Waktu Yang Salah

Waktu Yang Salah
Bab 49


__ADS_3

Setelah pertengkaran tanpa ada kata maaf dari Aira, Juan tetap sabar menghadapi sikap Aira yang keras kepala dan susah untuk memaaf kan.


"Aira mau sampai kapan kita seperti ini," ucap Juan.


Selalu itu yang Juan tanya kan saat Juan bertemu dengan Aira, entah saat pagi atau sore saat Juan pulang dari kantor.


Aira hanya diam memendam semua amarahnya dan rasa kesalnya pada Juan karena di ungkapkan pun terasa percuma tidak akan menemukan titik temu untuk jalan keluarnya.


Saat Juan pergi bekerja, Aira mencoba mencari rumah kontrakan lain dengan cara berjalan di sekitar kost-kostan dan bertanya pada tetangga yang ia lalui.


Akhirnya Aira menemukan rumah untuk di sewanya dengan harga terjangkau, rumah yang cukup luas dan bersih bisa juga di pakai untuk usaha karna daerah di sekitar memang ramai anak-anak.


"Baik lah bu, saya ambil rumahnya untuk saya sewa setiap bulan. Saya udah nyaman tinggal di sini, meski hanya sebatas melihat-lihat aja," ucap Aira tersenyum lebar pada pemilik rumah kontrakan.


Rumah dengan 2 kamar tidur dan ruang tamu yang cukup luas membuat Aira betah dan mau sewa rumah itu.


"Ruangannya luas jadi Putra bisa leluasa main di sini, ga perlu main di luar. Perlahan tapi pasti aku bisa membuat anak ku bahagia dengan cara ku sendiri," batin Aira.


Setelah membayar uang sewa untuk 2 bulan ke depan, Aira pulang ke kost Juan untuk merapihkan pakaiannya yang ia bawa dari kota A.


Aira meninggal kan catatan kecil untuk Juan, sebagai tanda perpisahan dari Aira karna Aira tidak mau sedikit pun menyentuh ponsel miliknya.

__ADS_1


...Maaf aku pergi hanya untuk menenang kan hati dan pikiran ku, aku lelah terus-terusan menahan rasa marah ku pada mu. Jangan cari aku, biar kan aku berdamai dengan hati dan pikiran ku....


^^^Aira.^^^


...***...


Aira pun pergi dari kostan Juan dengan menyewa ojek pengkolan selama seharian karna Aira akan membeli peralatan rumah yang belum ada.


Aira hanya membawa 2 tas besar berisi baju Aira dan Putra, jadi bisa langsung sekali pergi pakai motor.


"Mas, setelah ini antar saya ke toko kasur ya," ucap Aira.


Sesampainya di rumah kontrakannya, Aira hanya menyimpan tasnya lalu pergi ke toko kasur.


Aira memakai uang pemberian dari Juan selama 6 bulan berpisah yang hanya Aira simpan karna tidak mau memakai uang pemberian dari Juan tap sekarang Aira membutuhkannya untuk bisa bertahan hidup di kota yang asing baginya.


"Kasurnya yang murah aja kali ya, biar cukup juga uangnya. Biar bisa di pake buat modal juga," batin Aira saat memilih dan memilah kasur untuk ia beli.


Setelah membayar Aira meminta untuk di antar kan ke rumahnya, tapi Aira belum tau alamat rumahnya.


"Sebentar ya mas, saya tanya dulu alamat rumahnya soalnya saya baru di kota ini," ucap Aira lalu pergi ke luar menemui tukang ojek yang di sewanya.

__ADS_1


"Mas tau alamat rumah saya ga?" tanya Aira.


"Kontrakan rumah bu Joko, jalan muara selatan nomor 57 Rt 06 Rw 11," jawab mas tukang ojek.


"Terima kasih ya mas," ucap Aira lalu pergi kembali ke dalam toko.


Aira pun menyampai kan apa yang di kata kan oleh mas tukang ojek tadi pada kurir yang akan mengantar kan barang yang di beli Aira.


"Sekali lagi ya mas, antar saya ke supermarket atau minimarket juga boleh," ucap Aira.


Mas tukang ojek hanya mengangguk kan kepalanya mengikuti perintah Aira, lalu melajukan motornya menuju tempat yang di ingin kan Aira.


30 menit Aira di dalam memilih barang untuk keperluan rumahnya yang baru.


"Sabar ya nak, setelah semuanya selesai kita pasti istirahat," ucap Aira menenang kan Putra yang hendak menangis.


"Semua keperluan sudah ada tinggal bayar lalu pulang deh, sabar ya nak udah ini kita pulang dan istirahat," gerutu Aira bicara pada Putra.


Semua keperluan pun telah di beli, Aira pun pulang menuju rumah yang di sewanya.


"Mas terima kasih banyak ya sudah menolong ku hari ini dan ini untuk mengganti kan bensin motor dan jasa mas hari ini," ucap Aira memberi kan uang 2 lembar seratus ribuan.

__ADS_1


__ADS_2