika.


"Ini sudah menjadi keputusan ku bu, mungkin dengan begini aku bisa memberi Aira ruang untuk berpikir. Sampai saat ini pun Aira belum menghubungi ku," jawab Juan.

__ADS_1


"Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan terbaik untuk mu nak, ibu hanya bisa mendoakn yang terbaik untuk mu nak," ucap bu Ika.


__ADS_2