
Waktu terus berlalu, semakin hari perut Winda semakin besar. Dan telah memasuki usia kandungan 28 minggu.
"Win, usia kandungan mu kan udah 28 minggu kita Usg ya. Biar tau jenis kelamin anak yang kamu kandung, jadi persiapan ku tinggal membeli perlengkapan bayi," ucap Aira.
"Iya mba, aku mau aja," ucap Winda.
"Nanti sore setelah periksa kita sekalian USG sekalian ya," ucap Aira.
Aira menerus kan pembukuan catering sementara Winda sudah biasa membantu mba Sri menyiap kan pesanan catering.
Sore hari saat Juan pulang dari kantor, Aira masih sibuk dengan pesanan catering nya. Sehingga Aira tidak tau kalau Juan sudah pulang bekerja.
"Aku pulang," ucap Juan membuka pintu rumahnya lalu masuk ke dalam rumah.
Juan mencari keberadaan Aira di dalam kamar tapi ternyata tidak ada, Juan menyimpan tas kerjanya dan membuka dasi yang masih rapih menempel di kerah bajunya lalu keluar kamar untuk mencari Aira.
"Aku cari Putra dulu aja lah, siapa tau Aira juga ada di kamar Putra," gerutu Juan saat melintas di depan kamar Putra.
Tok tok tok..
"Nak ini papa," ucap Juan dari balik pintu kamar Putra.
Juan pun masuk ke dalam kamar Putra, di dalam kamar hanya ada Putra seorang karna bu Siska sedang membantu Aira yang kebanjiran pesanan catering.
"Loh kenapa anak papa main sendiri? Nenek dan mama kemana nak," tanya Juan.
"Nenek lagi bantuin mama, lagi banyak pesanan catering," jawab Putra.
"Ya sudah, Putra lanjut main ya. Papa mau ikut bantuin mama biar cepat selesai kerjaan mamanya biar bisa main sama Putra ya," ucap Juan.
"Iya pa," ucap Putra singkat lalu pergi dari kamar Putra dan berjalan menuju ruang catering milik Aira.
Juan melihat Aira yang memang sedang sibuk di meja kerjanya sedang kan yang lain sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Sayang, kamu sibuk sekali hari ini. Lagi banyak pesanan ya," ucap Juan.
"Iya sayang, tadi udah kirim 2 pesanan tadi siang. Ini lagi ngerjain 3 pesanan untuk sore dan malam nanti," ucap Aira menjelas kan.
__ADS_1
"Oh iya, antar aku ke dokter kandungan ya. Aku mau USG Winda biar tau jenis kelamin bayinya," sambung Aira.
"Iya ayo aja, aku juga ingin tau calon anak kita laki-laki apa perempuan," ucap Juan.
"Aku panggil dulu Winda nya ya, biar dia bisa siap-siap," ucap Aira berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Winda yang sedang membantu mba Sri mengisi snack box untuk pesanan catering.
"Win, kita pergi periksa kandungan dulu yu. Kamu siap-siap dulu aja, ini biar mba sari yang melanjut kan," ucap Aira.
"Iya mba, aku siap-siap dulu ya mba," ucap Winda meninggal kan pekerjaannya lalu berjalan menuju kamarnya untuk siap-siap untuk pergi ke dokter kandungan.
"Ayo mba, aku udah siap," ucap Winda saat keluar dari kamar.
"Ayo kita pergi," ucap Aira berjalan bersamaan menuju garasi rumah.
Juan yang sudah menunggu di teras rumah sambil memain kan ponselnya, sampai Aira dan Winda datang Juan berdiri dari tempat duduknya lalu naik ke dalam mobil. Aira duduk di samping Juan sementara Winda duduk di kursi belakang.
"Kita kemana dulu nih?" tanya Juan mengemudi kan mobilnya keluar dari garasi rumahnya lalu melaju di jalanan komplek menuju ke dokter kandungan.
"Kita ke dokter kandungan aja sekalian periksa sama USG," ucap Aira.
"Siap, dokter kandungan yang biasa kamu datangi kan sayang?" tanya Juan.
"Kamu masuk sendiri ga apa-apa kan? Nanti aku sama Juan tunggu di parkiran ya, soalnya semua petugas dan dokternya udah kenal sama aku nanti ada pertanyaan aneh-aneh lagi," sambung Aira.
"Iya mba ga apa-apa," ucap Winda
"Ini uang buat biaya periksa sama USG nanti," ucap Aira memberi kan 5 lembar uang 50ribuan.
"Oh iya mba, aku turun ya," ucan Winda turun dari mobil Juan.
"Iya, silah kan. Jangan lupa tanya kan pada dokter apa jenis kelamin si bayi," ucap Aira mengingat kan.
"Iya mba," jawab Winda berjalan masuk ke tempat pendaftaran.
"Permisi mba, saya udah daftar tadi. Atas nama Winda widya sari nomor antrian 2," ucap Winda di bagian pendaftaran dan langsung di cek oleh bagian pendaftaran.
"Iya mba ada, silah kan tunggu sebentar ya mba. Di dalam baru nomor 1," ucap bagian pendaftaran.
__ADS_1
"Bisa sekalian periksa kehamilan kan ya," ucap Winda.
"Bisa mba," jawabnya singkat.
Winda pun duduk di kursi ruang tunggu sambil memain kan ponselnya membuka aplikasi yang ada di ponselnya.
"Ibu Winda widya sari," panggil suster.
Winda pun duduk dari tempat duduknya dan berjalan masuk ke dalam ruang USG.
Sebelum di USG, Winda minta di periksa kandungannya terlebih dahulu. Berat badan dan tensi darah menjadi hal yang selalu di kontrol setiap pemeriksaan.
"Bayinya sehat, semuanya normal. Berat badan bayi udah bagus 2.100 gram," ucap dokter.
"Jenis kelaminnya apa dok?" tanya Winda.
"Sebentar, kita lihat ya," ucap dokter terus menempel kan alam USG di perut Winda dan memperhati kan layar monitor.
"Jenis kelaminnya laki-laki bu," ucap dokter.
Setelah selesai dokter membawa copy an hasil USG ke meja untuk di bawa pulang Winda sedang kan Winda bangun dari tidurnya di atas ranjang di bantu oleh suster lalu duduk di kursi yang tersedia di depan meja dokter.
"Kalau boleh tau, suaminya kemana ya bu? Kenapa ga ikut antar kemari?" tanya dokter.
"Suami saya lagi kerja di luar kota dok," ucap Winda.
"Oh begitu. Saya masih resep untuk di tebus di farmasi depan ya bu, ini ada vitamin dan penambah darah di minum sampai habis ya bu," ucap dokter memberi kan buku hasil USG dan kertas resep.
"Iya dok terima kasih," ucap Winda pergi keluar dari ruang praktek dokter kandungan lalu ke bagian administrasi yang tak jauh dari bagian pendaftaran dan farmasi.
Winda membayar biaya periksa dan USG serta obat yang di beri kan dokter di bagian administrasi. Setelah selesai pembayaran, Winda memberi kan resep di bagian farmasi.
Setelah semua selesai, Winda pergi ke parkiran dan kembali ke mobil Juan.
"Mba ini hasil USG nya, kata dokter bayinya laki-laki," ucap Winda saat naik dan duduk di dalam mobil.
"Laki-laki atau perempuan sama aja, yang penting bayinya sehat dan kamu kembali sehat setelah melahir kan," ucap Juan.
__ADS_1
"Ayo kita pulang, hari minggu kita belanja peralatan bayi ya. Kamu juga harus ikut," ucap Aira.
Juan segera mengemudi kan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.