
Di kantor.
Juan berusaha menghindar dari Amel tapi Amel selalu mendekati Juan, semua teman kantor sudah mengetahui perselingkuhan antara Juan dan Amel.
Juan pun menyerah dan memilih mengundur kan diri dari pekerjaannya.
Juan membuat surat resign dan memberikannya kepada bagian HRD tanpa alasan yang jelas Juan mengundur kan diri karena tanpa memberi alasan pun semua orang sudah tau penyebab Juan resign dari kantor.
"Kamu sudah pikir kan matang-matang dengan keputusan yang kamu ambil ini?" tanya Erni kepala bagian HRD.
"Saya sudah yakin bu, tanpa saya harus bercerita pun pasti ibu sudah tau semua tentang saya dan Amel kan?" tanya Juan.
"Saya hanya mendengar selentingan gosip dari para karyawan yang lain, tapi mungkin mereka hanya tau dari sisi lainnya saja, dari sisi kesalahan yang kalian perbuat," ucap bu Erni.
"Tapi kalau saya tawar kan kamu untuk mutasi ke kantor cabang di kota lain bagaimana, apa kamu akan tetap resign atau ambil tawaran saya?" sambung bu Erni memberi penawaran lain.
"Terima kasih bu sebelumnya, akan saya coba pikir kan lagi tawaran ibu," jawab Juan.
"Kalau kamu berubah pikiran silakan kamu hubungi saya segera," ucap bu Erni.
"Baik kalau begitu permintaan pengunduran diri kamu saya terima dan mulai besok kamu tidak lagi bekerja di perusahaan ini. Terima kasih sudah bekerja dengan baik di perusahaan ini, selama bekerja di sini kinerja dan prestasi mu sangat bagus tapi sayang pilihan mu untuk tetap bekerja di sini hanya sampai saat ini saja," sambung bu Erni.
"Maaf kan saya, jika selama saya bekerja di perusahaan ini ada kesalahan perkataan dan perbuatan yang saya lakukan," ucap Juan.
__ADS_1
"Oke ga ada masalah untuk itu, saya tunggu kabar baik dari kamu, semoga kamu bisa mengambil keputusan dengan bijak," ucap bu Erni.
Juan pun kembali ke ruangannya untuk memberes kan semua barang-barangnya yang akan di bawa pulang.
Tak lupa Juan pun pamit ke semua teman-teman kantornya kecuali Amel, hari ini Amel memang sedang banyak tugas yang harus di kerja kan jadi Amel belum keluar ruangan sejak pagi tadi.
Juan minta pada teman kantornya untuk tidak memberi tau Amel bahwa Juan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut.
...***...
Di rumah.
Setelah seminggu di rawat di rumah sakit, akhirnya pak Dedi pun sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit dan kembali dengan rasa marah pada Juan.
Selama sang ayah di rawat di rumah sakit, Juan tidak menampak kan diri di hadapan sang ayah.
Sesampainya di halaman rumah, Juan sudah melihat mobil pak Dedi yang sudah terparkir rapih di garasi.
Juan pun memarkir kan mobilnya tepat di belakang mobil pak Dedi, lalu masuk dengan membawa barang-barang dari kantor.
"Sudah sehat yah," ucap Juan sambil mencium punggung tangan pak Dedi.
"Bawa apa itu nak, kok banyak sekali barang bawaannya," ucap bu Ika.
__ADS_1
"Ini barang-barang dari kantor yang sudah tidak di pakai lagi bu," jawab Juan mencari alasan sambil mencium punggung tangan bu Ika.
"Duduk nak, ayah dan ibu ingin bicara sama kamu," ucap bu Ika.
Juan pun duduk di kursi sebelah bu Ika dan meletakan barang bawaannya di samping kursi.
"Kamu tau kenapa kemari ayah sampai masuk rumah sakit?" tanya pak Dedi.
"Maaf kan Juan yah, bukan maksud Juan membuat ayah sampai masuk rumah sakit," jawab Juan.
"Terus maksud kamu apa menyakiti hati Aira, kamu mempermalukan ayah dan ibu dengan cara seperti ini," ucap ayah mulai emosi.
"Kalau kamu memang sudah ga mau sama Aira jangan mencari pembenaran sendiri dengan cara seperti ini Juan, ayah tidak mendidik mu untuk menjadi lelaki yang suka mempermain kan perempuan," sambung pak Dedi.
"Ayah, jaga emosinya jangan sampai ayah anfal lagi," ucap bu Ika mengingat kan pak Dedi.
"Maaf kan Juan yah, Juan janji akan memperbaiki semuanya," ucap Juan.
"Selama ayah di rawat, aku sudah berusaha untuk meminta maaf pada Aira dan memintanya untuk kembali," sambung Juan.
"Kamu pikir akan semudah itu Aira memaafkan kamu setelah semua rasa sakit yang kamu beri kan untuk Aira," ucap pak Dedi.
"Hari juga kita pergi ke rumah Aira, soal Aira mau memaaf kan atau tidak itu terserah Aira," ucap pak Dedi.
__ADS_1
"Iya yah," jawab Juan singkat.
Juan pun pergi ke kamarnya untuk bersiap bertemu dengan Aira.