
Setelah obrolan dari hati ke hati antara Juan dan Aira membuat Aira jauh lebih baik, Aira mulai bersemangat kembali dan bangkit dari keterpurukan.
Aira mulai mengurus kembali usaha catering nya dan kembali ke aktifitas semula, menyiap kan bekal dan sarapan untuk Juan dan Putra dan mengantar Putra sekolah setelah itu mengurus pesanan catering.
"Aku harus tetap semangat, tetap bersyukur masih bisa menikmati kebersamaan dengan Putra meski pun aku sulit untuk punya anak lagi tapi setidaknya aku pernah merasa kan hamil dan melahir kan. Itu pengalaman pertama dan terakhir bagi ku," batin Aira menghela nafas panjang.
Sore ini Aira menerima pesanan lewat sambungan telpon dari pelanggan dengan jumlah yang cukup banyak.
π±"Halo, dengan Aira's catering," sapa seseorang dari ujung telpon.
π±"Iya mba, ada yang bisa saya bantu?" tanya Aira.
π±"Saya mau pesan nasi kotak sebanyak 200 box dan snack 200 box, untuk acara besok siang di jam makan siang sekitar jam 12:30. Bisa mba?" tanyanya.
π±"Bisa mba, maaf pesanan nya atas nama siapa ya dan akan di kirim ke alamat mana?" tanya Aira.
π±"Atas nama Rima Anjani dan untuk alamat nanti saya kirim lewat chat whatsapp biar ga salah alamatnya," ucap Rima.
π±"Baik, saya ulang pesanannya ya mba, nasi kotak nasi box dan 200 box snack untuk acara jam 12:30 atas nama Rima Anjani," ucap Aira mengulang pesanan.
π±"Iya mba, nanti saya transfer untuk uang muka ya. Mba kirim nomor rekening lewat whatsapp ya, terima kasih ya mba," ucap Rima mengakhiri telponnya.
Tanpa menjawab Aira menutup telpon dan segera mengirim kan nomor rekeningnya lalu di balas dengan alamat lengkap Rima.
"Kok namanya sama ya kaya teman sekolah ku dulu? Ah mungkin hanya kebetulan aja," batin Aira.
πUang sudah di transfer ya mba, sisanya besok sambil mba mengantar makanannya.
πIya terima kasih mba. Pesanannya akan di kirim sesuai alamat dan waktu yang sudah di tentu kan.
Aira segera memberi tau mba Sri kalau besok ada pesanan dalam jumlah yang cukup banyak.
"Mba Sri, coba cek di kulkas stok makanan untuk pesanan cukup atau tidak. Barusan saya dapat orderan 200 nasi box dan 200 Snack," ucap Aira minta tolong pada mba Sri.
Mba Sri segera menuruti apa yang di kata kan oleh Aira, mengecek isi kulkas dan ternyata sisa bahan makanan tidak cukup untuk pesanan yang masuk.
__ADS_1
"Bu saya rasa bahan makanannya ga akan cukup kalau pesanan nya 200 box, belum lagi pesanan yang lainnya," ucap mba Sri.
"Ya sudah kita belanja sekarang, biar pesanan selesai tepat waktu," ucap Aira mengajak mba Sri ke pasar dekat rumah dengan di bantu pak supir yang biasa membantu mengantar kan pesanan catering.
Aira belanja ke tempat yang biasa ia kunjungi, Aira membeli dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya karna pesanan memang lagi banyak yang masuk dalam jumlah yang banyak di setiap pesanannya.
Selesai berbelanja, Aira dan mba Sri langsung mengerja kan sesuai tugas masing-masing.
Aira mencatat kembali setiap pesanan masuk di buku khusus pembukuan pesanan catering nya.
"Kok ini orang kaya teman lama ku ya? Coba besok aku yang antar untuk meyakin kan dia benar teman sekolah ku atau cuma mirip aja," gerutu Aira saat melihat foto profil milik Rima di ponselnya.
...***...
Ke esokan harinya, saat pesanan Rima sudah selesai sebelum waktu yang di tentu kan oleh Rima. Aira ikut mengantar pesanan karna Aira penasaran dengan pelanggan yang satu ini.
"Pak pesanannya udah masuk semua kan?" tanya Aira mengecek ulang pesanan yang akan di antar.
"Sudah bu," jawab pak Mamat singkat.
"Ini alamatnya, kita berangkat sekarang ya," ucap Aira lalu naik ke dalam mobil di bagian penumpang di samping pengemudi.
"Ga apa-apa kok pak, saya hanya ingin tau aja wajah pelanggan ku seperti apa. Ayo jalan pak," ucap Aira.
30 menit perjalanan menuju alamat yang Rima beri, sebuah rumah mewah berukuran besar dengan halaman yang cukup luas.
Aira pun turun dari mobil dan hendak bertanya pada satpam penjaga rumah tersebut.
"Permisi pak, saya mau kirim pesanan catering atas nama ibu Rima Anjani. Apa benar ini alamatnya yang benar," ucap Aira memberi kan selembar kertas bon sisa tagihan pesanan.
"Iya, silah kan masuk mba," ucap pak satpam membuka pintu gerbang agar mobil bisa masuk ke dalam halaman.
Pak satpam pun segera memberi tau Rima kalau pesanan catering nya sudah datang.
Pak Mamat pun selesai menurun kan semua nasi box dan snack di atas meja yang di sedia kan di depan rumah Rima.
__ADS_1
Saat Rima sampai di teras rumahnya dan melihat wajah Aira, rasanya wajah yang tidak asing lagi untuk Rima.
"Aira? Apa benar kamu Aira Yasmin?" tanya Rima.
"Kamu Rima Anjani kan, sahabat ku waktu kita sekolah dasar dulu," jawab Aira dengan penuh senyuman di setiap perkataannya.
"Hai Aira, apa kabar mu? Lama banget ya kita ga ketemu," ucap Rima.
"Kabar ku baik, kamu udah sukses banget ya Rim. Sampai punya rumah mewah seperti ini," ucap Aira.
"Masuk dulu yu, kita ngobrol di dalam biar lebih enak lagi ngobrolnya," ucap Rima.
"Sebentar aku suruh pak Mamat pulang duluan biar bisa antar novel," ucap Aira.
"Pak Mamat kamu duluan pulang aja, masih ada yang harus di antar kan? Biar nanti saya pulang pake ojek online aja," ucap Aira.
"Baik bu," ucap pak Mamat singkat lalu pergi dengan menggunakan mobilnya.
Aira pun kembali masuk ke dalam rumah Rima dengan rasa sungkan dan rasa malu.
"Oh iya kamu mau minum apa Aira?" tanya Rima.
"Apa aja Rim, maaf merepot kan," ucap Aira
Rima pun pergi menuju dapur meminta asisten rumah tangganya menyiap kan minuman dan cemilan untuk Aira, Rima pun kembali dengan membawa ponsel.
Obrolan pun di mulai dengan bertanya seputar pernikahan sampai kehidupan dari semenjak keluar sekolah sampai akhirnya memilih menikah.
"Ngomong-ngomong kamu tau ga kabar si Vino sekarang gimana?" tanya Aira.
"Aku ga tau sih, dia ga ada kabar sedikit pun. Kalau yang lain sih ada, aku sering chat sekedar tanya kabar di media sosial," ucap Rima.
"Kita buat grup di whatsapp aja, buat reuni bareng teman-teman yang lain. Walau pun ga bisa ketemu setidaknya tau kabarnya bagaimana," sambung Rima memberi saran.
"Boleh tuh," ucap Aira setuju dengan saran Rima.
__ADS_1
"Siapa tau aku bisa tau kabar tentang Vino," batin Aira.
Rima pun membuat grup chat di whatsapp dengan Aira anggota grup dan banyak teman yang lainnya.