Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 57


__ADS_3

3 tahun berlalu Aira menjalani pengobatan kistanya, segala cara telah di lakukan untuk mendapat kan keturunan kembali dan kesembuhan seperti semula.


Pengobatan herbal pun telah di coba oleh Aira, kista ovarium mulai membesar dan jadwal operasi pun sudah di atur.


4 kali program hamil pun telah di lakukan tapi dengan hasil yang tidak memuas kan, hanya kegagalan yang di dapat.


"Rasanya aku sudah menyerah untuk semuanya, hadirnya Putra bisa mengobati segala kesedihan di hati ku. Aku bisa menerima semua ketetapan yang Tuhan beri untuk ku, aku jalani semua ini dengan ikhlas," batin Aira saat melihat Putra.


Putra pun kini telah memasuki masa sekolah dasar, usaha yang Aira jalani semakin maju dan semakin banyak orderan yang masuk bahkan kini Aira memiliki karyawan tetap yang membantu menyediakan semua pesanan yang masuk.


Program hamil yang terakhir kali di jalani oleh Aira membuat Aira menyerah dan memutus kan untuk melupakan semua harapannya untuk memiliki anak kembali.


Pagi ini di bulan januari, seperti biasa Aira melakukan kegiatan hariannya. Aira mengantar Putra ke sekolah sepulang dari sekolah Putra, Aira mengurus pesanan catering.


Saat Aira hendak mencuci pakaian, tiba-tiba Aira mengalami keram di perut bagian bawah dan darah segar pun mengalir deras di kaki Aira.


"Apa ini, sakit sekali Tuhan tolong aku," ucap Aira memegangi perutnya dan menangis tanpa bisa berteriak meminta tolong.


"Sayang, kamu dimana?" teriak Juan mencari keberadaan Aira.


"Aira sayang, kamu di kamar mandi?" ucap Juan mengetuk pintu kamar mandi.


Juan pun membuka pintu kamar mandi tapi ternyata kosong tidak ada Aira di dalam, Juan mencari ke tempat cuci baju.

__ADS_1


Betapa kagetnya Juan melihat darah di sekitar Aira dan Aira mengerang kesakitan.


"Astaga Aira, apa yang terjadi dengan mu?" tanya Juan panik.


"Tolong Juan perut sakit sekali," ucap Aira menangis.


Juan pun segera membawa Aira ke rumah sakit dengan kaki penuh darah dan Aira terus menangis memegang perutnya.


"Sri saya minta tolong tempat cuci baju di bersih kan ya, ada banyak darah di sana. Saya mau bawa ibu ke rumah sakit," ucap Juan memasuk kan Aira di kursi penumpang di sebelah supir.


"Loh ibu kenapa pak?" tanya Sri pegawai catering Aira.


"Nanti saja nanyanya ya, saya ke rumah sakit dulu. Kamu tolong bantu bersih kan tempat cuci baju ya," ucap Juan buru-buru masuk ke dalam mobil dan melaju kan mobilnya dengan cepat.


"Tahan ya sayang, kita ke rumah sakit biar kamu bisa di tangani dokter," ucap Juan dengan wajah panik dan khawatir karna melihat Aira yang terus menangis kesakitan.


Aira di masuk kan ke IGD kebidanan dan langsung mendapat kan pertolongan lebih lanjut.


Sementara Juan menunggu di ruang tunggu karna di IGD kebidanan semua tertutup tidak seperti IGD umum, Juan duduk di kursi ruang tunggu dengan rasa khawatir dan cemas terhadap Aira.


"Aku harus memberi kabar pada ibu dan kedua orang tua ku," gerutu Juan mengambil ponselnya dari saku celananya. Juan menghubungi orang tuanya terlebih dahulu.


📱"Halo nak," sapa ibu Ika.

__ADS_1


📱"Halo bu, aku mau kasih kabar kalau Aira masuk rumah sakit. Aira mengalami pendarahan hebat, sekarang Aira sedang di tangani oleh dokter dan suster," ucap Juan dengan nada bicara panik.


📱"Kamu jangan panik ya, Aira pasti baik-baik aja. Nanti ibu ke sana sama ayah," ucap ibu ikut panik.


📱"Sudah ya ibu siap-siap dulu," sambung ibu memutus kan telpon secara sepihak.


Ibu Ika segera mencari pak Dedi dan memberi tau keadaan menantunya, pak Dedi pun segera bersiap-siap dan mengambil kunci mobil.


"Kita sekalian ajak bu Siska ya ayah, biar sekalian berangkat ke kota S sama-sama," ucap ibu Ika.


"Iya, semoga Aira kuat ya bu," ucap pak Dedi.


"Aira pasti kuat yah, ibu tau Aira wanita yang kuat," ucap bu Ika yakin dengan menantunya.


Sementara Juan menghubungi ibu Siska untuk memberi tau keadaan Aira.


📱"Halo bu, aku mau kasih kabar kalau Aira masuk rumah sakit. Tadi Aira mengalami pendarahan hebat, langsung aku bawa ke rumah sakit," ucap Juan.


📱"Ya ampun Aira, sekarang bagaimana kondisi Aira?" tanya ibu Siska mulai menangis sedih dan khawatir dengan kondisi anak bungsunya.


📱"Aira masih di tangani oleh dokter dan suster di dalam," ucap Juan.


📱"Gimana ibu mau ke sana menemani Aira, ibu sudah tidak berani pergi jauh-jauh kalau tidak ada yang menemani apal lagi dalam keadaan seperti ini," ucap ibu.

__ADS_1


📱"Ibu hanya bisa mendoa kan Aira dari ke jauhan," sambung ibu.


📱"Iya bu, sudah ya bu. Nanti aku kabari lagi kalau ada apa-apa dengan Aira," ucap Juan mengakhiri telponnya dengan mertuanya.


__ADS_2