
Dengan pertimbangan yang sudah di pikir kan matang-matang oleh Aira, Aira pun luluh dan mau kembali pada Juan.
"Baik lah demi Putra, aku mau kembali pada mu tapi kamu harus janji tidak akan ada lagi wanita lain di hati kamu," ucap Aira.
"Aku janji hanya ada kamu seorang dan tak akan ada yang lain lagi. Kita mulai lagi dari awal ya, setelah Putra sehat dan keluar dari rumah sakit kita pindah ke kota S. Kita mulai hidup bahagia di sana ya," ucap Juan dengan rasa syukur dan bahagia.
Juan hendak memeluk Aira tapi di tolak oleh Aira dengan alasan malu.
"Itu pak satpamnya liatin kita, ga malu apa," ucap Aira malu-malu.
"Tapi aku kan kangen sama kamu, pengen meluk kamu cium kamu," ucap Juan.
"Ish, kamu ini ngotot balikan cuma pengen gitu doang," ucap Aira kembali cemberut.
"Ga dong sayang, aku cuma mau kamu kembali untuk tetap hidup bersama ku selamanya," ucap Juan.
__ADS_1
"Terima kasih ya sayang, kamu udah mau terima aku dan memaaf kan semua kesalahan ku," sambung Juan mencium punggung tangan Aira dengan mesra dan memasang kan kembali cincin di jari manis Aira.
"Juan, cincin untuk apa ini?" tanya Aira.
"Ini sebagai tanda terima kasih ku karna kamu udah mau kembali pada ku, nanti cincin nikahnya di pakai lagi ya sayang," jawab Juan.
"Iya, kamu mau tunggu di sini atau mau pulang ke rumah ibu?" tanya Aira.
"Aku tunggu di sini aja, nanti aku tidur di mobil aja. Biar kamu butuh sesuatu aku udah ada di sini," jawab Juan.
"Aku kangen di perhatiin sama kamu kaya gini, aku sungguh menyesal Aira sudah menyakiti hati kamu," ucap Juan.
Aira hanya tersenyum mendengar kata penyesalan dari Juan.
"Aku ga apa-apa tidur di mobil aja, biar ga jauh-jauh dari kamu dan Putra," sambung Juan.
__ADS_1
"Ya sudah terserah kamu aja, aku masuk ya kasian takut Putra cariin aku," ucap Aira lalu pergi masuk ke ruangan rawat Putra.
"Tuhan semoga ini jalan terbaik untuk ku dan Putra yang aku ambil, dan semoga Juan memang benar-benar sudah berubah," batin Aira.
Aira pun memberi tau ibu kabar bahagia, bahwa Aira sudah mau kembali dengan Juan dan merawat Putra sampai Putra besar nanti.
Tapi keputusan Juan untuk membawa Aira pindah ke kota S masih di pikir kan oleh Aira karna Aira masih ingin tetap bekerja meski sudah kembali bersama Juan.
"Sebaiknya nanti aku bicara kan lagi dengan Juan tentang niat Juan membawa aku dan Putra pindah ke kota S. kalau aku pindah, Ibu di sini sendirian ga ada yang ngurus semua kebutuhannya dan kalau ibu sakit gimana," batin Aira memikir kan segalanya seorang diri.
Pagi-pagi dokter sudah memeriksa keadaan Putra dan memberi kabar bahwa Putra sudah boleh pulang dari rumah sakit.
"Melihat hasih laboratorium cek darah kemarin, Putra tidak mengalami hal yang serius hanya demam aja dan sekarang sudah jauh lebih baik dan lebih sehat, jadi siang ini sudah boleh pulang ya," ucap dokter menjelas kan.
"Terima kasih dok, sudah merawat anak ku Putra," ucap Aira.
__ADS_1
"Iya, sama-sama bu. Nanti suster yang akan mengurus surat-surat untuk keperluan proses keluar rumah sakit ini," ucap dokter.