
"Mba Sri, pesanan yang belum tinggal buat kirim kemana?" tanya Aira.
"Baru 1 bu yang sudah selesai, pesanan buat bu Andra tadi sudah di antar oleh pak Deri," jawab mba Sri.
Aira membantu mba Sri melengkapi semua pesanan catering nya, Aira mengarah kan apa saja yang kurang pada mba Sari dan mba Sri.
Aira mengecek catatan pesanan hari ini yang memang hanya 4, 1 pesanan untuk acara pagi-pagi dan 2 pesanan untuk acara pukul 11 siang sedang kan satu lagi pesanan untuk di antar jam 4 sore.
Winda pun masuk ke dalam ruangan catering untuk membantu Aira mengerjakan yang bisa Winda kerja kan.
"Sudah selesai sarapannya?" tanya Aira.
"Sudah mba, aku bantu mba Sri dulu," ucap Winda melangkah pergi menghampiri mba Sri.
"Mba Sri aku bisa bantu apa hari ini?" tanya Winda.
"Kamu masuk-masuk kan isi snack box ke dalam tempatnya ya biar kamu ga terlalu cape dan bisa sambil duduk juga," ucap mba Sri.
"Iya mba," ucap Winda singkat langsung mengerjakan apa yang di perintah kan mba Sri.
Hari-hari Winda di habis kan untuk membantu Aira menyiap kan pesanan catering sebagai rasa terima kasihnya pada Aira karna sudah menolongnya dari musibah yang menimpanya dan sudah memberinya tempat tinggal selama Winda hamil.
...***...
35 minggu usia kandungan Winda, karna sibuk dengan catering nya jadi Aira belum sempat untuk membeli peralatan untuk bayinya nanti.
"Oh iya aku lupa belum beli apa-apa untuk bayi, nanti aku ajak Winda aja lah sekalian jalan-jalan juga. Selama di sini Winda cuma jalan-jalan keliling komplek aja paling jauh ke bidan sama ke dokter kandungan," gerutu Aira.
Aira mencoba menghubungi Juan yang sedang bekerja untuk meminta izin membeli peralatan bayi bersama Winda.
📱"Halo sayang, hari ini aku pergi belanja peralatan bayi ya," ucap Aira.
📱"Iya, Putra di ajak ga?" tanya Juan.
📱"Iya di ajak, nanti sekalian jemput Putra sekolah langsung pergi belanja keperluan bayi," jawab Aira.
__ADS_1
📱"Iya boleh, nanti uangnya aku transfer ya," ucap Juan.
📱"Ga usah, uang ku masih ada. Udah aku sisihkan untuk keperluan bayi," ucap Aira.
📱"Terus berangkat pakai apa?" tanya Juan.
📱"Nanti aku pakai taxi online aja," jawab Aira.
📱"Ya sudah nanti pulangnya aku jemput ya, aku usaha kan pulang cepat hari ini," ucap Juan.
📱"Iya sayang, ya udah kamu lanjut kerjanya. Aku mau ajak Winda dulu," ucap Aira mengakhiri telponnya dan menyimpan ponselnya di atas meja riasnya di kamar.
Aira keluar kamar untuk mencari Winda, Aira langsung mencarinya ke ruangan catering karna Winda pasti sedang membantu mba Sri menyiap kan pesanan catering hari ini.
"Winda, kamari sebentar aku mau bicara," ucap Aira duduk di tempatnya mengerjakan laporan keuangan catering.
"Ada apa mba?" tanya Winda berdiri di depan meja dengan perut yang semakin membesar.
"Nanti kamu ikut aku ya, kita jemput Putra ke sekolah terus kita belanja buat keperluan bayi. Mumpung aku ingat dan pesanan ga terlalu banyak hari ini," ucap Aira.
"Kita pergi jam setengah 12 aja, Putra pulang jam 12 jadi ga terlalu lama nunggu di sekolahnya," jawab Aira.
"Iya mba," ucap Winda singkat lalu kembali membantu mba Sri.
Aira menerus kan kembali pekerjaannya mengerjakan laporan keuangan catering, setelah selesai Aira membantu mengerjakan pesanan yang belum di kerjakan.
"Yang ini di kirim jam 1 siang ya mba, nanti pak Deri suruh antar. Alamat dan bon sudah aku tulis dan ku simpan di atas meja," ucap Aira.
"Oh iya satu lagi mba, nanti aku titip semua pesanan di beres kan ya. Aku mau jemput Putra langsung belanja keperluan bayi sama Winda," sambung Aira.
"Iya bu, masih ada 1 pesanan lagi kan bu," ucap mba Sri.
"Iya, pesanan terakhir untuk di antar jam 4 sore. Udah saya tulis di bon juga ya," ucap Aira.
Karna sudah jam 11 siang, Aira mengajak Winda untuk siap-siap pergi ke sekolah Putra. Aira masuk ke kamarnya begitu pun Winda masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian dan sedikit bersolek.
__ADS_1
Aira memesan taxi online dengan tujuan sekolah Putra dan pusat perbelanjaan di kota S, setelah lama menunggu akhirnya taxi online pun datang.
"Maaf bu terlambat sampai, tadi macet di jalanya dan sepertinya kita akan terlambat sampai tujuan karna jalanan lumayan padat dan ramai," ucap pak sopir saat Aira dan Winda masuk ke dalam mobil.
"Iya ga apa-apa pak, yang penting kita bisa selamat sampai tujuan," ucap Aira.
"Sesuai titik tujuan ya bu," ucap pak sopir mulai melaju kan mobilnya.
"Iya pak, ke 2 tempat ya pak. ke sekolah terus ke mal," ucap Aira.
Karna jalanan memang macet, Aira pun terlambat menjemput Putra. Ternyata Putra sudah menunggu di dekat pos satpam sekolah.
"Mama kemana sih, kok tumben ga jemput aku. Papa juga kemana, ga ada yang jemput aku gitu. Jarak dari sekolah ke rumah kan jauh, mana bisa aku pulang sendirian," gerutu Putra dengan wajah yang cemberut.
Tak lama taxi online yang di tumpangi Aira pun tiba di depan Putra dan meminta Putra untuk masuk ke dalam mobil.
"Mama kok lama sih jemput akunya," ucap Putra dengan bibir yang di monyong kan.
"Iya maaf sayang, tadi di jalan macet banget. Jadi mama telat jemput kamu," ucap Aira beralasan.
"Jalan lagi ya pak," ucap Aira, tanpa menjawab pak sopir pun langsung melaju kan mobilnya menuju mall.
"Oh gitu ma, terus kenapa tante Winda ikut jemput aku? Tumben banget," tanya Putra.
"Kita mau pergi ke mall, cari peralatan buat adik bayi. Putra mau pilih baju buat adik bayi ga?" jawab Aira dan kembali bertanya.
"Iya ma, aku mau. Beli mainan juga ya ma buat adik bayi," ucap Putra penuh semangat dan antusias.
"Kok aneh ya, yang hamil siapa yang senang siapa. Apa jangan-jangan ibu hamil itu istri muda si bapa? Ah bukan urusan ku juga, yang penting aku dapat uang setelah mengantar mereka," batin pak sopir.
"Sayang kita beli mainannya nanti ya setelah adik bayi besar, sekarang kita beli baju dan alat-alat yang lainnya yang di butuh kan adik bayi pas nanti lahir," ucap Aira memberi pengertian pada Putra.
"Iya ma," ucap Putra.
Sesampainya di lobi mall, mereka turun dari mobil setelah membayar ongkos di dalam mobil.
__ADS_1
Aira menggenggam tangan Putra dan masuk ke dalam mall dan tujuan utamanya adalah toko peralatan bayi.