
Ke esokan harinya, Aira mendapat kan paket tanpa ada alamat pengirimnya.
"Paket dari siapa ini ya, perasaan aku ga ada belanja online deh," gerutu Aira.
Tanpa berpikir panjang Aira membuka paket tersebut dan ternyata isinya foto-foto bukti perselingkuhan Juan dan Amel.
Aira kaget dengan apa yang lihatnya, mengecek semua foto-foto dan sekitar rumahnya.
"Ternyata memang benar mereka ada hubungan gelap, tapi siapa yang mengirim semua ini?" batin Aira.
Tangisan Aira pun tak terbendung lagi saat melihat wajah Putra.
"Tenang aja dek, ibu masih mampu membesar kan mu seorang diri. Ibu akan bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan mu," ucap Aira pada Putra yang sedang tidur.
...***...
Di rumah Juan.
Ternyata Tedy mengirim hal yang sama pada Juan tapi yang di tuju adalah Ibu Juan.
Kali ini usaha Tedy gagal yang keluar rumah untuk membuka pintu ternyata Juan.
Juan melihat semua foto yang di kirim Tedy dan meremas lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Siapa yang mengirim semua foto ini? Kenapa orang ini tau kemarin aku berduaan sama Amel?" batin Juan bertanya-tanya.
"kalau ibu tau bisa gawat ini, apa lagi ayah bisa mati aku," gerutu Juan.
__ADS_1
Tedy yang mengetahui usahanya gagal tidak akan menyerah dengan kegagalan, Tedy menunggu Juan pergi ke kantor dan akan mengirim kembali foto-foto itu.
Juan pun masuk untuk mengambil tas dan pergi ke kantor untuk bekerja.
Tedy pun segera menyimpan kembali paket yang berisi foto-foto perselingkuhan Juan dan Amel di teras rumah Juan.
Kali ini ayah Juan yang keluar, niat hati ingin bersantai duduk di teras sambil membaca koran dan menikmati teh hangat tapi kenyataan pahit yang di dapat.
Ibu Ika memang sengaja tidak memberi tau pak Dedi karena pak Dedi memiliki riwayat penyakit jantung.
Dan ini akibat dari perbuatan anaknya sendiri, pak Dedi anfal jantungnya kumat dan pingsan di teras.
Bu Ika yang membawa kan teh hangat pesanan sang suami kaget melihat pak Dedi tergeletak di lantai dengan foto di tangannya.
Bu Ika segera memanggil ambulance untuk membawa pak Dedi ke rumah sakit karena di rumah hanya ada bu Ika dan pak Dedi saja.
...***...
Bu Ika memberi tau semua anaknya bahwa pak Dedi masuk rumah sakit, termasuk Juan yang menjadi penyebab semua ini.
📞"Halo bu, ada apa," sapa Juan.
📞"Ada apa kata mu, ayah mu masuk rumah sakit dan itu gara-gara kamu," ucap ibu.
📞"Loh kok aku yang salah sih bu?" tanya Juan kebingungan.
📞"Kalau kamu tidak selingkuh dengan wanita itu, ayah tidak akan jadi seperti ini," jawab ibu.
__ADS_1
📞"Tadi ada yang mengirim bukti perselingkuhan kamu dengan wanita itu dan ayah melihatnya. Akhirnya ayah anfal dan pingsan," sambung ibu.
📞"Maaf kan aku bu," ucap Juan.
📞"Maaf saja tidak cukup Juan, kalau kamu tetap menjalani semua ini," ucap ibu kesal.
📞"Maaf kan aku bu, aku ke sana sekarang juga," ucap Juan mengakhiri percakapannya di telpon.
Juan pun meminta izin pada atasannya untuk bisa pulang lebih cepat agar bisa menemui ayahnya di rumah sakit.
Amel yang mengetahui Juan pulang, ingin bertanya ada apa yang terjadi tapi Juan pergi dengan tergesa-gesa.
Akhirnya Amel menelpon Juan untuk bertanya tapi berkali-kali Amel mencoba tidak ada respon dari Juan.
Amel pun kesal dan memilih mengirim pesan WhatsApp pada Juan.
[Sayang kenapa telponnya ga di angkat?]
[Mau kemana kamu, pergi ga bilang-bilang buru-buru pula]
Juan masih tidak merespon.
"Mungkin dia sedang menyetir, biar nanti aja aku coba telpon lagi," batin Amel.
Tiba-tiba teman kantor Amel melihat Amel yang gelisah saat Juan pergi dadakan dari kantor.
"Ada yang galau tuh di tinggal selingkuhan pergi, coba kalau suami yang pergi bukan galau pasti senang bisa lebih leluasa selingkuh," ucap teman kantor Amel yang menyindir secara jelas.
__ADS_1
"Apa sih kalian ini, ikut campur aja urusan orang. Urusin dulu diri kalian sendiri ga usah ngurusin urusan orang," ucap Amel kesal.
"Berisik," sambung Amel melangkah pergi menuju ruangannya.