Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 86


__ADS_3

"Selamat tinggal nak suatu saat nanti kita akan bertemu lagi dalam kondisi yang berbeda, selamat tinggal kota S. Kota yang banyak menyimpan rahasia besar ku, aku titip kan anak ku di kota ini sampai ia dewasa nanti," batin Winda, menetes kan air mata yang sejak tadi ia tahan.


Sesampainya di pemberhentian travel di kota T, Winda di jemput oleh adik laki-lakinya dan memberi kabar pada Aira.


💌Mba, aku udah sampai di rumah. Tadi aku di jemput adik ku.


💌Syukur lah kalau kamu sudah sampai. Jaga kesehatan mu ya Win jangan kerja terlalu berat.


💌Iya mba. Terima kasih atas perhatiannya selama ini, aku titip Zaky ya mba.


💌Iya pasti aku jaga Zaky dan ku rawat seperti anak kandung ku sendiri.


Setelah berkirim pesan pada Aira, Winda membagi kan oleh-oleh yang di beri kan Aira pada sanak saudaranya. Semua saudara Winda beranggapan bahwa Winda memang pergi bekerja dari kota S, karna Winda mampu membawa oleh-oleh dan uang uang cukup banyak untuk di bagi kan pada sanak saudaranya. Tapi kakak Winda merasa curiga dengan bentuk tubuh Winda yang memang gemuk.


"Dek kok badan mu lebar sih kaya habis lahiran," ucap Sarah heran.


"Selama di kota S aku banyak makan, namanya juga kerja di catering pasti banyak makanan. Aku sampai naik 10 kilo, mau mulai diet lagi aku kak, berat bawa badan sendiri," ucap Winda beralasan.


"Iya juga sih," ucap Sarah percaya dengan alasan yang Winda berikan.


Setiap hari Winda hanya diam di rumah sendirian karna semua orang di rumahnya pergi bekerja, ibu Winda bekerja di salon sedang kan kakaknya bekerja di laundry dekat kontrakannya dan adik Winda bekerja di pasar jadi kuli angkut. Winda terus mencari informasi lowongan kerja pada teman-temannya.


Saat Winda mengunjungi temannya saat bekerja dulu, secara kebetulan Winda bertemu dengan mantan pacarnya dulu. Miftah adalah lelaki yang begitu Winda benci karna sudah membuat Winda menanggung beban begitu besar. Miftah adalah ayah kandung dari Zaky.


"Hai Win, apa kabar?" sapa Miftah saat bertemu muka dengan Winda.


"Kebetulan sekali ya kita bertemu di sini, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Sejak kamu meninggal kan ku di hotel tanpa pamit dan memutus kan ku begitu aja," sambung Miftah.

__ADS_1


"Kabar ku baik, maaf aku sibuk," ucap Winda pergi buru-buru dari Miftah tapi Miftah menghalangi Winda saat hendak pergi.


"Sebentar Win, aku hanya mau kasih tau kamu kalau aku udah nikah bulan lalu," ucap Miftah.


"Oh selamat ya, semoga kamu bahagia selalu bersama istri baru mu. Kamu mau nikah kapan aja bukan urusan ku," ucap Winda sinis.


"Win apa kamu hamil? Badan mu seperti habis melahir kan, kalau benar kamu hamil aku akan tanggung jawab, aku akan mencerai kan istri ku dan menikahi mu. Beberapa bulan ini aku seperti orang ngidam, maunya makan yang asam-asam terus aku juga sakit gigi ga sembuh-sembuh tapi sekarang udah mulai sembuh sakit giginya," ucap Miftah.


"Aku ga hamil dan bukan urusan ku kalau kamu sakit gigi atau sakit apa pun, yang namanya pernikahan bukan untuk di permainkan yang bisa seenaknya kamu nikahi dan cerai kan dengan alasan ingin tanggung jawab dengan wanita lain. Jaga baik-baik istri dan anak mu kelak jangan sampai merasa kan apa yang pernah aku rasa," ucap Winda lalu pergi dari hadapan Miftah.


"Maksud Winda apa ya, apa benar Winda memang hamil," gerutu Miftah bertanya-tanya.


"Kalau memang dia hamil harusnya dia sudah melahir kan karna kejadian itu sudah hampir satu tahun, aku memang sengaja menitip kan ****** di rahimnya agar dia hamil dan aku nikah sama dia tapi dia malah pergi dari ku. Selama ini aku sudah mencarinya udah kaya orang gila tapi dia menghilang tanpa ada jejak sedikit pun, bahkan teman-temannya ga ada yang tau keberadaannya selama ini. Di saat aku udah nikah dia baru muncul," batin Miftah terus menerka-nerka tentang Winda.


...***...


"Tumbuh jadi anak yang sholeh ya nak, pintar dan sehat selalu. Mama akan selalu menyayangi mu dan memberi kan apa pun kemauan mu," gerutu Aira saat memandikan Zaky.


"Anak papa lagi mandi, nanti kita jalan-jalan ya sama kakak Putra mumpung papa libur," ucap Juan.


"Memangnya kita mau kemana sayang?" tanya Aira.


"Kita bawa anak-anak jalan-jalan, kita ke mall aja biar Putra bisa main game kesukaannya di game master," ucap Juan.


"Oke papa, aku di baju dulu ya. Oh iya si kakak udah di kasih tau belum kita mau pergi jalan-jalan?" tanya Aira.


"Udah tadi sebelum ke sini aku ke kamar Putra dulu dan Putra langsung siap-siap untuk pergi, Putra senang banget di ajak jalan-jalan sampai kegirangan dia," ucap Juan.

__ADS_1


Aira memakai kan baju rapih dan tidak lupa segala jenis wewangian Aira pakai kan pada Zaky, lalu mengambil ponselnya untuk memotret Zaky.


Setiap hari Winda meminta foto dan video Zaky pada Aira, komunikasi tetap berjalan selama Winda belum bekerja.


"Kalau aku membeli kan hadiah untuk Zaky, apa mba Aira akan menerimanya? Mba Aira dan mas Juan pasti kasih segalanya buat Zaky," batin Winda.


Winda pun kembali bekerja dan mulai jarang memberi kabar pada Aira. Setiap hari Winda sibuk bekerja di 2 tempat agar Winda tidak mengingat Zaky terus, bukan berniat melupakan Zaky tapi Winda tidak mau terus larut dalam kesedihan dan terus mengingat Zaky.


Setiap pertumbuhan dari Zaky selalu Aira sampai kan pada Winda agar Winda juga mengetahui tumbuh kembangan Zaky, tapi ada rasa takut jika sampai keluarga Winda tau tentang hal ini.


Winda membuka galeri ponselnya, membuka setiap foto dan video Zaky. Tiba-tiba Sarah datang tanpa Winda sadari.


"Anak siapa itu dek, banyak bener foto di ponsel kamu," ucap Sarah membuat Winda terkejut.


"Eh kamu kak, ngagetin aja datang kok tiba-tiba. Ini anak teman ku di kota S, lucu kan kak," ucap Winda menunjuk kan foto di ponselnya pada Sarah.


"Lucu tapi kok mirip kamu waktu kecil ya, cuman badannya aja yang beda," ucap Sarah membuat Winda salah tingkah.


"Ah masa sih, perasaan kamu aja kali kak," ucap Winda mengambil ponselnya dari tangan Sarah.


"Udah ah aku mau mandi dulu," sambung Winda berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi ke kamarnya.


"Hampir aja, kayanya kak Sarah udah curiga dari dulu," gerutu Winda di balik pintu kamarnya.


Waktu terus berlalu, kini Zaky berusia 7 bulan. Meski pun badan Zaky gemuk tapi perkembangan Zaky begitu cepat, Zaky sudah bisa merangkak dan mencoba berdiri sendiri.


💌Mba aku kirim hadiah ya buat Zaky.

__ADS_1


Setiap bulan Winda selalu memberi hadiah untuk Zaky yang di kirim melalui jasa pengiriman. Pakaian dan mainan bahkan susu dan diapers selalu Winda kirim untuk Zaky.


__ADS_2