
Aira hanya terdiam melihat Juan bercengkrama dengan Putra.
"Biar bagaimana pun juga, Juan tetap papa kandung Putra dan apa pun yang terjadi antara aku dan Juan tidak akan merubah kasih sayang papa dan mama pada mu nak," batin Aira.
"Aira apa kamu ga kangen sama aku, aku kangen banget sama kamu. Maaf kan semua kesalahan ku Aira, ku mohon kembali lah pada ku. Aku ga bisa hidup tanpa mu," ucap Juan memulai percakapan dengan memegang tangan Aira dan Putra masih di pangkuan Juan.
Aira masih terdiam memikir kan apa yang harus di jawab untuk permintaan Juan kali ini.
"Aira, aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kita mulai lagi hidup baru kalau perlu kamu ikut aku pindah ke kota S agar kita bisa hidup bahagia di sana, hanya akan ada aku, kamu dan anak kita Putra," sambung Juan.
"Maaf Juan, aku masih belum siap. Akan ku pikir kan lagi, beri aku waktu untuk berpikir," jawab Aira.
"Tapi sampai kapan Aira? Kita berpisah sudah cukup lama, aku ga bisa terus-terusan jauh dari kamu. Setidaknya kamu masih mau komunikasi dengan ku, agar aku tidak merasa kesepian meski jauh dari kamu," ucap Juan.
"Harus dengan cara apa lagi yang harus aku lakukan agar kamu mau kembali pada ku," sambung Juan.
Juan memberi kan ponsel baru untuk Aira dengan tujuan agar Juan bisa dengan mudah berkomunikasi dengan istri dan anaknya.
"Untuk apa ponsel ini? ponsel ku masih bagus kok," tanya Aira.
"Kata ibu ponsel mu rusak jadi aku beli kan yang baru agar aku bisa menghubungi mu kapan aja," jawab Juan.
__ADS_1
"Gampang banget ya buat kamu beli barang-barang kaya gini, sama kan waktu kamu beli barang-barang untuk wanita itu," ucap Aira ketus.
"Aira, sudah lah ga usah bahas itu lagi. Aku udah sadar dan mengakui kesalahan ku bahkan berkali-kali aku meminta maaf sama kamu tapi kamu tetap begini. Aku harus apa Aira agar kamu mau kembali pada ku?" ucap Juan.
"Sejak awal aku sudah memaaf kan semua kesalahan mu tapi untuk melupakan semuanya, rasanya sulit untuk ku lakukan," ucap Aira.
"Sekarang aku tanya sama kamu, apa salah aku sama kamu sampai kamu tega mengkhianati ku? apa aku kurang cantik, kurang merawat diri dan dia lebih cantik dari ku atau jangan-jangan dia bisa beri kamu kepuasan di ranjang hah, jawab Juan jangan diam aja," sambung Aira dengan nada kesal tapi masih bisa mengontrol emosinya.
"Ga gitu Aira," jawab Juan.
"Aku tanya sekali lagi, apa aja sih yang kamu perbuat selama berdua sama perempuan itu?" tanya Aira sinis.
Aira terus mengeluarkan semua rasa dan pertanyaan yang selama ini ia pendam.
"Sumpah demi Tuhan Aira, aku tidak pernah melakukannya," jawab Juan cepat.
"Terus kamu ngapain aja di kamar hotel, 2 orang dewasa di dalam kamar hotel kalau tidak melakukan apa-apa itu rasanya mustahil. Apa lagi kamu juga sudah sering keluar masuk hotel," tanya Aira.
Juan hanya terdiam mendengar semua pertanyaan demi pertanyaan dari Aira.
"Dari mana semua informasi itu kamu dapat kan," tanya Juan heran.
__ADS_1
"Kamu mau tau aku tau dari siapa, tapi kamu harus jawab dulu semua pertanyaan ku dengan jujur baru aku beri tau dari mana semua informasi yang ku dapat," ucap Aira.
"Aku harus jawab apa lagi Aira kalau kamu memang sudah tau semuanya," jawab Juan pasrah.
"Berati semua yang ku dengar itu benar adanya, kamu sering tidur dengan wanita itu," ucap Aira.
Diamnya Juan menambah rasa sakitnya Aira, entah apa yang harus Aira perbuat saat ini.
"Aku sayang sama kamu Juan, tapi rasa yang ku pertahan kan hancur seketika dengan semua kejadian ini," ucap Aira mengambil alih Putra dari pangkuan Juan.
"Silah kan kamu pergi, sampai kapan pun aku tak akan pernah kembali pada mu. Apa lagi kamu sudah tidur dengan wanita lain, lebih baik aku menjanda dari pada harus kembali bersama pria bekas wanita lain," sambung Aira lalu masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rapat-rapat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah ya agar othor lebih semangat lagi bikin ceritanya.